Liputan UKM, Pengusaha Sukses, Video UKM

Modal Coba-coba Kini Omzet Bisnisnya Capai Puluhan Juta

MODAL COBA-COBA KINI OMZET BISNISNYA CAPAI PULUHAN JUTA

Hampir setiap pengusaha sukses yang ditemui tim bisnisUKM.com, memiliki cerita-cerita unik dalam merintis usahanya. Tak terkecuali Lukito Setiadi (40) yang mengawali bisnis kerajinan fiberglass (resin) karena keisengannya coba-coba membuat souvenir dari bahan fiberglass di sela-sela waktu istirahatnya ketika masih bekerja di sebuah perusahaan pembuatan sparepart motor.

Memanfaatkan hama serangga sebagai bahan baku kerajinan yang Ia pasarkan, Lukito yang ditemui tim bisnisUKM.com beberapa waktu yang lalu awalnya belum mengetahui potensi pasar bisnis kerajinan fiberglass. “Dulu saya kerja di perusahaan motor produksi piringan dari fiberglass, dari situ saya iseng buat kerajinan dengan bahan itu saya tambahkan hama serangga dan ternyata malah laku,” kenangnya.

Melihat peluang pasarnya cukup bagus, bapak tiga anak ini kemudian mulai tertarik untuk menekuni bisnis kerajinan fiberglass ini sebagai peluang usaha. “Awalnya baru laku beberapa item, omzet pertama saya sekitar satu juta waktu tahun 2001 merintis usaha,” ungkap Lukito.

Perkembangan Bisnis Yang Cukup Pesat

pengusaha suksesKendati awalnya produk-produk buatan Lukito belum banyak dilirik orang, namun Ia masih tetap optimis bahwa bisnis kerajinan yang Ia jalankan bisa memberikan kesejahteraan bagi orang-orang di sekitarnya. “Saya mulai serius menekuni bisnis ini sejak lima tahun terakhir, dulu awalnya saya hanya membuat gantungan kunci serangga namun sekarang telah mendirikan Roemah Kupu dan item produknya semakin beragam,” kata suami Dina ini.

Berkat ketekunan, kreativitas dan tekad kuat yang tertanam dalam diri Lukito, bisnis Roemah Kupu yang dulunya hanya dijalankan dengan coba-coba ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pasalnya, saat itu Ia berhasil mendapatkan langganan tetap dari Jepang yang memesan sedikitnya 5.000 gantungan kunci fiberglass setiap bulannya. Dari sinilah Lukito mulai merekrut enam orang tenaga produksi dan setiap bulannya mampu mengantongi omzet sekitar 30 hingga 50 juta rupiah.

Berbagai macam kendala seperti masalah SDM yang masih belum terasah keterampilannya, modal usaha yang cukup terbatas, serta keahliannya dalam hal pemasaran online yang masih sangat terbatas, tak menjadi alasan bagi Lukito untuk membesarkan bisnis kerajinan fiberglass yang Ia jalankan.

bisnis kerajinan fiberglassDengan motivasinya yang ingin membahagiakan keluarga sehingga memiliki masa depan yang bagus serta bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya, kedepannya pengusaha yang sukses berkat kreativitasnya ini berharap ada wadah khusus bagi pengrajin fiberglass jadi Ia bisa memiliki lapak dagang yang strategis dan suatu saat nanti bisa memiliki toko sendiri di kawasan Malioboro. “Untuk sementara ini saya masih menitipkan produk saya di beberapa toko yang ada di Malioboro, kedepannya semoga saya bisa memiliki toko sendiri sehingga penjualannya bisa meningkat lebih pesat,” tutur Lukito menutup pertemuan kami.

Tim Liputan BisnisUKM.com