Hijrah dari MLM, Ibu Rumah Tangga Ini Tekuni Bisnis Bawang Goreng

Bisnis bawang goreng jadi salah satu peluang yang bisa menyasar banyak konsumen di Indonesia. Bawang goreng adalah salah satu bahan pelengkap yang rasanya wajib ditambahkan dalam masakan agar lebih terasa enak. Banyak jenis masakan yang terasa masih hambar tanpa kehadiran bawang goreng. Selain sebagai penguat rasa masakan, taburan bawang goreng dapat mempercantik tampilan masakan sehingga lebih menggugah selera.

Kehadiran bawang goreng tentunya akan menyempurnakan berbagai masakan khas Nusantara. Mulai dari soto, sate, nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, bubur ayam, bakso, bahkan bisa dijadikan camilan. Jadi nggak heran kalau bisnis bawang goreng prospeknya makin menjanjikan. Apalagi untuk membuat bawang goreng itu terbilang mudah tapi memakan waktu yang cukup banyak.

Untuk bisa menghasilkan bawang goreng perlu melalui beberapa tahapan. Mulai dari mengupas bawang, membersihkan bawang, mengiris bawang, sampai menggoreng bawang. Mungkin bagi sebagian orang bahkan pelaku bisnis kuliner akan lebih memilih membeli bawang goreng siap saji dibandingkan harus menghabiskan waktu untuk membuat bawang goreng sendiri. Inilah yang menjadi peluang besar untuk memulai bisnis bawang goreng dengan menyasar para pelaku bisnis kuliner dan juga individu untuk kebutuhan rumah tangga.

Memulai Bisnis Bawang Goreng

Dalam memulai bisnis bawang goreng pada dasarnya tidak memerlukan keahlikan khusus. Tapi yang sangat diperlukan dalam bisnis bawang goreng ini adalah strategi yang tepat. Seperti halnya bagi Rina Nirmalasari yang dulu sempat menjajal bisnis MLM, sekarang bersama rekannya sesama ibu rumah tangga menjalankan bisnis bawang goreng. Produk bawang goreng yang dihasilkan adalah Bawang Goreng Mak Nani.

Nama Mak Nani diambil dari nama ibunda dari Rina sebagai bentuk penghormatan dan meneruskan semangat bisnis kuliner beliau. Selain itu Mak Nani ketika digabungkan, dalam bahasa Jawa artinya adalah memberi makna. Rina bersama rekannya ingin produk bisnis bawang goreng ini bisa memberi makna pada tiap masakan yang ditaburi Bawang Goreng Mak Nani.

“Kenapa nama brandnya itu Mak Nani? Pertama, Mak Nani  itu nama ibu saya. Ini sebagai bentuk penghormatan bagi sosok ibu yang menginspirasi saya dalam meneruskan semangat berbisnis kuliner. Kemudian yang kedua, maknani itu bahasa Jawa, artinya memberi makna. Jadi dengan adanya bisnis bawang goreng ini harapannya bisa memberi makna yang lebih pada setiap masakan atau hidangan yang ditaburi Bawang Goreng Mak Nani,” ujar Rina.

Strategi Bisnis Bawang Goreng

Rina memulai bisnis bawang goreng bermula dari salah seorang temannya yang bisa membuat bawang goreng dengan citarasa yang beda dari yang lain. Kemudian Rina mengajak rekannya yang berasal dari Brebes  tersebut untuk bekerjasama dalam bisnis kuliner yang satu ini. Sebelum benar-benar bekerjasama dalam berbinis, Rina sudah mempertimbangkan beberapa hal. Terutama soal komitmen masing-masing dalam merintis dan mengembangkan bisnisnya nanti.

“Karena bisnis bawang goreng ini dilakukan dengan rekanan yang jaraknya jauh, pastinya kami sudah kenal secara pibadi. Kemudian sudah saling komitmen dan percaya satu sama lain untuk ngembangin bisnis ini bareng. Modal yang dikeluarkan pada dasarnya nominalnya tidak besar. Jadi masing-masing kita punya kemampuan sendiri. Rekan saya fokus di produksi, kalau saya di pemasarannya,” jelas Rina.

Dalam menjalankan bisnis bawang goreng Mak Nani, Rina bersama rekannya punya tugas masing-masing. Rekannya fokus pada produksi mulai dari pemilihan bahan baku bawang goreng sampai proses pembuatannya. Sementara Rina fokus pada proses pengemasan sampai pemasaran produk. Bahan baku yang digunakan untuk membuat produk bawang goreng Mak Nani adalah bawang merah dari Brebes, salah satu wilayah penghasil komoditas bawang terbesar di Indonesia. Jadi dari segi kualitas bahan baku, sudah pasti produk bawang goreng Mak Nani sudah tidak diragukan lagi.

