Inspirasi Bisnis, Video UKM

Gatotkaca Souvenir & Craft, Nuansa Khas Solo

GATOTKACA SOUVENIR & CRAFT NUANSA KHAS SOLO

Untuk memperoleh kesuksesan dalam menjalankan sebuah usaha, maka seorang entrepreneur dituntut mampu menjaga konsistensi dan fokus dengan apa yang digeluti. Pedoman itulah yang kemudian mampu merubah haluan hidup seorang Nety Hanafi (30) dan Dian Anggia (30), yang rela mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai public relation sebuah mall di Solo, untuk fokus menjalankan usaha tas dan kerajinan bernuansa etnik. Bulan Maret 2009 menjadi titik awal bagi dua sahabat tersebut membuka usaha sendiri yang kemudian diberi nama Gatotkaca Souvenir & Craft. Bahan-bahan seperti kain sofa, batik, perca, eceng gondok, rotan, dll mampu disulap menjadi aneka produk kreatif yang bernilai jual tinggi.

Ratusan jenis produk seperti tas batik, tas kain sofa, tas perca, dan souvenir (gantungan kunci, kipas, dll), terpajang rapi di Galleri Kampoeng Wisata Batik Kauman Solo. “Sebenarnya ketertarikan awal kami itu justru pada kerajinan bunga kering, namun karena bahan baku yang cukup sulit waktu itu, akhirnya kami memutuskan fokus di produksi tas, terutama tas cewek dan kerajinan bernuansa etnik,” ujar Nety kepada tim liputan bisnisUKM Sabtu (12/11). Selain itu, banyaknya kaum perempuan yang cenderung konsumtif untuk produk penunjang penampilan seperti tas juga menjadi alasan mereka mengkreasi aneka produk tas yang unik dan menarik.

Pilihan yang tepat karena sekarang Gatotkaca Souvenir & Craft mampu tumbuh menjadi salah satu produsen tas serta kerajinan etnik yang cukup identik dengan Kota Solo. Dengan dibantu enam orang tenaga produksinya, mereka saat ini mampu menghasilkan 600-700 pcs produk/ bulan. “Untuk kapasitas produksi sekarang, sebenarnya kami masih kesulitan dalam memenuhi permintaan yang semakin tinggi, terutama untuk produk tas cewek, namun sekuat tenaga kami berusaha untuk tidak mengecewakan pelanggan dengan memenuhi permintaan tersebut,” imbuh Dian.  Saat ini pelanggan mereka sudah tersebar ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dll.

Makin tingginya permintaan akan produk tas dan aneka souvenir tersebut juga tidak lepas dari inovasi dan kreasi yang selalu update mengikuti perkembangan model. “Untuk bisa bertahan dalam bisnis kreatif seperti ini yang paling utama diperlukan adalah inovasi produk, hal itu untuk meminimalisir kejenuhan pasar dan pastinya menyulitkan para kompetitor untuk menirunya,” terang Nety sembari tersenyum. Untuk itulah, mereka berdua (Nety dan Dian) saat ini bertanggung jawab penuh dalam menciptakan desain dan konsep yang akan dikreasikan menjadi sebuah produk yang mampu bersaing di pasaran.

tas batik GatotkacaUntuk harga, Gatotkaca Souvenir & Craft mematok harga yang cukup bervariasi. “Secara umum, produk kami harganya cukup terjangkau, yaitu berkisar pada harga Rp.15.000,00-Rp.200.000,00/ pcs, tergantung jenis bahan dan tingkat kerumitannya,” jelas Nety. Dengan harga seperti itu, dia mengaku Gatotkaca Souvenir & Craft bisa memperoleh omzet rata-rata 20-30 juta/ bulannya. Kendati sudah memiliki pelanggan tetap dan omzet yang tidak sedikit, Dian berujar jika hal itu belum menjadi titik maksimal yang ingin mereka capai.

Untuk lebih memaksimalkan proses pemasarannya, Nety dan Dian rutin mengikuti pameran baik skala lokal maupun nasional. “Pameran menjadi ujung tombak media pemasaran kami, baik itu di Jakarta, Semarang, Jogja, bahkan pernah sampai ke Malaysia, selain itu setiap malam minggu kami tidak pernah absen dalam pameran tradisional Night Market Ngarsapura,” terangnya. Di samping offline, Nety juga berusaha memperkenalkan kreasi produknya melalui media online seperti jejaring sosial. Namun diakuinya, untuk pemasaran online saat ini belum dijalankannya secara maksimal.

Souvenir GatotkacaDi akhir wawancaranya, mereka (Nety dan Dian) berharap agar produk Gatotkaca Souvenir & Craft makin diminati dan memiliki pasar yang lebih luas lagi. “Kami juga ingin memiliki outlet yang lebih besar, sehingga kapasitas produksi yang dihasilkan juga akan meningkat,” imbuhnya. Sekali lagi mereka berujar jika ingin meraih kesuksesan dalam menjalankan usaha, yang terpenting adalah fokus, semangat, dan pastinya inovasi produk.
Tim liputan bisnisUKM