Produksi Video Tutorial Pembuatan Rambak

kerupuk rambakKerupuk menjadi makanan pelengkap bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbagai macam kerupuk sudah tak asing lagi, mulai dari yang berbahan baku tepung tapioka hingga yang berbahan baku kulit, seperti rambak. Rambak yang banyak beredar di pasaran pun saat ini tidak murni dari kulit, sebagian besar terbuat dari tepung tapioka. Rambak kulit biasanya berbahan baku kulit kerbau, dan di daerah Jawa biasa disebut dengan krecek. Jika kita berkunjung ke Yogyakarta dan menikmati makanan khas gudeg Jogja, maka kita akan merasakan nikmatnya sayur krecek dengan bumbu pedasnya. Selain sebagai pelengkap gudeg, rambak atau yang sudah diolah menjadi sayur krecek biasanya dijadikan menu wajib disetiap hajatan masyarakat Jogja.

Tak ayal peluang usaha pembuatan rambak kulit kerbau mempunyai pasar potensial di Jogja. Namun jangan salah sangka, di dearah lain pun rambak cukup terkenal, tentunya dengan variasi masakan tiap masing-masing daerah. Bahkan bahan baku utama, yakni kulit kerbau yang dijadikan kerupuk rambak di Jogja ini, didatangkan dari daerah Sulawesi. Selain dijadikan sayur krecek, rambak kulit kerbau ini juga dipasarkan dalam bentuk kerupuk dengan rasa asin.

Produksi krecek rambak kulitPada hari Senin (26/07), tim multimedia bisnisUKM memproduksi video tutorial bisnis kerupuk rambak di salah satu produsen di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Dalam video yang berdurasi sekitar 30 menit ini disajikan tahapan-tahapan pembuatan kerupuk rambak secara detail. Ada dua macam kerupuk rambak yang diproduksi oleh UKM yang beralamat di Jalan Samas Bantul tersebut, yakni kerupuk rambak untuk bahan baku menu makanan dan kerupuk rambak asin. Diharapkan video tutorial tersebut, bisa menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi siapa saja yang ingin memproduksi kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau, tanpa campuran tepung tapioka. Dengan pasar yang masih terbuka lebar, dan keuntungan yang menjanjikan, menjadikan usaha pembuatan kerupuk rambak ini masih prospektif.

3 Komentar

Comments are closed.