Bisnis Reseller Minuman Sedari Mahasiswa

Bisnis Minuman Sari BuahBangku kuliah bukanlah halangan bagi seseorang untuk memulai bisnis. Begitu halnya bagi Rouli Oskar Juardo (28) yang mulai menjalankan bisnis menjadi reseller makanan dan minuman sejak masih berstatus mahasiswa jurusan pemasaran international. Bisnis yang dijalankannya tersebut berawal dari perjalanannya ke kota Kuningan Cirebon Jawa Barat.

Dari perjalanannya tersebut, ia menemukan satu oleh-oleh yang khas dan unik dari kota Cirebon yaitu Sirup Jeniper (Jeruk Nipis Peras) dan Tape Ketan Daun Jambu. Ia pun berfikir bahwa oleh-oleh tersebut merupakan peluang bisnis yang cukup bagus untuk dijual kembali ke Jakarta. Karena alasan itulah ia mencoba mencari informasi lebih lanjut terhadap dua produk tersebut.

Usahanya pun membuahkan hasil, Rouli akhirnya bisa bertemu langsung dengan salah satu pemilik perusahaan pembuat produk tersebut. Bahkan ia menjalin sebuah kerjasama untuk turut memasarkannya. Sampai saat ini, bisnisnya sudah mampu masuk ke berbagai segmen seperti pasar tradisional, perkantoran, komunitas-komunitas, bahkan restoran ternama di Jakarta. Kini dalam waktu 1 bulan Ia sudah bisa menghabiskan 50-60 dus sirup Jeniper.

“Inspirasi saya dalam menjalankan bisnis reseller makanan dan minuman ini adalah diri saya sendiri” ungkapnya. Dari bisnis minuman ini, ia ingin membuktikan bahwa produk oleh-oleh khas Cirebon layak dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Jakarta.

Produk yang dipasarkan sampai dengan saat ini adalah Sirup Jeniper serta Tape Ketan Daun Jambu. Sirup Jeniper terdiri dari dua jenis, yakni sirup harus dicampur lagi dengan air dan sirup yang dikemas langsung untuk diminum. Produk tape ketan daun jambu juga memiliki 2 kemasan, yaitu kemasan ember dengan isi 80-100 buah tape dan mika dengan isi 10-16 buah tape.

Harga yang ditawarkan untuk 1 botol besar sirup Rp. 25.000 jika beli 6 botol bisa memperoleh harga menjadi Rp.20.000,00 per botolnya. Sedangkan untuk 1 botol kemasan langsung minum harganya Rp. 5.000,00. Untuk produk tape isi 100 ia mematok harga Rp.100.000 sedangkan isi 80 Rp. 95.000,00, dan kemasan mika isi 10 Rp.16.000,00 sedangkan untuk yang isi 20 Rp.25.000,00. Dengan modal awal sebesar Rp 1.000.000,00 bisnis reseller makanan dan minumannya dapat berjalan dengan cukup baik.

Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis reseller makanan dan minuman yang dijalankannya itu pun semakin banyak dikenal masyarakat luas baik secara offline maupun secara online melalui media sosial. “Saya berharap bisa menambah pasokan yang lebih banyak lagi sehingga permintaan konsumen dapat terpenuhi” Ujarnya kepada tim liputan. Ia juga berharap supaya ke depannya bisa menambah reseller di berbagai wilayah.

Dalam menjalankan suatu bisnis apapun itu, tentunya tak bisa luput dari sebuah hambatan atau kendala, begitu juga dengan bisnis reseller ini. Modal usaha yang tidak begitu besar serta metode pembayaran yang menggunakan sistem tempo dari beberapa pelanggan membuat modalnya tertahan. Padahal Ia harus memutarkan modal tersebut untuk membeli bahan baku. Selain itu, harga bahan baku yang tidak stabil juga berpengaruh pada harga produk serta sistem pengiriman barang yang terkadang tidak lancar juga membuat bisnis ini tersebut terkendala.

Meskipun banyak kendala yang harus dihadapi, namun ia tetap bisa merasakan sebuah kemenangan dimana ia bisa membuktikan kepada dunia bahwa seorang mahasiswa pun bisa sukses berbisnis dengan menjadi reseller makanan dan minuman. Ketika ditanya, apa yang menjadikannya sukses dalam berbisnis, ia menjawab “kita harus selalu konsisten dalam memasarkan produk”.

Tim Liputan BisnisUKM

2 Komentar

Comments are closed.