Inspirasi Bisnis, Video UKM

Menilik Pesona Dapur Keju Corner Semarang

Siapa yang tidak mengenal keju? Makanan olahan dari susu tersebut memang memiliki cita rasa yang khas. Selain cita rasanya yang khas, keju juga dikenal sebagai asupan yang kaya kalsium dan vitamin A.

Masyarakat kita biasanya menggunakan keju sebagai pelengkap roti. Namun, saat berkunjung ke Dapur Keju Corner di Semarang, kita akan menemukan berbagai jenis olahan keju dalam berbagai varian menu.

Dapur Keju Corner mempunyai konsep café resto dan outlet penjualan produk yang berada dalam satu tempat. Sesuai dengan konsep yang diusung, maka konsumen memiliki dua pilihan untuk menyantap menu kami, yaitu take away (bawa pulang) atau bisa langsung makan ditempat. Dengan konsep demikian, Dapur Keju banyak digemari para penikmatnya yang sebagian besar konsumennya adalah mahasiswa dan karyawan swasta.a menu seperti lasagna, souffle, dan cheese stick atau schotel menjadi menu andalan café resto yang beralamat di Jalan Taman  Semarang.

Selama 2 tahun berjalan, masukan dari konsumen selalu menjadi perhatian tersendiri bagi manajemen. Terbukti, ketika konsumen menginginkan menu yang ada nasinya, pihak manajemen menanggapinya dengan mengeluarkan produk Nasi Goreng Keju. Bagi sebagian orang, nasi goreng keju tentu bukan makananyang familiar. Tapi jangan salah, dengan keluarnya produk baru tersebut membuahkan hasil yang luar biasa dengan banyaknya konsumen yang datang dan mencoba dan menikmati menu Nasi Goreng Keju miliknya.

Variasi menu itulah yang saat ini menjadi kekuatan Dapur Keju Corner sebagai trendsetter dalam bisnis produk olahan keju ataupun cafe keju di kota Semarang. Manajemen ingin, Dapur Keju bukan hanya menjadi pengikut (follower) saja dalam berbisnis, tetapi berusaha untuk menjadi acuan dalam bisnis kuliner keju tersebut.

Dalam perjalanannya, pihak manajemen mengakui masih memiliki beberapa macam kendala. Yang pertama lokasi parkir belum terlalu luas; kemudian lokasi yang kurang strategis, karena lokasis café resto terletak bukan di pinggir jalan, tetapi di lingkungan perumahan yang agak jauh dari jalan raya.

Dengan kondisi seperti diatas tidak membuat manajemen Dapur Keju berpangku tangan, justru permasalahan tersebut membuat manajemen semakin gencar berpromosi melalui spanduk, leaflet, brosur, pamflet dan yang sejenisnya. Terlebih lagi, marketing Word of Mouth (WOM) ternyata menjadi andalan dari pihak manajemen untuk memasarkan produknya, dah strategi tersebut cukup berhasil.

Tim liputan bisnisUKM

SHARE YUK!