Inspirasi Bisnis, Video UKM

Ide Sederhana Bisa Jadi Peluang Usaha

Mengawali sebuah usaha ternyata bisa dimulai dari ide sederhana. Pengalaman inilah yang dialami oleh Leni yang kini sukses merintis bisnis Rumah Donat di daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Ditemui Tim Liputan BisnisUKM pada Rabu (21/5) silam, Leni mengaku ide awal merintis bisnis Rumah Donat ini Ia peroleh pada tahun 2012 tepatnya di bulan Oktober. “Salah satu produk Rumah Donat yang saat ini kami kembangkan adalah baby donat,” ungkap Leni.

IDE SEDERHANA BISA MENJADI PELUANG USAHA

Ide bisnis baby donat ini Ia temukan ketika masih berada di Bandung. “Ide awal dari suami saya sendiri, kebetulan beliau bergerak di bidang fiberglass. Dan ketika beliau dapat orderan membuat fiberglas bentuk donat raksasa nama produknya donat madu, dari situ sambil nyetir dia berpikir kenapa tidak kita membuat donat tapi donat kecil-kecil,” cerita pengusaha wanita tersebut sembari mengenang pengalamannya memulai usaha dari ide sederhana.

Ketika ditanya mengapa memilih donat kecil-kecil bukan donat raksasa, Leni menjawab karena jika bentuknya kecil lebih enak dicicipi orang dan tidak terlalu kenyang. “Apalagi di tahun 2012 sendiri sedang ngetrend-ngetrendnya donat J.CO, itulah yang kita jadikan sebuah peluang dan setelah membuat fiber donat raksasa itu kita kepikiran membuat donat sendiri sampai akhirnya terciptalah baby donat ini,” ujarnya.

Per Hari Mampu Memproduksi Baby Donat 100 pack

Meski bisa dikatakan bisnis donat yang dirintis Leni masih seumur jagung, namun siapa sangka bila dari ide sederhana bisa jadi peluang usaha tersebut Leni bisa mengantongi omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Dibantu oleh lebih kurang 9 orang tenaga kerja, setiap harinya Leni bisa memproduksi 100 pack baby donat untuk mencukupi kebutuhan outlet Rumah Donat. “Produk baby donat itu sendiri ada 21 rasa dan kita keluarkan setiap harinya 8-9 rasa kita ganti per dua hari sekali. Karena produk yang kita jual di rumah donat itu sendiri baby donat satu pack isi 4 varian rasa, setiap harinya rata-ratanya kita produksi minimal 100 pack per hari,” terang Leni.

Kendati Leni telah menciptakan keunikan tersendiri pada produk baby donat yang Ia miliki, namun sampai saat ini Ia mengaku belum bisa puas dengan keberhasilan yang diraihnya bersama Rumah Donat. “Harapan kedepannya saya bisa menambah varian lebih baik lagi bagi baby donat itu sendiri, dan semoga produk baby donat bisa dicicipi oleh semua umur,” ucapnya ketika ditanya mengenai harapan untuk bisnis baby donat yang Ia kembangkan.

Di akhir pertemuan kami, Leni juga berbagi resep sukses bagi kawan-kawan sesama pelaku usaha. “Untuk semuanya saya berharap mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali. Dan khusus untuk masyarakat Kepulauan Riau ayo berbisnis dan tetap semangat untuk tetap memajukan Tanjungpinang!” pesan Leni menutup sesi wawancaranya bersama tim BisnisUKM.com.

Tim Liputan BisnisUKM

SHARE YUK!