Bawang yang digunakan khusus bawang pilihan khas Brebes dengan ukuran sedang. Irisannya dari segi ketebalan dan ukurannya juga dibuat sama. Untuk usianya juga dipilih yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Bawang Brebes itu ciri khasnya adalah punya aroma dan citarasa yang lebih kuat. Hal itulah yang juga membuat produk bisnis Bawang Goreng Mak Nani punya ciri khas di antara produk serupa lainnya. Dari segi penyajian atau pengemasan diseuaikan dengan segmen pasar dan harga jual. Ada yang menggunakan toples dan ada juga yang menggunakan kemasan standing pouch.

Pemasaran Produk

Bisnis Bawang Goreng Mak Nani sejauh ini menerapkan pemasaran secara online dan offline. Pemasaran online dilakukan dengan memanfaatkan media sosial insragram @bawanggoreng_maknani kemudian Facebook dan juga Whatsapp. Sementara pemasaran offline dilakukan dengan memanfaatkan strategi word of mouth atau dari mulut ke mulut. Dimulai dari lingkungan terdekat seperti teman dan tetangga.

Selain itu, Rina juga menerapkan sistem konsinyasi atau titip jual di beberapa toko oleh-oleh dan toko kelontong di sekitar wilayahnya. Beberapa tetangganya bahkan menawarkan diri untuk menjadi reseller produk bisnis bawang gorengnya. Dari situlah kemudian dimanfaatkan juga reseller sistem putus dengan ketentuan minimal pesan dua toples produk akan mendapatkan harga reseller.

Target pasar yang dibidik oleh Rina adalah para pelaku bisnis kuliner dan juga ibu rumah tangga serta orang-orang secara individu yang tidak punya terlalu banyak waktu untuk memasak. Menurut Rina, kebutuhan akan bawang goreng itu ada di banyak tempat. Mulai dari bisnis kuliner sampai kebutuhan rumah tangga. Secara keawetan, produk bisnis bawang goreng itu lebih tahan lama dibandingkan makanan yang lain dan bisa menjadi pelengkap berbagai jenis hidangan.

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Rina yang tidak kalah penting adalah bagaimana menjadikan produk bisnis bawang goreng sebagai suatu kebutuhan bagi masyarakat. Mulai dari kebutuhan bisnis kuliner maupun kebutuhan rumahan. Proses branding yang dilakukan adalah dengan memberikan kesan kalau suatu masakan atau hidangan itu kurang lengkap dan kurang sempurna tanpa adanya bawang goreng. Pesan itulah yang kemudian dibangun dalam branding produk Bawang Goreng Mak Nani.

“Branding produk itu sangat penting untuk bisa menjadikan suatu produk sebagai kebutuhan. Hal inilah yang menjadi fokus saya dalam memasarkan produk Bawang Goreng Mak Nani. Selain itu dari kualitas produk sendiri juga makin dikuatkan supaya punya ciri khas dibandingkan produk kompetitor,” tambah Rina.

Harapan ke Depan

Sejauh ini produk bisnis Bawang Goreng Mak Nani masih dalam tahap pengajuan izin PIRT. Ketika izin PIRT sudah dikantongi, ke depannya Rina akan mengajukan kerjasama dengan toko oleh-oleh yang lebih banyak dan area pemasarannya lebih luas. Sejauh menajalankan bisnis ini, Rina sebagai perempuan dan juga punya peran sebagai ibu rumah tangga ingin mengajak perempuan yang lain untuk berani berbisnis.

“Untuk ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan sendiri, pastikan kita sudah selesai dengan diri kita sendiri. Jadi ketika akan melakukan suatu hal baru seperti bisnis, prosesnya akan lebih mudah. Berani dulu untuk mencoba dan kemudian dievaluasi. Apakah hal ini mengganggu atau tidak. Pastinya harus ada dukungan dan kolaborasi juga dengan keluarga,” tutup Rina.

Itulah kisah perjalanan bisnis Bawang Goreng Mak Nani yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu dalam menjalankan bisnis. Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terdorong untuk memulai bisnis.

Ikuti terus kisah menarik dari perjalanan para pelaku bisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com

Apakah kamu tertarik untuk menjajal bisnis bawang goreng?

Leave a Comment