Inspirasi Bisnis

Belum Genap 30 Tahun, Karya 10 Anak Bangsa Ini Guncangkan Dunia

Tak hanya mencuri perhatian dari pasar dalam negeri, kiprah sejumlah pengusaha muda Indonesia mulai diakui dunia. Meski tak sampai menjadi berita utama di berbagai media, ternyata  ada 10 anak muda Indonesia yang berhasil masuk di jajaran orang ternama versi majalah Forbes, pada edisi khusus 30 Under 30 Asia.

Meski usianya belum genap 30 tahun, prestasi para pengusaha muda dari Indonesia ini digadang-gadang bisa menjadi salah satu agen perubahan dunia. Dengan latar belakang usaha yang berbeda-beda, 10 anak bangsa ini mencoba membuktikan kepada dunia bahwa sukses menjadi seorang pengusaha bisa dicapai di usia yang masih sangat muda.

Lantas, siapa saja 10 anak bangsa yang berhasil mencetak prestasi di kancah dunia? Yuk kenalan dengan pengusaha muda yang menjadi kebanggaan Indonesia.

1. Yasa Singgih. Pengusaha muda Indonesia yang baru berusia 21 tahun ini merupakan pendiri clothing line Men’s Republic.

Yasa SinggihPemuda kelahiran Bekasi pada 23 April 1995 ini mengawali usahanya di usia 15 tahun. Kerja kerasnya bangkit dari keterpurukan membuahkan hasil. Setelah sebelumnya mengalami kebangkrutan usaha di bidang kuliner, setelah lulus UN Ia kembali bangkit dan merintis usahanya dengan mengibarkan bendera Men’s Republic yang menjual perlengkapan mode khusus pria.

Awalnya, Yasa Singgih hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat merek yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket dan juga sandal untuk pria. Di usia yang masih menginjak 20 tahun, Yasa mampu membukukan omzet bisnis hingga Rp 200 juta.

2. Benny Fajarai membuat Qlapa.com untuk memberi ruang bagi pengrajin lokal untuk bersaing di pasar global.

Benny Fajarai Awalnya Benny Fajarai bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Benny memilih untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang IT. Sejak masih kuliah, Benny bersama teman-temannya sudah membangun bisnis yang berbasis IT, yakni kreavi.com, sebuah platform yang mempertemukan pekerja-pekerja seni meliputi, design grafis, sinematografi, web design, dan sebagainya.

Tak puas dengan platform yang telah Ia rintis, Benny mulai mendirikan Qlapa.com untuk mewujudkan cita-citanya yang lebih besar, Akhirnya kreavi.com dijual, dan dia membuat sebuah platform yang bisa memberikan ruang khusus bagi para pengrajin lokal untuk memasarkan dagangannya. Ia berharap pengrajin lokal bisa mengembangkan industri di Indonesia dan membuktikan kepada masyarakat luas bahwa kualitas produk lokal tak selalu berada di bawah merek luar negeri.

3. Ferry Unardi,  kesuksesan Traveloka bukan perkara modal besar, tapi hasil dari tekad, kreativitas, kerja keras, dan kesabaran yang menyatu.

Ferry UnardiPesatnya perkembangan teknologi menjadi pemicu munculnya enterpreneur muda berprestasi, tak terkecuali Ferry Unardi yang kini menjadi Bos Traveloka.com. Dengan dukungan seluruh maskapai penerbangan dan hotel, Traveloka kini terus berkembang menjadi situs mesin pencarian travel terbesar dan terpercaya di Indonesia.

“Kunci sukses kami adalah selalu fokus untuk memberikan produk dan layanan terbaik kepada customer dengan berfokus pada pemanfaatan teknologi. Hal tersebut juga yang membuat Traveloka berbeda dengan perusahaan lainnya,” kata Ferry.

4. Heni Sri Sundani, mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas setelah pernah jadi TKW di Hongkong.

Heni Sri SundaniTerpaksa berangkat ke Hongkong sebagai seorang TKW, Heni Sri Sundani tak lantas lupa dengan pendidikan yang harusnya ia kenyam. Diam-diam tanpa sepengetahuan sanga majikan, Heni menyempatkan diri untuk kuliah di Saint s Mary University dengan uang gaji yang ia terima sebagai baby sitter.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Heni kembali ke Indonesia dan menjadi guru untuk anak-anak kecil di kampung halamannya, Ciamis Jawa Barat. Bermodalkan dana pribadi dan jaringan kawan-kawan sesama TKI, Heni membentuk Komunitas Gerakan Anak Petani Cerdas. Dan dari gerakan tersebut, Heni telah memberikan beasiswa bagi kurang lebih 300 anak. Heni juga membentuk Program Petani Cerdas di kampung halamannya.

