Budidaya Bibit Ikan Nila, Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar yang Membludak!

Budidaya bibit ikan nila ternyata tidak pernah surut pembelinya. Usaha satu ini memang menguntungkan karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan nila. Nah kamu juga bisa memulai lho! Tenang saja perawatannya tidak sulit kok, asal kamu telaten dan rajin. Supaya tidak kebingungan, simak cerita sukses Mashudi mengembangkan usaha budidaya bibit ikan nila. Ia juga akan membantu memberikan tips-tips bagi pemula lho!

Awal Mula Budidaya Bibit Ikan Nila

Kemampuan Hudi-begitu panggilan yang biasa disematkan kepadanya- melihat potensi ikan nila menjadi titik tolak ia terjun ke dalam budidaya jenis ikan satu ini. Di mata Hudi, usaha ikan nila tidak pernah mencapai titik jenuh, “ikan nila adalah jenis ikan konsumsi yang selalu dibutuhkan sehari-hari, jadi tidak mungkin tidak lalu” terangnya dalam wawancara kali ini. Sekarang nila memang menjadi salah satu andalan menu, entah di restoran maupun warung tenda. Kebangkitan tempat makan kaki lima yang banyak diincar masyarakat kelas menengah ke bawah membuat permintaan atas nila menjadi bertambah banyak.  

Untuk memulai usahanya kali ini, Hudi terlebih dahulu membangun 2 hingga 3 kolam. Setelah melihat pangsa pasarnya luas, ia memutuskan menyewa lahan seluas 600 meter persegi milik salah satu warga. Lahan tersebut dibuat kolam semi permanen, setelah itu ditebarkan kurang lebih 200.000 ekor, mulai dari larva hingga nanti siap panen di usia dua bulan.

 Hudi memilih untuk fokus pada pengembangan pembibitan ikan nila dibanding ikan nila konsumsi karena modal awalnya yang tidak terlalu besar. Untuk pembibatn misalnya, ia hanya perlu mengeluarkan 15 juta rupiah. Sedangkan ikan konsumsi, untuk luas kolam yang sama, membutuhkan kira-kira 50 hingga 55 juta.

TvBisnis.com

Kelebihan Budidaya Bibit Ikan Nila

Apa saja keuntungan budidaya ikan nila ini? Hudi bercerita tentang penyerapan pasar yang luar biasa, terutama di saat tahun baru. Bahkan ia mengaku tidak bisa memenuhi seluruh permintaan dari pengelola karamba ikan dan waduk yang meminta pasokan bibit nila. Penjualan ikan nila lebih mudah dibanding jenis ikan lain, karena ikan nila bisa panen dua kali dan semuanya bisa diborong langsung oleh pedagang. Beberapa misalnya dengan koi yang sekali panen belum tentu habis, karena dasar pembeliannya hobi dan bukan konsumsi, jadi perputarannya lambat. Jika permintaan sedang tinggi-tingginya, ia bisa menjual bibit ikan nila hingga Rp28.000/kilo, dari harga normal Rp25.000/kilo.

Tantangan Budidaya Bibit Ikan Nila

Hudi harus lebih waspada dengan kolamnya ketika musim pancaroba dan musim penghujan datang. Di masa pancaroba, suhu siang dan malam berbeda, sehingga terjadi fluktuasi suhu dan kelembaban yang berubah drastis. “Padalah pengembangbiakan ikan membutuhkan suhu yang stabil. Hal ini menyebabkan ikan jadi tidak lahap makan dan menimbulkan banyak bakteri”, kata Hudi lebih lanjut. Serangan jamur dan bakteri ini perlu diwaspadai karena salah-salah banyak ikan yang mati jika pemilik teledor.

Tips Budidaya Bibit Ikan Nila

Meskipun perawatan ikan nila termasuk mudah, bukan berarti kamu bisa lengah ketika melakukan perawatan. Nila yang tidak diperhatikan bisa menimbulkan kerugian untuk usahama. Kepada TvBisnis, Hudi membagikan tips-tips yang perlu kamu lakukan mulai dari merawat hingga mengatasi pergantian cuaca yang tidak menentu.

Berikan Suplemen yang Dibutuhkan Ikan Nila

Bagi Hudi, konsistensi memberikan vitamin menjadi syarat mutlak agar ikan nila tetap sehat. Pembudidaya juga harus jeli melihat kesehatan ikan-ikannya, dari situ setiap pemilik usaha harus tahu apakah air perlu diganti atau dikuras, kapan harus diberikan probiotik agar ikan tidak teracuni, hingga memastikan ada asupan oksigen yang cukup di dalam kolam.

