Pemuda Ini Raih Laba Puluhan Juta dari Usaha Terong

Pemuda Ini Raih Laba Puluhan Juta dari Usaha TerongTerung atau Solanum melongena jika di daerah jawa lebih dikenal Terong, adalah tumbuhan penghasil buah yang sering dijadikan penambah sayuran. Terong berasal dari India dan Sri Lanka. Tanaman ini tumbuh hingga 40–150 cm (16-57 inci) tingginya, tanaman ini ditanam secara tahunan. melalui perdagangan antar negara usaha terong ini bisa masuk ke indonesia

Ukurannya 10–20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5–10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci).

Potensi Pasar

Terung adalah sayuran yang digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak – anak, remaja, dewasa, dan yang sudah berumur. Karena terong bisa diolah menyesuaikan dengan keinginan pribadi masing – masing, seperti ; terong balado, keripik terong, terong goreng, dan lain sebagainya.

Tanaman Terong bisa berproduksi selama 2 tahun, produktivitas juga bagus, dan kebutuhan dari segmen pasar juga cukup tinggi. Dikarenakan permintaan pasar sayuran yang semakin meningkat kebutuhannya. Pertanian sayuran bisa dibilang menjanjikan untuk digeluti lebih lanjut.

Inspirasi Usaha Terong

Hal ini dirasakan oleh seorang pemuda yang bernama Abbas berkat dari kerja kerasnya, dan pintarnya melihat peluang, pemuda asal Kalimantan ini berhasil membudidayakan Terung Putih. Menurutnya terung putih atau terung kania ini ada keunggulan tersendiri dari terung – terung lainnya, perkembangan produksi terong putih berkembang pesat di Kalimantan, terong putih atau kania juga merambah ke pasar Malaysia. Abbas menanam terong seluas setengah hektar, mampu ditanam 10.000 – 12.000 batang dan sudah bisa dipanen setelah 6 bulan.

Setiap satu batang mampu menghasilkan 2 – 2,5 Kg terung, jika diasumsikan dengan 10.000 batang yang ia tanam, maka sekali panen mencapai 20 ton. Di Kalimantan harga pasaran terung bekisar Rp. 6000 per Kilo, dan saat pada pasokan sulit harga menjadi Rp. 10.000, per Kilo. Dengan harga tersebut ia mengaku mampu meraup omzet Rp 120 juta “ laba bersihnya 30 persen” ungkap Abbas.

 

 

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba