Liputan UKM

Bikin Action Figure Unik, Anak Muda Ini Raup Untung Jutaan Rupiah

bikin-action-figure-unik-anak-muda-ini-raup-untung-jutaan-rupiah

Kreatifitas begitu kental dengan kaum milenial zaman now. Hobi generasi sekarang pun semakin unik dan beragam. Bahkan hobi yang berbalut kreatifitas dapat berubah pundi-pundi uang yang bisa dibilang, lebih dari lumayan.

Itulah yang dikerjakan Heru Eko Febrianto, lewat brand Monkey Room miliknya. Di studio seni sederhana, di Gang Tulodo, Kampung Baron Cilik, Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Febri memajang action figure superhero.

Namun yang ini bukan sembarang superhero. Febri men-costum action figure dengan menggabungkan bagian tubuh yang tak lazim namun unik. Lihat saja hasilnya, Spiderman bermuka manusia, Hellboy bertanduk satu, bahkan ada pula Hulk berbadan dan berkepala kera.

Action figure yang ia custom seolah menjadi intepretasi “kegilaan” Febri bermain imajinasi. Hobi itu awalnya hanya teman yang tahu. Mereka kemudian satu per satu memesan. Lalu lewat gaung mulut ke mulut, nama Febri dan brand Monkey Room pun menjadi populer di kalangan pecinta action figure.

“Kalau tahun ini lumayan rame mas, kalau ditekunin lumayan. Ini sementara hobi ada yang ngehargain ya kayak dapat bonus aja. Kalau yang rame marvel dicustom tokoh, ada juga superman, diorama juga, beragam pokoknya,” ungkap pria kelahiran Solo, 15 Februari, 33 tahun lalu.

Setiap action figure yang dibuat Febri harganya bisa jutaan rupiah. Selain kreatif, detail yang rapi dan mendekati asli menjadi alasannya. Keunikan action figure buatan Febri pun membawa karyanya sampai ke penjuru Indonesia, Malaysia, bahkan sampai ke Amerika Serikat.

”Di Bali ada temen yang juga kolektor action figure sering pesan di Monkey Room. Sama dia action figure sering dibawa sampai ke Miami, Amerika Serikat buat difoto,” jelas Febri.

Selain custom, Febri juga melayani reparasi. Namun Febri menjelaskan, biaya reparasi bisa mendekati harga asli action figure itu. Biasanya kolektor tak masalah saking cintanya dengan action figure milik mereka.

Dari Barang Bekas

action-figure-dari-barang-bekas

Kiprah bisnis Febri ini sebenarnya sudah dimulai 2007 lalu. Ia awalnya membuka bisnis clothing dan desain grafis, namun sering berpindah pindah tempat kontrakan. Karena “nomaden” itu ia dijuluki kethek atau monyet. Febri pun memilih Monkey Room (MKRM) untuk nama brandnya.

Febri terbilang sangat menggilai action figure. Namun karena terbentur harga mahal, ia pun awalnya membuat sendiri action figure dari barang bekas. Febri kadang memanfaatkan bagian korek api gas, jepitan baju, onderdil mesin, hingga potongan kartu perdana.

“Soalnya kalau kita pakai produk beli harganya tinggi Mas. Tapi kalau kita bisa manfaatin limbah nyarinya gampang, ngurangin sampah juga,” lanjut bapak satu anak itu.

Tahun 2015 Febri mulai benar benar serius menggeluti bisnis action figure. Bahan dasarnya ia ganti dengan kualitas bagus sesuai standarnya. Dari bahan ecoplay tersebut dibuat pola, dikeringkan, baru diukir sesuai pola yang sudah dibuat.

Setelah itu tahap pewarnaan menggunakan cat akrilik. Baru itu dibuat detailnya disesuaikan wajah asli dan permintaan pemesan. Tak jarang Febri mencari referensi foto wajah dari internet kemudian dicocokkan dengan ukirannya.

Mahar Pernikahan

Tak diragukan lagi, Febri memang penggila action figure. Saking senangnya, alih-alih uang, emas atau seperangkat alat sholat, Febri memilih dua pasang action figurenya sebagai mahar pernikahan. Kala itu Umi Wulandari, istrinya, menerima Febri.

“Iya mas (mahar action figure). Dulu itu tokohnya bajunya saya ganti kostum jawa, pakai beskap, blangkon, kebaya. Sepasang satunya saya kasih kostum kemeja. Bersyukur istri menerima dengan senang hati,” kenang Febri sembari tersenyum.

Selain action figure, bisnis lain Febri pun masih berjalan. Malah berkembang juga. Bisnis itu seperti bikin kaos, merch, desain grafis, desain interior, hingga bisnis laundry sepatu. Semua di bawah brand Monkey Room.

Tim Liputan BisnisUKM
(/ Rizki B.P)
Kontributor BisnisUKM.com wilayah Solo Raya

SHARE YUK!