Membangun Kredibilitas Bisnis Online

Seminar TechnopreneurshipPada hari Sabtu (25/6), Departemen Kewirausahaan HMJA (Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntasi) STIE YKPN Yogyakarta merealisasikan program kerjanya dengan menggelar seminar bisnis bertemakan “Cyber World as Money Machine”. Bertempat di ruang seminar GPS Lt 3 Kampus STIE YKPN, acara tersebut mampu menyedot kurang lebih 100 peserta yang didominasi kalangan mahasiswa. Sesuai dengan tema yang diusung, seminar itu bertujuan untuk memberikan bekal mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin berwirausaha dengan media online.

Seminar dibagi menjadi dua sesi materi yang menghadirkan pembicara Bapak S. Jabat Kaban (Direktur PT. Khalifah Niaga Lantabura dan PT. Lantabura Media) dan Bapak Iphan Pranashakti (Komite Pengembangan Bisnis dan UMKM dan Wk. Ketua Umum KPMI). Dengan moderator  Bapak Julianto Agung S,SE,S.Kom,M.Si,Ak., para peserta yang hadir dibuat penasaran dengan sesi materi yang masing-masing dibawakan selama kurang lebih 2 jam. Terlebih, media online (internet) saat ini bagi kebanyakan orang sudah menjadi semacam kebutuhan primer yang setiap hari bisa diakses dengan waktu yang tidak terbatas.

Bapak Jabat Kaban dalam seminar Cyber World as Money MachinePada sesi pertama yang dimulai pagi hari, Bapak S. Jabat Kaban membagi ilmu dan pengalamannya dalam memulai dan menjalankan bisnis online. Beliau menuturkan bagaimana jatuh bangunnya memulai usaha sampai menemukan titik sukses ketika menjalankan bisnis yang berbasis informasi dan internet (online). Materi yang dibawakan dengan sesekali mengumbar candaan tersebut mampu memberikan pengetahuan berharga bagi para peserta tentang seluk beluk bisnis online. Bapak S. Jabat Kaban yang makin ‘terbakar’ dengan antusiasme para peserta, juga menjelaskan bagaimana meningkatkan motivasi bisnis dengan modal yang minim dan ruang usaha yang sempit.

Strategi dalam memanfaatkan peluang bisnis online menjadi topik berikutnya yang diberikan Bapak S. Jabat Kaban. Dari uraian yang beliau kemukakan, banyak pertanyaan yang kemudian diajukan oleh para peserta kepada Bapak S. Jabat Kaban. “Untuk membangun sebuah kredibilitas sebuah bisnis online, langkah pertama yang harus dilakukan adalah jangan menggunakan web gratisan,” terang beliau menjawab salah satu pertanyaan peserta.

Pada sesi kedua yang digelar siang harinya, Bapak Iphan Pranashakti memberikan materi tentang bagaimana menciptakan sebuah website/ blog yang persuasif, efisien, dan efektif. Sama seperti materi sebelumnya, Bapak Iphan Prnashakti menekankan besarnya peluang memanfaatkan sebuah media online (website/ blog) menjadi ladang bisnis yang sangat mudah dan besar keuntungannya.

peserta seminarBagi para peserta, adanya seminar kali ini memberikan motivasi tinggi untuk memiliki dan menjalankan sebuah bisnis yang berbasis online. Selain itu, mereka juga bisa sharing dengan para pembicara yang notabene merupakan para pelaku bisnis yang telah terbukti sukses membangun bisnis melalui media online. Dengan seminar tersebut, para peserta yang merupakan generasi muda harapan bangsa bisa mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan dengan membangun dan menjalankan sebuah bisnis dengan mengedepankan media online sebagai ujung tombaknya.

Ingin mengadakan Seminar/ Workshop/ Training di kampus/kota Anda? Hubungi kami di :

Telpon : 0274 – 3000 422

SMS : 081 329 612 111

Email : support@bisnisukm.com
Tim bisnisUKM

2 Komentar

  1. Jangan menggunakan Web gratisan !
    sedikit kalimat yang mungkin pedas didengar bagi orang yang baru mau masuk ke dunia bisnis online.
    tapi memang itu yang terpenting, web gratisan dan berbayar akan sangat berbeda dampaknya bagi bisnis yang sedang dijalani via Online

  2. Ada satu hal yang menjadi pencerahan buat saya setelah membaca artikel “Mebangun Kredibilitas Bisnis Online” dan menyimak videonya, yaitu apa yang dikatakan oleh bpk. Jabat Kaban (yang pada intinya menyampaikan) bahwa : untuk memasarkan produk secara online tidak jamannya lagi kita memakai web hosting dan domain gratisan.

    Saya setuju sekali dengan pernyataan tersebut. Orang Jawa bilang “jer basuki mowo bea”, semua ada ongkosnya kalau mau berhasil. Jangan cari yang “murahan”, karena pelanggan (customer) yang adalah “raja” akan melihat dan menilai “kesungguhan kita dalam memberikan pelayanan kepada mereka”.

    Salam sukses !

Comments are closed.