Inspirasi Bisnis

Sensasi Bisnis Donat ‘Jumbo’ Ala Dough.Nut

Bisnis DonatJakarta – Kita tahu jajanan donat merupakan makanan yang digemari  berbagai kalangan dari anak kecil hingga orang dewasa. Bahkan jika berbicara bisnis kuliner, menjual kue yang memiliki ciri khas lubang di tengah ini tak pernah surut.  Tentunya persaingan bisnis donat membuat pelaku usaha tertantang untuk terus berinovasi produknya.

Tak terkecuali Salvaredo Wijaya Dewa dan Faizal Brahmantyo yang mencoba pelbagai variasi donat, salah satunya dengan memperbesar ukuran donat dari lazimnya. Kedua anak muda ini pun menamakan bisnis donut jumbo tersebut dengan merek Dough.Nut.

Baca Juga Artikel Ini :

Rumah Donat, Ide Sederhana Jadi PELUANG USAHA

Usaha Kue Donat Talas, Untungnya Mengalir Deras

“Sebelumnya saya sama sekali tidak berencana menjalani bisnis donat. Saya sendiri sebenarnya sangat tertarik berbisnis khususnya di bidang kuliner, karena saya sendiri lulus dari manajemen perhotelan sehingga kuliner merupakan salah satu minat saya.  Rencana bisnis ini datang ketika saya baru akan lulus, kemudian teman saya yang justru dari jurusan teknik perminyakan mengajak saya untuk menjalankan bisnis kuliner, sejak itu muncul ide untuk berbisnis donat,” pungkasnya.

Saat berbincang dengan Bisnisukm.com, Salvaredo mengungkapkan bahwa Dough.Nut berbeda dengan donat yang beredar di gerai-gerai yang ada di Mall maupun lainnya. “Donat yang kami buat berukuran besar seukuran telapak tangan atau ukuran jumbo, dan juga pilihan rasa yg mungkin orang belum familiar,” ungkap Salvaredo di Jakarta, Senin (15/3/2016)
 
Menurut pengakuan Salvaredo, nama Dough.Nuts sendiri Ia dapatkan dari pemisahan kata donat dalam bahasa inggris (doughnut). Disamping itu, jika dilihat dari ukuran dan pengembangan rasa dari donat itu sendiri, maka dipilih nama Dough.Nuts yang apabila dijabarkan dalam bahasa indonesia memiliki arti, Dough( adonan) sedangkan Nuts (gila).  
“Tujuan kami membuat donat berukuran besar ini antara lain untuk memberikan produk yang quantity dan qualitynya seimbang bagi para pembeli,” terangnya.

Jualan Donat Online Dengan Sistem Pre Order

Aneka Rasa Dough.NutPengusaha muda yang akrab disapa Edo ini menuturkan jika bentuk usaha Dough.Nuts tak seperti bisnis lainnya. Industri kuliner skala rumahan ini dijalankan via online dan dipasarkan dengan sistem pre-order. “Tercatat omzet kami perbulan rata-rata 12 juta rupiah, padahal usaha ini  baru dijalankan sejak April 2015,” ucapnya.
 
Ketika ditanya mengapa memilih bisnis donat, Ia beralasan mengambil bisnis ini karena donat merupakan salah satu makanan yang sudah lama masuk ke Indonesia dan penggemarnya pun berkembang sejak era 80an dimana ada salah satu gerai donat besar yang masuk ke Indonesia.
”Hampir seluruh lapisan masyarakat dapat dikatakan menggemari makanan jenis ini, hal ini dilihat bahwa dipasar tradisional sekalipun banyak donat yang diperjual-belikan. Dari dasar yang sederhana tersebut kami menyimpulkan donat merupakan salah satu makanan yang mudah untuk digemari seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
 
Edo pun menyatakan, di era teknologi modern seperti saat ini, Ia mengaku sangat terbantu dalam memasarkan produknya. “Dengan sistem pemasaran online yang kami jalankan, pembeli tetap antusias dalam membeli produk kami, kami pun selalu menjaga para pembeli untuk tetap nyaman dalam melakukan aktivitas jual beli online ini. Disamping itu, tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk membuka gerai toko di masa mendatang, untuk memudahkan pembeli agar bisa menikmati produk kami,” imbuhnya.

