Souvenir Pernikahan Tetap Bertahan di Tengah Persaingan

SOUVENIR PERNIKAHAN TETAP BERTAHAN DI TENGAH PERSAINGAN

Sebagai salah satu moment spesial yang dipersiapkan secara matang, kemeriahan pernikahan tentunya kurang lengkap tanpa tambahan souvenir pernikahan yang biasanya dijadikan sebagai kenang-kenangan bagi para tamu undangan. Beragam jenis produk seperti misalnya kipas, dompet, kotak tissue, gantungan kunci, bross, serta aneka macam produk souvenir lainnya, sengaja dipersiapkan mempelai sebagai tanda terimakasih mereka kepada para tamu undangan yang berkenan hadir ke acara pernikahannya. Budaya inilah yang kemudian dilirik Sriyanti (33) beserta suaminya Siswanto (35) sebagai salah satu peluang usaha baru yang menjanjikan keuntungan cukup besar setiap bulannya.

The Power of Kepepet.” Mungkin istilah inilah yang bisa kita pinjam untuk menggambarkan awal mula perjalanan bisnis sepasang suami istri tersebut. Setelah sepakat untuk membina rumah tangga, Sriyanti dan suaminya ingin memiliki sebuah usaha yang kedepannya diharapkan bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Dari sinilah Sriyanti memanfaatkan modal uang sebesar Rp 75.000,00 untuk memproduksi aneka jenis aksesoris seperti misalnya kalung dan gelang yang terbuat dari manik-manik.

Ditemui Rabu (2/1) di kediamannya yang berlokasi di Jetis Bantul, Sriyanti yang saat itu didampingi suaminya menuturkan bahwa sekarang ini Ia telah memiliki ribuan jenis produk aksesoris yang siap memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari souvenir pernikahan. “Produk-produk kami diantaranya yaitu tempat perhiasan, dompet, tempat pensil, kipas, tempat tissue dan lain sebagainya,” ujar Sriyanti.

usaha souvenir
usaha souvenir

Mengawali bisnisnya pada tahun 2005 silam, sekarang ini ibu satu putra ini mengusung Oppy Asesoris sebagai nama usahanya. Memanfaatkan bahan baku perca yang didapat dari para supliernya, setiap harinya Sriyanti memproduksi aneka souvenir untuk memenuhi orderan konsumen dan memasok ke beberapa toko aksesoris yang ada di Pasar Bringharjo dan seputaran Jalan Malioboro. “Selama ini saya lebih  memilih memasok barang ke pedagang-pedagang, dan untuk sementara ini saya membantu proses produksi, pemasaran dan untuk marketing online lebih dihandel oleh suami,” terangnya kepada tim bisnisUKM.

Info Produk Oppy Asesoris

Dibandrol dengan kisaran harga sekitar Rp 500,00 sampai Rp 20.000,00 per itemnya, sekarang ini Sriyanti memiliki empat orang tenaga kerja tetap dan setiap bulannya bisa memproduksi pesanan kurang lebih 1.000 pcs. “Tenaga kerja rutin ada 4 orang, dan sekitar 25 orang biasanya rata-rata tenaga borongan, yaitu ibu rumah tangga yang memproduksi souvenir dengan dibawa pulang,” ungkap pemilik yantisouvenir.com tersebut.

Meskipun sekarang ini persaingan bisnis souvenir pernikahan sudah cukup sesak, namun Yanti tetap optimis dengan keunggulan yang ditawarkan, produk-produknya bisa bertahan di tengah gempuran pasar. “Keunggulan produk kami tentunya dari segi harga yang sangat terjangkau, pengerjaan yang tepat waktu, pilihan produk yang beragam, dan didukung dengan bahan baku yang bisa divariasikan sesuai dengan permintaan konsumen,” jelasnya dengan sumringah.

souvenir pernikahan
souvenir pernikahan

Selama ini untuk pemasaran, Sriyanti tidak melayani ecer dan lebih fokus untuk memenuhi permintaan grosir minimal 200 pcs dari para langganan tetapnya di Pasar Bringharjo. Selain itu Ia juga mulai menerima orderan dari konsumen di ranah online, serta mempromosikan produk-produknya melalui BBM (BlackBerry Messenger). “Sekarang ini sebagian besar konsumen dari wilayah Jogja dan untuk konsumen online biasanya dikirim ke luar kota,” tuturnya.

Dari usaha souvenir pernikahan yang Ia geluti, sedikitnya Sriyanti bisa mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta per bulannya dan biasanya omzet tersebut akan meningkat ketika ada moment spesial yang cocok untuk dijadikan sebagai hari pernikahan seperti contohnya tanggal unik 12-12-12 yang lalu. Di akhir pertemuannya dengan tim bisnisUKM, Sriyanti menuturkan mimpi besarnya untuk usaha souvenir yang Ia jalankan. “Harapan kedepannya nanti bisnis ini bisa berkembang, customernya semakin banyak dan bisa membuka cabang untuk memperluas pemasaran,” kata Sriyanti ketika menutup sesi wawancara siang itu.

Tim liputan bisnisUKM

13 thoughts on “Souvenir Pernikahan Tetap Bertahan di Tengah Persaingan”

    • Sistem kerjasamanya bagaimana, boleh minta nomor contact. Saya ingin memberdayakan ibu-ibu dikampung saya

      Reply
  1. Sy minat juga untuk kerjasama, sy punya toko yg terletak ditengah kota Nganjuk, dan ditepi jalan raya utama kota nganjuk, toko sy yg sekarang ini masih saya khususkan untuk display produksi sy sendiri, berupa kalung, gelang, bando dll,.. untuk souvenir pernikahan dalam bentuk handmate masih tergolong jarang, di kota kami, lebih banyak dalam bentuk produk2 mesin dan buatan import. Bagaimana caranya kami bisa kerja sama yaa,.. Katena kalau untuk membeli dalam bentuk tunai produk2 anda, dana sy terbatas,… Terimakasih

    Reply
  2. saya tertarik sekali menjadi agen aneka souvenir pernikahan tolong di kirim katalog@ ke Dhedenurlaila@gmail.com

    Reply
  3. bagaimana, kalau kami mau buka cabang di kota kami?kebetulan saya ada kedai sederhana di tepi jalan yang belum dipakai

    Reply
  4. saya baru akan belajar dan melihat mendalami bisnis apa yang cocok untuk saya, di bisnis waralaba ini, sy belum memiliki bisnis apapun mohon petunjuknya krn sy belum memiliki modal untuk berbisnis. trimkasih

    Reply

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba