Kabupaten Sidoarjo memiliki jenis lahan perikanan yang cukup luas, sehingga komoditi perikanan yang dihasilkan cukup besar terutama jenis ikan bandeng. Hal ini dapat dilihat pada tabel  di bawah.  Pada tabel  dapat terlihat komoditi bandeng yang dihasilkan Kabupaten Sidoarjo sangat melimpah, sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan daya simpan dan daya awet produk perikanan pada pasca panen. Hal ini bisa dilakukan melalui proses pengolahan maupun pengawetan terutama pada jenis ikan bandeng yang merupakan hasil komoditi perikanan terbesar di Kabupaten Sidoarjo.

Video Praktisi

Membuat Konsep Produk Coklat

tabel-e

Salah satu jenis usaha yang potensial untuk produk ikan adalah abon ikan bandeng. Abon merupakan salah satu produk hasil olahan dari bahan baku ikan. Adapun salah satu dari tujuan pembuatan abon adalah untuk memperpanjang umur simpan dari ikan. Limbah abon yang dihasilkan berupa tulang-tulang ikan dapat digunakan untuk pembuatan tepung ikan sehingga kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri ini juga dapat di minimalisir. Peluang pasar abon ikan bandeng sangat baik, mengingat tingkat persaingan yang masih rendah. Sehubungan dengan hal tersebut,diperlukan analisis studi kelayakan tentang pendirian industri pengolahan abon ikan bandeng.

Tahapan proses pembuatan abon ikan bandeng adalah sebagai berikut :

BAHAN

  1. Ikan bandeng (2 kg)
  2. Bawang merah (1 ons). Sebanyak 3/4 dari bawang ini dijadikan     bawang goreng.
  3. Bawang putih (0.4 ons)
  4. Bubuk ketumbar secukupnya
  5. Lengkuas
  6. Daun salam
  7. Sereh
  8. Gula pasir secukupnya
  9. Asam Jawa secukupnya
  10. Santan kental 0.2 lt

PERALATAN

  1. Pisau dan telenan. Alat ini digunakan untuk menyiangi dan memotong ikan bandeng.
  2. Penggiling bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu sampai halus.
  3. Wajan. Alat ini digunakan untuk menggoreng abon.
  4. Pemarut. Alat ini digunakan untuk memarut kelapa.
  5. Peniris sentrifugal. Alat ini digunakan untuk mengeluarkan minyak dari abon panas yang baru digoreng.
  6. Alat press. Alat ini digunakan untuk memeras abon panas sehingga minyaknya keluar.

CARA PEMBUATAN

  1. Penyiangan ikan bandeng. Ikan bandeng disiangi. Jeroan, tulang dan kepala dibuang. Setelah itu ikan dipotong-potong dan dicuci bersih.
  2. Penyiapan suiran ikan. Potongan ikan bandeng yang telah dicuci bersih dikukus selama 1 jam. Setelah dingin tulang ikan dibuang, kemudian disuir-suir dan ditumbuk dengan pelan-pelan sehingga berupa serat-serat halus.
  3. Penyiapan bumbu dan santan. Lengkuas dan sereh dipukul-pukul sampai memar. Bawang merah(1/4 ons), bawang putih dan ketumbar digiling halus, kemudian ditumis. Setelah agak harum,ditambahkan santan kental, lengkuas, asam jawa, gula, daun salam dan sereh. Pemanasan diteruskan sampai mendidih dan volume santan tinggal setengahnya.
  4. Pemasakan abon: 1.  Suiran dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam santan mendidih. Sementara itu, api dikecilkan sekedar menjaga santan tetap mendidih. Pemanasan yang disertai pengadukan dilakukan sampai suiran ikan menjadi setengah kering. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon lembab ikan. 2. Abon lembab ikan bandeng diangkat, kemudian digoreng di dalam minyak panas (suhu 170 derajat celcius) sampai garing (bila diremas berkemersik).
  5. Penirisan. Abon panas yang baru diangkat dari minyak harus segera ditiriskan. Penirisan dianjurkan dengan menggunakan alat peniris sentrifugal, alat pres ulir, atau pres hidrolik.Setelah ditiriskan dengan alat peniris sentrifugal, atau alat pres, abon dipisah-pisahkan.
  6. Pencampuran dengan bawang goreng. Abon yang telah ditiriskan dicampur dengan bawang goreng. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon ikan bandeng.
  7. Pengemasan. Abon ikan bandeng dikemas di dalam kemasan yang tertutup rapat. Kantong plastik merupakan salah satu kemasan yang cukup baik digunakan untuk mengemas abon.