Pasang Surut Bisnis Donat

Aneka Rasa Dough.NutDengan omzet 12 juta perbulan, saat ini area penjualan Dough.Nut sendiri sudah merambah seputaran area Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi. Bahkan saat ini Edo telah mempekerjakan lima orang karyawan untuk membantu proses produksi.
Meski begitu, dalam perjalanannya selama ini Edo mengaku kerap mengalami pasang surut dalam bisnis donat ini. “Pasang surut yang kami hadapi sejak awal antara lain adalah naik turunnya pembeli yang diakibatkan oleh ketidak-pastian kondisi ekonomi di Indonesia sejak beberapa bulan lalu khususnya,” jelasnya.
 
Namun hal tersebut tak membuat Dough.Nut kehilangan asa dalam meramaikan bisnis donat di Indonesia saat ini. Edo mengaku terkait potensi penjualan dapat dikatakan Dough.Nut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  
“Sistem penjualan produk kami adalah para pembeli yang berminat harus melakukan pemesanan dari H-1 pengiriman. Dari sistem yang berjalan ini kami dapat menyesuaikan produksi yang akan dilakukan pada hari produksi dan pengiriman, karena kami selalu berusaha membuat donat yang fresh setiap harinya,” beber anak ketiga dari empat bersaudara ini.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?

Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.

Klik Disini

Tak hanya itu, donat yang identik dengan kuliner barat ini kedepannya akan dikembangkan dengan cita rasa kuliner khas Indonesia yang sangat beragam. “Selain memudahkan kami untuk menyesuaikan produk dengan lidah masyarakat, kami juga ingin mengenalkan kuliner khas daerah di Indonesia dengan cara kami,” tegasnya.
 
Selama menjalankan usahanya ini, Edo dan Faizal selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga.  “Karena selama ini keluarga sangat mendukung dengan apa saja yang kami lakukan.  Selama kami serius dan fokus dalam menjalaninya. Keluarga juga banyak sekali memberi masukan-masukan yang sangat berguna dalam mengembangkan bisnis ini. Tanpa keluarga dapat dikatakan bisnis yang saya jalani mungkin akan sangat sulit berkembang. Karena yang saya rasakan beberapa peluang  pengembangan bisnis muncul dari keluarga,” ungkap lulusan Universitas Pelita Harapan jurusan Manajemen Perhotelan ini.

Siap Hadapi Persaingan Bisnis di Kota Besar

Mengenai persaingan bisnis khususnya di kota besar seperti Jakarta, Edo berpendapat sekarang ini menjalankan bisnis kuliner tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal tersebut dikatakannya karena persaingan dalam berbagai segi seperti produk, marketing dan sebagainya semakin ketat.  

“Butuh kreativitas yang lebih untuk dapat membuat produk yang dijual atau bisnis apapun yang dijalani agar dapat menarik perhatian masyarakat,” kata dia. Hal tersebut terjadi karena menurutnya perkembangan zaman turut memengaruhi sifat daya beli masyarakat, selain itu perubahan ekonomi yang cukup drastis dan semakin berkembangnya teknologi juga mempengaruhi persaingan bisnis di kota besar.
“Sebagai contoh, adanya perkembangan Online Shop dan Sosial Media di Indonesia, sangat mempengaruhi perkembangan bisnis di masa kini. Selain memudahkan pembeli dalam bertransaksi, sosial media juga merupakan salah satu alat pemasaran yang sangat berperan penting. Sehingga peluang bisnis di masa sekarang menurut saya sangat “tricky”, dimana kita harus mengikuti perkembang zaman dalam mengembangkan bisnis,” pungkasnya.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Puji Christianto)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Jakarta