tanaman hiasDi tengah menurunnya omset bisnis tanaman hias, muncul inovasi baru yang diciptakan Fathul Maki (Marketing Manager Istana Alam Nursery) untuk meningkatkan penjualan produk tanaman hiasnya. Memanfaatkan hangatnya isu pemanasan global di berbagai negara, Maki mencoba membuat produk green souvenir sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan serta untuk mendukung gerakan Go Green di Indonesia.

Video Praktisi

Roti van Java, Mencari Ide Bisnis dari Travelling

Green souvenir sendiri merupakan produk souvenir yang berisi tanaman hias ukuran kecil dan dikemas dalam bentuk parcel yang menarik. Biasanya jenis tanaman yang ditawarkan sebagai green souvenir antara lain adenium, kaktus dan sukulen, soka, melati, serta aglaonema. Berbagai jenis bunga tersebut dikemas cantik dengan menggunakan tas keranjang rotan, pot keramik unik, plastik mika, atau bisa juga dikemas dengan menggunakan gelas dan memanfaatkan media tanam berupa hidro gel.

Untuk setiap souvenir yang ditawarkannya memiliki harga yang berbeda, disesuaikan dengan jenis tanaman dan kemasan yang digunakan. Misalnya saja untuk souvenir adenium, melati dan soka ditawarkan Maki dengan harga Rp 6.500,00 sampai Rp 11.500,00/pot. Sedangkan untuk jenis kaktus dihargai Rp 7.000,00-Rp 12.000,00/pot, dan untuk souvenir aglaonema dipatok dengan harga Rp 10.000,00 sampai Rp 15.000,00/pot.

Maki sengaja menciptakan produk kreatif green souvenir ini untuk membidik masyarakat green souvenirumum maupun perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mulai prihatin dengan pemanasan global di berbagai negara dan ingin menghijaukan kembali lingkungan sekitarnya dengan aneka tanaman hias. Biasanya produk ini ramai diburu konsumen untuk souvenir pernikahan, souvenir acara seminar/talk show/workshop, serta sering dipesan oleh perusahaan/instansi/lembaga-lembaga pemerintahan maupun swasta yang menyelenggarakan kegiatan Go Green.

Selain harga jualnya yang cukup terjangkau, cara pembuatannya pun cukup sederhana. Produk yang paling laku terjual adalah souvenir dengan kemasan mika, kemasan tersebut hanya dibuat dari lembaran mika yang dibentuk tabung (dengan bantuan pipa paralon) kemudian dilem dan dialasi dengan styrofoam serta ditambahkan pemanis berupa hiasan pita dan tali ukur untuk menenteng souvenir tersebut.

Melihat peluang pasarnya yang masih sangat bagus, tidaklah heran bila Maki semakin terpacu untuk memperluas pemasaran produk green souvenir buatannya hingga berbagai penjuru daerah. Semakin banyak orang yang membeli produk green souvenir, maka semakin banyak pula pohon-pohon yang ditanam masyarakat, sehingga kegiatan penghijauan berjalan lancar, dan bahaya pemanasan global bisa terhindar.

Semoga informasi bisnis tanaman hias kembangkan produk green souvenir ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi kita semua untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha yang ramah lingkungan. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang ciptakan lingkungan hijau di sekitar kita. Salam sukses.

sumber gambar : http://greensouvenir.files.wordpress.com/2011/03/p1110087.jpg dan http://greensouvenir.files.wordpress.com/2011/03/cs.jpg