kerajinan vinilKeyakinan menjadi modal dasar bagi seseorang untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha. Meskipun berbekal skill otodidak, namun dengan keyakinan kuat segala hal yang menjadi penghalang untuk berkembang akan bisa teratasi. Prinsip tersebut yang selama ini dijunjung tinggi oleh Bapak Hery Santoso (47) dalam menjalankan usaha pembuatan beragam produk dari aneka bahan baku. Mengawali usaha tanpa didukung skill yang memadai, bapak yang pernah merasakan menjadi seorang PNS tersebut mencoba menjalankan pembuatan produk berbahan baku kulit pada tahun 1988. Beberapa produk seperti tas kulit, dompet, dan sandal dikerjakan sesuai pesanan di rumahnya Tamanan Banguntapan Bantul.

Setelah industri kulit mengalami penurunan, Pak Hery mencoba mengalihkan fokus usahanya  dengan produksi natural handycraft. Menjamurnya usaha yang menekuni produksi natural handycraft membuat persaingan harga antar sesama pengrajin menjadi tidak sehat. Kondisi tersebut memaksa Pak Hery untuk berfikir keras mempertahankan usahanya agar tidak sampai gulung tikar seperti usaha sejenis. Alhasil, naluri bisnis Pak Hery sekali lagi diuji ketika beliau memutuskan untuk menjalankan produksi aneka box berbahan baku vinil.

box vinilTahun 2007 menjadi awal mula Pak Hery menjalankan usaha pembuatan box berbahan baku vinil. “Kebutuhan pasar yang tinggi, namun kapasitas produksi dalam negeri waktu itu masih sangat rendah menjadi alasan saya mencoba menekuni usaha berbahan baku vinil,” terang Pak Hery kepada tim liputan bisnisUKM. Saat ditemui di rumahnya Selasa (3/5), Pak Hery mengaku jika produk kreasinya tersebut sebagian besar untuk komoditas ekspor melalui 3 perusahaan trading yang saat ini menjalin kerjasama dengannya. “Untuk lokal, saya memasok produk untuk beberapa swalayan yang ada di Jogja, sementara untuk ekspor saat ini melayani permintaan dari negara Asia dan Eropa,” jelas Pak Hery.

Info produk Bisnis Kreasi Box

Berbagai jenis produk seperti box tissue, box buku, box parsel, box sampah, box perhiasan, hingga perabot rumah tangga yang berbahan vinil menjadi produk andalan yang dipasarkan selama ini. “Dalam satu minggu, minimal kami memproduksi 100 pcs box berbagai jenis,” kata bapak dua orang putri tersebut. Dibantu 10 orang tenaga produksinya, Pak Hery konsisten menggunakan vinil yang dianggapnya lebih tahan air dan jamur dibandingkan dengan produk berbahan baku natural. “Vinil itu memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk kelebihannya selain tahan air dan jamur vinil itu mudah diproduksi, warna dan ukurannya juga mudah disesuaikan, sementara untuk kekurangannya tidak bisa menggunakan sembarang lem, karena sekali melekat, lem tidak bisa dihilangkan,” jelas Pak Hery.

produk kerajinan vinilMenurut Pak Hery, dirinya tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku yang banyak ditemui di pasaran. Harga bahan baku vinil juga bervariasi tergantung kualitasnya. “Harga vinil berada pada kisaran 16.000/ m – 50.000/ m tergantung kualitasnya,” imbuh suami dari Ibu Parwiati tersebut. Bahan baku lain yang selama ini digunakan Pak Hery dalam berproduksi meliputi kerangka box (karton, triplek, dan MDF), lem, dan kain vooring. “Saat ini kami memiliki 25 jenis produk dengan desain kebanyakan dari pembelinya langsung,” tambah Pak Hery. Para pembeli terutama dari pihak asing biasanya datang langsung ke lokasi produksi Pak Hery untuk menawarkan desain dan diaplikasikan Pak Hery dalam bentuk produk jadi. Diakuinya untuk permintaan dari pihak asing produk yang dihasilkan harus benar-benar perfect dan disesuaikan antara ukuran serta fungsinya.

Untuk proses produksi aneka box miliknya diakui Pak Hery cukup sederhana. “Secara prinsip untuk proses produksi box tersebut hanya terdiri dari proses pemotongan, perakitam, penempelan, dan finishing, walaupun untuk proses finishing vinil tidak terlalu rumit karena hanya dibersihkan saja,” terang Pak Hery. Untuk harga yang ditawawarkan cukup terjangkau, berkisar Rp.15.000,00-Rp.250.000,00/ pcs. Dengan harga seperti itu, dalam sebulan Pak Hery bisa memperoleh omzet 30 juta dengan keuntungan 10-15 %. “Terus terang dari segi keuntungan tidak terlalu besar karena kami hanya memasok pabrik (perusahaan trading) saja, tidak secara aktif melakukan pemasaran ke berbagai wilayah,” tambah beliau.

proses produksi box vinilSecara umum, perkembangan usaha produksi box Pak Hery masih stabil dari segi permintaan. “Hidup itu tidak perlu muluk-muluk yang penting cukup, dan yang paling penting dalam menjalankan usaha kerajinan seperti ini adalah harga dan kualitas produk harus diperhatikan,” imbuh bapak yang memiliki toko klontong dan perikanan gurameh tersebut. Meskipun peralatan yang digunakan masih manual, namun Pak Hery selalu melakukan control kualitas sebelum barang-barang produksinya dipasarkan.

Di akhir wawancaranya, Pak Hery selalu menekankan untuk memulai menjalankan bisnis kerajinan yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat persaingan dan produksi barang. “Sebisa mungkin carilah barang yang masih langka di pasaran dan persaingan yang masih sedikit,” pesan Pak Hery. Tidak lupa, inovasi produk juga memiliki peranan penting dalam menjalankan usaha produksi kerajinan agar barang yang dihasilkan tidak mudah diduplikasi pihak lain.
Tim liputan bisnisUKM