Orang Filipina Sampai Singapura Kepincut Keripik Getuk Ini!

Keripik getuk jadi salah satu camilan yang menarik untuk dijadikan teman ngemil di saat santai. Kalau biasanya getuk itu dikenal sebagai makanan tradisional sejenis kue basah yang cocok jadi camilan berat, sekarang ini ada inovasi baru dalam bentuk keripik getuk. Pada dasarnya getuk itu adalah makanan ringan yang terbuat dari bahan utama ketela pohon atau singkong. Pembuatan getuk dimulai dari pengupasan singkong dan kemudian direbus. Setelah matang kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu di beri pemanis gula dan pewarna makanan.

Getuk merupakan jajanan tradisional yang populer dan banyak ditemukan di wilayah Magelang dan sekitarnya yang masih populer sampai saat ini. Seiring berjalannya waktu, jajanan ini berevolusi menjadi olahan keripik. Getuk yang dulunya identik dengan rasa manis, kini berubah 360 derajat menjadi jajanan keripik dengan citarasa gurih. Bahkan sekarang ini telah hadir keripik getuk dengan beragam varian rasa. Seperti halnya Geprania, Keripik Getuk Tradisional Rasa Milenial yang mampu menginovasikan getuk menjadi camilan keripik gurih dengan berbagai varian rasa.

Geprania adalah brand keripik getuk yang dibangun oleh Anton Prasojo sejak tahun 2019. Alasan Anton berani menginovasikan getuk menjadi camilan keripik ini adalah karena komoditas singkong di daerah asalnya yaitu Magelang, Jawa Tengah sangat melimpah. Sementara sejauh ini bahan baku singkong hanya diolah menjadi jajanan getuk basah. Padahal getuk itu sendiri menurut Anton bisa dikembangkan menjadi olahan yang mengikuti perkembangan zaman dan lebih kekinian.

“Potensi singkong di sini sangat besar, kalau hanya diolah jadi getuk basah rasanya sayang. Makanya saya coba kembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas jadi keripik getuk. Selain itu dari segi olahannya akan lebih tahan lama, konsumennya akan semakin beragam dari anak-anak sampai orang tua. Inovasi produk ini juga tetap mempertahankan orisinalitas citarasa dari getuk itu sendiri. Jadi, penikmat getuk basah juga akan bisa menjadi bagian dari olahan keripik getuk ini,” ujar Anton.

Memulai Bisnis Keripik Getuk

Getuk memang menjadi salah satu makanan tradisional yang populer di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekitarnya. Tapi makin berkembangnya zaman, makin bertambah juga makanan lain yang turut meramaikan pasar, makin bertambah juga pilihan bagi konsumen untuk memilih makanan mana yang paling sesuai dengan minat dan selera mereka. Hal ini tentunya akan menjadi suatu ancaman bagi makanan tradisional seperti getuk yang bisa saja kalah saing dengan berbagai jajanan kekinian. Maka dari itu menurut Anton, perlu ada inovasi sebagai bentuk penyesuaian diri si getuk terhadap perkembangan zaman.

“Menyesuaikan diri dengan selera pasar itu sangat diperlukan. Sementara menurut saya getuk ini potensi pasarnya cukup besar. Tinggal perlu sentuhan inovasi yang pas supaya bisa beradaptasi dengan selera konsumen zaman sekarang. Lahirlah keripik getuk yang akan menjadi pilihan baru bagi konsumen untuk bisa menikmati getuk dengan versi lain tanpa menghilangkan ciri khas dan citarasa dari getuk itu sendiri,” jelas Anton.

Lahirlah Geprania, sebuah inovasi untuk menjadikan getuk sebagai makanan tradisional yang bisa menyesuaikan diri dengan selera pasar di masa sekarang. Produk keripik getuk lebih fleksible untuk bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Untuk menikmatinya juga bisa kapan saja, dimana saja, dan masa simpannya lebih panjang. Jadi, untuk bisa menikmati getuk bisa lebih variatif, dengan versi  keripik ataupun versi getuk basah.