Tahukan kamu kenapa probiotik perlu diberikan secara rutin? Probiotik adalah mikroba hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang memadai, dapat meningkatkan kesehatan hewan yang mengonsumsi. Pada ikan nila, probiotik dibutuhkan untuk menekan pertumbuhan bakteri penyakit yang dapat mengenai ikan. Untuk pembudidaya, pemberian probiotik dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha budidaya bibit ikan nila.

Hudi memutuskan menggunakan kincir air karena mesin satu ini mampu menciptakan aerasi, yaitu proses peningkatan kandungan oksigen di dalam air. Dengan oksigen yang cukup, ikan nila akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat. Ikan bibit sudah bisa dipanen ketika berusia 50 hari hingga 2 bulan. Dengan kincir, kamu juga tidak perlu menambahkan banya air ke dalam kolam karena suplai oksigen telah didapatkan dari kincir, jadi bisa lebih hemat air deh. Lebih lanjut Hudi berkata, “selanjutnya yang dibutuhkan adalah pengurai amoniak. Kita harus bisa mengelola kandungan amoniak di dalam kolam dengan menggunakan probiotik tadi sehingga ikan tidak akan teracuni dan pertumbuhannya baik”.

Pemberian Pakan Tepat Waktu dan Sesuai

Amoniak biasanya merupakan hasil dari pembuangan ampas hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh, baik pada manusia maupun hewan. Kalau dibiarkan menumpuk, amoniak bisa jadi racun dalam tubuh ikan nila. Nah karena itu kamu tidak boleh memberikan ikan pakan terlalu banyak. Untuk Hudi sendiri, ia memiliki jadwal tetap, jam setengah 9 pagi, jam dua belas siang, dan jam setengah 4. “Karena kita menggunakan kincir sehingga membutuhkan listrik, sayang sekali kalau hanya diberikan makan dua kali,” kata Hudi lebih lanjut. Biasanya ikan nila sudah memiliki insting tersendiri ketika akan diberi makan, sehingga akan otomatis berkumpul di satu tempat jika jam makan sudah datang.

Perhatikan Ketika Terjadi Kasus Kematian Ikan

Ada beberapa indikasi ikan tidak sehat yang perlu kamu perhatikan nih, menurut Hudi, “ikah sehat cenderung liar, lebih lincah, nafsu makan juga baik. Jika ikan yang tidak sehat biasanya akan cenderung diam, tidak banyak bergerak, dan kurang gesit. Kalau sudah begitu berarti tanda bahwa kolam sudah tidak sehat.”

Jika sudah begini, kamu harus memberikan vitamin. Kalau ikan tidak terlihat sehat di musim hujan, coba tebarkan garam. Jika cara-cara di atas sudah kamu lakukan tapi tetap belum ada perubahan, saatnya untuk melakukan pengurasan. Pengurasan yang dimaksud Hudi adalah menurunkan tingkatan air hingga setengahnya, lalu diganti dengan air baru. Tujuannya untuk membuang bakteri dan amoniak yang ada di kolam.

Efektivitas Kolam untuk Budidiaya Bibit Ikan Nila

Sebenarnya baik kolam semi permanen maupun permanen tidak ada jauh perbedaannya. Seturut penjelasan Udi, permanen membutuhkan modal yang lebih besar. Yang perlu diperhatikan adalah, pembibitan nila maupun pengembangbiakan nila konsumsi sama-sama membutuhkan lahan yang luas, “kalau saya minimal 400 meter persegi,” begitu tutur Udi.

Bergabung Dalam Komunitas

Kamu mengalami kesulitan memasarkan hasil panen ikanmu? Nah, inilah pentingnya bergabung dengan komunitas. Hudi sendiri bergabung dalam komunitas petani ikan. Dalam kelompok ini justru tidak ada kompetisi, karena komitmen awalnya adalah saling membantu. Cerita Hudi, “Misalnya saat kita kesulitan menjual, ada rekomendasi dari teman lain jadi kita tidak ada kesulitan. Kita sesama anggota ada komitmen bahwa menjual ikan itu saling membantu. Terutama di daerah sini, kebanyakan budidaya nila”.

Harapan Hudi Ke Depan

Dengan tegas, Hudi berharap ke depannya ia bisa menyewa lahan yang lebih luas karena pasar ikan nila sangat besar. Dengan bekal jaringan pedagang dan teman-teman di komunitas, Hudi menancapkan cita-cita untuk memperlebar usahanya.

Nah apakah kamu tertarik untuk memulai budidaya bibit ikan nila? Kamu bisa juga lho mampir ke tempat pembibitan Hudi di kampung Seruni, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Semoga inspirasi di atas dapat mendorongmu untuk memulai usaha ya.

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha kuliner lainnya hanya di BisnisUKM.com

TvBisnis.com

Leave a Comment