Inspirasi Bisnis, Video UKM

Renyahnya Emping Jagung Sorogenen

Renyahnya Emping Jagung Sorogenen

Jagung merupakan salah satu komoditi pertanian yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Potensinya yang melimpah membuat jagung menjadi salah satu makanan pokok yang bisa dikembangkan menjadi beragam produk inovasi makanan. Salah satu inovasi makanan berbahan dasar jagung yang kini mulai dikembangkan adalah emping. Karakter produknya yang gurih dan renyah, membuat emping jagung mulai mendapatkan ‘tempat’ di hati para pencinta camilan di Indonesia.

Kondisi permintaan pasar yang tinggi membuat berbagai pihak mulai melirik emping jagung sebagai salah satu komoditi usaha yang patut diperhitungkan. Salah satu diantaranya adalah Sujatmika Adi. Pria yang lahir di Lampung tiga puluh empat tahun yang lalu tersebut sejak pertengahan 2012 mulai menekuni produksi emping jagung skala industri di rumahnya Sorogenen Purwomartani Kalasan Sleman. “Sejak produk ini (emping jagung) kami perkenalkan, respon pasar sangatlah positif, bahkan ketika lebaran kemarin sempat kebanjiran order, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menekuninya” ujarnya kepada tim liputan bisnisUKM.

proses produksi emping jagungDitemui langsung di lokasi produksinya, Kamis (8/10), Miko panggilan akrabnya mengaku bahwa usaha tersebut merupakan perwujudan salah satu mimpinya yang ingin memberdayakan masyarakat di sekitarnya. “Dengan membangun dan mengembangkan usaha ini, saya berharap masyarakat di lingkungan sini bisa menjadi tenaga produktif yang tentunya bisa membantu perekonomian keluarganya,” jelasnya. Terlebih kualitas dan kuantitas SDM di lingkungannya yang bisa diandalkan sangat membantu Miko dalam mengembangkan usahanya tersebut.

Info Produk

Mengusung ‘Emping Jagung Sorogenen’ sebagai Brand produknya, Miko kini masih fokus dalam produksi emping jagung curah dengan kapasitas 7 ton/ bulan. “Saat ini masih curah, namun dalam dua bulan ke depan kami ingin mengembangkan yang versi kemasan,” imbuh Miko yang diamini oleh rekan kerjanya Dewi Noviani (23). Dengan produk kemasan, Miko berharap produknya bisa fleksibel dalam pemasarannya, baik melalui supermarket maupun pasar-pasar yang lainnya.

produk kemasan emping jagungUntuk bahan baku, Miko selama ini menggunakan jagung pioneer P21 yang dikenal sebagai jagung varietas unggulan. Jagung tersebut dibelinya dari petani dengan harga Rp 3.200,00/ kg. “Dengan menggunakan jagung varietas unggulan, hasil jadi produknya juga berkualitas, yakni memiliki kadar air yang rendah (6 %), sehingga cita rasa empingnya sangat kompetitif,” jelas pria yang juga memiliki usaha tutup tabung gas tersebut. Menurutnya apabila menggunakan bahan baku sembarang, emping jagung yang dihasilkannya akan berwarna pucat dan tidak bisa mengembang.

Kendati usahanya baru berjalan seumur jagung, namun Miko mengaku telah memasarkan produk emping jagungnya ke beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Terlebih, saat ini beliau juga disupport oleh dua orang rekannya asal Temanggung, yaitu Amin Wastoni (27) dan Iwan Saputra (29) yang sejak awal menjalin kerjasama terkait pemasaran produk. “Mereka (Amin dan Iwan) inilah yang awalnya menawarkan kerjasama terkait bisnis emping jagung dengan kami, bak gayung bersambut saya pun satu visi dengan mereka, sehingga kita bersama-sama mengembangkan usaha ini,” terang Miko sembari tersenyum.

proses pengeringan emping jagungSelama melakoni usahanya itu, Miko masih sering terkendala dengan proses pengeringan. “Karena kondisi cuaca yang kadang tidak menentu, maka proses pengeringan terkadang menjadi kendala, karena kami manggunakan pengeringan matahari langsung,” lanjutnya. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, beliau memiliki strategi produksi, yaitu memperbanyak stok produk ketika cuaca sedang bersahabat. Di akhir wawancaranya, Miko berharap ke depannya bisa lebih memperluas cakupan area pemasaran produk emping jagungnya, baik nasional maupun internasional.

Tim liputan bisnisUKM