5. Muhammad Alfatih Timur, menjadi sosial entrepreneurs melalui Kitabisa.com

Muhammad Alfatih TimurTawaran sang datang dari dosennya yakni Rhenald Kasali, untuk menjadi asisten di Rumah Perubahan, yaitu tempat bertemunya para agen perubahan justru melahirkan ide Kitabisa.com ketika Timmy, begitu biasa dia dipanggil, melakukan perjalanan ke Pulau Buru dan hidup bersama masyarakat setempat. Melalui Kitabisa.com Timmy mempertemukan para pemberi dana dan orang yang membutuhkan dana. Hingga kini, Kitabisa.com sudah menggalang dana lebih dari 12,47 M dan mendanai lebih dari 1.154 ide kreatif dari 66.249 pemberi dana.

6. Arief Widhiyasa, Beri kesempatan anak muda untuk berkreasi sebebasnya melalui perusahaan game

Arief WidhiyasaGame yang dulu dianggap bikin anak nggak mau belajar dan nilainya jeblok justru kini menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi Arief Widhiyasa. Bermula dari lomba pengembangan game di tahun 2007, Arief dan 18 temannya dari ITB berencana menjadikan game sebagai karier profesional. Meski ia harus dropout dari ITB untuk mewujudkan mimpinya membangun Agate Studio, kini setelah 6 tahun berdiri, Agate Studio sudah berhasil memproduksi lebih dari 200 game, dengan 20-30 game pertahun. Arief membuktikan bahwa bekerja bisa sambil bersenang-senang dari hobi yang menghasilkan uang.

7. Ternyata ada Kevin Aluwi, dibelakang kesuksesan Gojek

Kevin AluwiSelain peran utama Nadiem Makarim, ternyata ada sosok Kevin Aluwi yang juga turut membesarkan nama Gojek di Indonesia. Meski sempat berkarir selama 1,5 tahun di Amerika, namun lulusan finansial di University of Southern California ini memilih menjadi CFO di Gojek, Sebagai CFO, Kevin tak hanya mengelola keuangan perusahaan saja, tapi bersama Nadiem, Kevin membesarkan Gojek yang dulu pernah diragukan. Kini Gojek sudah berkembang menjadi salah satu moda transportasi yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

8. Carline Darjanto, besarkan clothing brand Cotton Ink, hingga Malaysia, Singapura, dan Australia

Carline DarjantoPara ladies pasti sudah tidak asing lagi dengan brand Cotton Ink. Mulai dari baju, sepatu, aksesoris dibandrol Cotton Ink dengan harga yang terjangkau. Carline Darjanto sosok di balik brand ini, awalnya mendirikan Cotton Ink sebagai side job bersama temannya, Namun karena permintaan semakin membludak, Carline memutuskan untuk konsentrasi membesarkan brand yang dia rintis dari nol itu. Hingga kini, Cotton Ink berhasil meraih banyak penghargaan tingkat internasional.

9. Mesty Ariotedjo, membesarkan wecare.id, untuk bisa berbagi kepada mereka yang butuh bantuan medis

Mesty AriotedjoWanita cantik yang memiliki nama panjang Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo ini stak hanya “Beauty, Brain, and Behaviour” tetapi sebagai dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Mesty menginspirasi banyak orang melalui platform wecare.id yang ia rintis. Pengalamannya sebagai dokter di daerah pedalaman mendorongnya membuat sebuah situs penggalangan dana untuk pasien yang kurang mampu, khususnya di daerah terpencil.

10. Peggy Hartanto, menjadi desainer sukses memang bukan main-main

Peggy HartantoKarya Peggy Hartanto memang tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga sudah merambah mancanegara. Koleksi produk fashion dengan merek Peggy Hartanto sudah dipasarkan ke beberapa negara tetangga seperti Singapura, Jepang, Kuwait, Dubai, Arab Saudi, dan Lebanon. Sejumlah ajang fashion show dunia pun sudah sering di ikuti lulusan sekolah desain mode di Sydney, Australia ini. “Fokus kita saat ini mengembangkan market di luar Indonesia,” kata wanita kelahiran Surabaya, 19 April 1988 ini.

Nah, itu dia 10 anak muda Indonesia yang berhasil mengharumkan tanah air kita di kancah dunia. Semoga kreativitas dan kerja keras mereka bisa menginspirasi kita untuk turut membuat sesuatu yang hebat dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Selamat berkarya dan salam sukses!