Tantangan Bisnis

Diakui oleh Anton, pada mulanya untuk memperkenalkan keripik getuk Geprania ke pasar itu tidak mudah. Masih banyak orang yang meragukan kalau getuk itu bisa diolah menjadi camilan renyah dan gurih. Tantangan terbesarnya pada saat itu adalah edukasi pasar. Bagaimana memperkenalkan keripik getuk sebagai camilan yang dari segi citarasa tetap masuk dan tidak hanya dibuat-buat sekadar jadi inovasi saja.

“Awalnya ya nggak mudah untuk edukasi pasar kalau getuk itu bisa diolah jadi camilan gurih dan renyah. Apalagi produk Geprania ini juga hadir dengan berbagai varian rasa, bukan cuma rasa orisinal getuk saja. Maka dari itu di awal kami gencar untuk edukasi pasar, silakan coba dengan selera masing-masing. Mau orisinal rasa manis atau rasa gurih. Dari sisi pengemasan juga kami fokus untuk bikin tampilan produk jadi menarik, nggak kalah sama brand aneka keripik yang beredar di pasaran,” kata Anton.

Tidak hanya tantangan soal edukasi pasar, dari segi inovasi produk juga telah dilakukan trial dan error. Mulai dari penentuan ketebalan keripik, ketahanan keripik supaya tidak mudah patah atau remuk, masa simpan produk, dan varian rasa apa saja yang pas untuk diciptakan. Dari proses itulah Geprania muncul sebagai produk inovasi yang mampu bersaing dengan produk camilan lainnya di pasaran.

Pengembangan Bisnis Keripik Getuk

Selain mampu menciptakan inovasi keripik getuk, Anton juga ingin menjadikan getuk sebagai makanan tradisional yang berkelas dan mampu bersaing dengan produk camilan kekinian lainnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengemas keripik getuk menggunakan kemasan premium berupa kaleng tabung layaknya brand keripik yang berjejer di rak mini market. Varian rasa yang ditawarkan juga tidak hanya rasa manis orisinal. Tapi ada juga rasa jagung manis, barbeque, rumput laut, keju, sampai pedas langit.

“Pada dasarnya orang Indonesia itu udah familiar sama singkong, ibaratnya ya makanan tradisional yang telah menemani banyak generasi. Jadi produk ini punya nilai dari sisi historis, ada misi untuk melestarikan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi supaya tidak hilang. Apalagi di wilayah Magelang, Jogja dan sekitarnya potensi wisata kuliner itu sangat besar. Jadi nantinya keripik ini bisa jadi kuliner ikonik bersamaan dengan gudeg, bakpia, dan makanan tradisional lainnya,” ujar Anton.

Strategi Pemasaran Produk

Secara offline, Anton memasarkan produk Geprania dengan memanfaatkan bazar ataupun pameran UMKM yang sering diadakan di wilayah Jogja dan sekitarnya. Anton juga menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk menerapkan strategi bisnis konsinyasi dan menawarkan paket bundling dengan produk lain. Selain itu, Geprania juga membuka jaringan kemitraan sebagai distributor, agen, serta reseller. Kemudian pemasaran juga dilakukan secara online dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace.

“Untuk pemasarannya Geprania itu bisa dikatakan cukup aktif di berbagai kegiatan UMKM seperti bazar atau pameran. Produk kami juga sudah dipasarkan ke Singapura. Kalau di media sosial, edukasi pasar juga terus dilakukan. Mulai dari sejarah getuk, filosofinya, manfaat getuk, terus sempat dapat dukungan juga dari Sandiaga Uno melalui instagram,” tambah Anton.

Itulah kisah perjalanan bisnis  Geprania @geprania.id yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu dalam menjalankan bisnis. Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terdorong untuk memulai bisnis.

Ikuti terus kisah menarik dari perjalanan para pelaku bisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com

Apakah kamu tertarik untuk menjajal bisnis keripik getuk?

Leave a Comment