Berita UKM

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 8,5 Persen Meski Labanya Tergerus

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 8,5 Persen Meski Labanya Tergerus

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 8,5 Persen Meski Labanya Tergerus (Foto : www.jenzcorner.net)

Persaingan perdagangan di tingkat global yang kian hari makin ketat, mulai mempengaruhi pertumbuhan laba industri makanan dan minuman di Indonesia. Meski tahun lalu industri ini mengalami peningkatan sekitar delapan persen, tapi keuntungan yang didapatkan justru tergerus. Penurunan laba yang dialami setiap perusahaan bervariasi.

“Variatif dari tiap perusahaan. Saya enggak bisa bilang berapa sampai berapa. Cuma makin banyak pengusaha yang bilang makin turun marginnya. Rata-rata mamin itu rendah, di bawah 10 persen keuntungannya,” ujar Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (9/01/2017) lalu, dikutip dari Viva.co.id.

Franchise King Coklat Premium

Franchise King Coklat Premium

Harga Promo 3,8 Juta Saja Mendapatkan Booth, Blender, X-Banner, 100 Bahan Baku Gratis, dan semua perlengkapannya.

Kondisi ini tak lepas dari gempuran pasar global yang persaingannya semakin merajalela. Untuk menghadapi tantangan tersebut, setiap pelaku industri harus sudah menyiapkan strategi agar keuntungan yang didapatkan di tahun 2017 tak kembali tergerus.

Baca Juga Artikel Ini :

Industri Makanan dan Minuman Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi di 2017

17 Inspirasi Gerobak Unik Buatmu yang Pengen Jualan Makanan dan Minuman

“Ini yang kurang sehat sebenarnya. Untuk keberlanjutan industri, keuntungan kan mestinya wajar supaya ada investasi baru, bangunan baru, dan sebagainya. Apalagi perdagangan global semakin gencar,” ucap Adhi Lukman kepada TEMPO.CO.

Terlebih lagi beberapa waktu yang lalu Indonesia mendapati kenyataan pahit, ketika kalah gugatan  Amerika Serikat dan Selandia Baru di Organisasi Perdagangan Dunia pada penghujung tahun lalu, perihal non-tariff barriers hasil pertanian dan peternakan.

Ini menandakan bahwa saat ini pelaku industri makanan dan minuman sudah tidak bisa sembarangan membuat kebijakan. Sebab ancaman gugatan semakin banyak, apalagi kedepannya Indonesia masih harus menghadapi gugatan dari Brasil.

Kendati begitu, ia tetap optimis, industri makanan dan minuman Indonesia masih bisa terus tumbuh. Minimal seperti tahun lalu yang mengalami peningkatan sekitar 8,2-8,5 persen, karena di tahun 2017 kondisi industri makanan dan minuman cukup mendukung.