Hasan Ubah Tumpukan Botol Bekas Jadi Boneka Jepang

Hasan ubah tumpukan botol bekas jadi boneka jepang
Hasan berhasil mengubah tumpukan botol bekas yang tidak berguna, jadi boneka jepang yang bernilai harganya.

Mendaur ulang sampah seperti botol bekas menjadi mobil-mobilan ataupun lampu adalah hal yang biasa. Tapi, di tangan Hasanuddin, botol bekas minuman menjelma menjadi boneka jepang lucu dan imut.
Ya, Hasan pria berusia 55 tahun itu kerap dipanggil. Ia memang cukup kreatif menelurkan gagasannya ke dalam sebuah karya dari botol bekas. Botol bekas yang dibuang anak-anak dipungutinya dengan telaten. Setelah terkumpul, botol itu dicucinya dan kemudian ia sobek kemasan plastiknya yang masih menempel.

“Setelah bersih dan dikeringkan baru dicat. Tidak semua botol bisa dijadikan boneka. Saya hanya pakai botol minuman tertentu yang bentuk bawahnya bulat dan tidak bergelombang,” ujar bapak dua anak itu, baru-baru ini.

Proses pembuatan boneka jepang dari botol bekas
Setelah terkumpul, botol bekas dicuci dan kemudian ia sobek kemasan plastiknya yang masih menempel.

Keahlian Hasan di bidang seni ini, tak lepas dari pekerjaannya dulu. Sewaktu muda, ia bekerja di stasiun tivi nasional dan ditempatkan di divisi kreatif. Aktivitasnya yang kerap membuat property pendukung syuting sinetron dan film membuatnya cukup mahir berkreasi.

Namun, karena merasa sudah tua dan lelah, pada 2008 ia putuskan keluar. Lepas bekerja di stasiun tivi, Hasan bekerja di perusahaan event organizer (EO). Tapi, itu tidak lama. Banyaknya vendor EO membuat usaha tempatnya bekerja kalah saingan.

Meski begitu, ia masih menemukan passionnya di bidang seni dengan bekerja di Museum Layang-layang. Di sela pekerjaannya menjadi guide bagi pengunjung museum, ia diberi kesempatan menyalurkan hobinya berkreasi dengan barang bekas. Bahkan, ia diberi tempat khusus untuk membuat kreasi botol bekas.

Baca Juga Artikel Ini :

Terangnya Usaha Lampu Hias Dari Botol Plastik Bekas

Kreasi Botol Bekas Karya Mahasiswa

Jadilah sejumlah botol bekas yang tidak terpakai menjelma menjadi boneka Jepang. Sedangkan untuk kepalanya Hasan menggunakan boneka tanpa tekstur dan guratan sehingga lebih mudah dilukis. Selain membuat boneka Jepang, Hasan juga membuat ondel-ondel dari botol bekas.

“Sekarang fokusnya boneka Jepang dulu, karena unik dan belum banyak saingannya. Ke depan saya juga akan bikin karakter unik yang lain. Kalau bikin lampu, sudah banyak yang bisa jadi sudah tidak unik lagi,” katanya.

Usaha boneka jepang dari botol bekas
Usaha boneka jepang dari botol bekas ini Hasan jalankan semata untuk menyalurkan hobinya.

Untuk satu boneka kecil biasanya bisa ia selesaikan dalam waktu satu hari. Sedangkan untuk boneka besar, ia mampu selesaikan dalam waktu 3-4 hari. Setelah menjadi boneka, botol bekas itu pun naik kelas harganya. Untuk satu boneka kecil dijualnya Rp 20 ribu. Sedangkan untuk boneka besar dijualnya hingga Rp 250 ribu.

Meski harganya cukup mahal, Hasan mengaku tak terlalu memikirkan omzet dan marketing. Sebab, ia menganggap keahliannya membuat boneka sebagai penyaluran hobi semata.

Di samping melayani pesanan, ia juga kerap diminta melatih anak-anak sekolah membuat kerajinan boneka Jepang. Ia berharap, keahliannya ini bisa ditularkan kepada anak-anak sehingga mereka bisa mengisi waktu dengan kegiatan positif.

“Selain membuat boneka, saya juga mengajarkan membuat topeng dan keramik,” tandasnya.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Dunih)

Kontributor Daerah Untuk BisnisUKM.com

Leave a Comment