Live Shopping, Era Baru Promosi Produk

Live shopping adalah aktivitas ketika penjual melakukan siaran belanja secara langsung. Konsumen, yang dapat disebut juga sebagai penonton, dapat berkomunikasi tentang produk yang dijual, mulai dari harga hingga bahan yang digunakan. Dalam paltform yang disediakan, penjual dapat menjelaskan secara langsung produk yang dijual. Konsumen juga bisa memberikan timbal balik dengan mengajukan pertanyaan tentang poduk lebih jauh.

Siaran belanja ini biasanya tidak berlangsung lama, penjual memberikan batas waktu tertentu. Jadi proses menjual-membeli berlangsung dalam waktu yang cepat dan singkat. Kelebihan lain dari live shopping adalah produk yang dijual jadi lebih beragam.  

Komunikasi yang biasanya tercipta ketika konsumen dan penjual bertemu di toko offline bisa dikaver dengan keberadaan live shopping. Belanja online secara langsung adalah cara baru pelaku usaha membangun interaksi dengan konsumen.

Fenomena live shopping adalah konsekuensi dari meningkatnya aktivitas warga di internet ditambah pandemi yang berlangsung lebih dari satu tahun. Menurut data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), sepanjang 2020 aktivitas berbelanja online masyarakat Indoneisa mengalami peningkatan antara 25% hingga 30%.

Data di atas bisa digabungkan dengan data dari laporan Digital 2021 yang menyatakan 98.5% pengguna internet punya kecenderungan menonton video. Angka yang besar berarti kesempatan untuk menjadikan aktivitas live shopping sebagai peluang untuk mengenalkan produk usaha.

Platform Berlomba Sediakan Fitur Live Shopping

Menurut perhitungan, penonton video live di media sosial tumbuh mencapai 113% setiap tahunnya. Hal ini menunjukan adanya pergeseran pola perilaku konsumensen terutama di media sosial. Sekarang ini,  penjelasan dalam bentuk veido lebih banyak dinikmati, dibanding tulisan. Untuk memperkuat basis penjualan sekaligu memenuhi kebutuhan masyarakat di internet, banyak platorm yang berlomba sediakan fitur live shopping ini.

Live streaming untuk menjajakan produk jualan adalah strategi marketing baru yang belum banyak dijajal oleh pelaku usaha. Kegiatan ini menggabungkan tiga hal: promosi, interaksi dan transaksi. Platform marketplace pertama yang menjajal cara ini adalah Lazada pada 2019. Platform ini juga mencoba untuk mengembangkan belanja streaming di tengah pandemi. Hasilnya penjualan meningkat hingga 45% .

Langkah Lazada diikuti oleh marketplace lain seperti Shoppe, Bukalapak hingga Tokopedia. Apakah hanya tiga platform digital tersebut yang menggunakan konsep live shopping? Tentu tidak. Baik instagram dan facebook memiliki fitur ‘live’ yang bisa juga dimanfaatkan untuk  mengadakan live shopping. Dengan semakin banyak platfomr digital yang ikut dalam skema bisnis ini, maka dapat dipastikan daya beli masyarakat juga akan meningkat.

Pelaku usaha harus mampu melihat produk apa saja yang saat in sedang ‘in’ di masyarakat. Sepanjang 2020 misalnya, tren live streaming yang paling banyak diminati adalah produk kecantikan, baru setelah itu diikuti oleh produk kesehatan di nomor dua. Data ini bisa jadi kesempatan bagus bagi pelaku usaha UMKM  untuk mengembangkan usahanya sekaligu usaha untuk ikut dalam eksosistem digital.

Keuntungan Live Shopping

Bagi pelaku usaha, keuntungan dari memanfaatkan sistem live shopping adalah kamu dapat mengukur antusiasme masyarakat terhadap produkmu. Jumlah penonton termasuk yang menawar muncul langsung di sidebar. Selain itu, penjual juga mendapatkan timbal balik dalam bentuk komentar. Komentar tersebut bisa jadi masukan dan kritikan bagi penjual.

Keuntungan kedua, cara belanja seperti ini menciptakan interaksi yang lebih personal antara penjual dengan pembeli. Penjual bisa membawa suasana live shopping lebih hidup dengan melemparkan lelucon, sehingga kegiatan belanja tidak terasa membosankan.

Selanjutnya, penjual punya banyak opsi ketika menampilkan produk jualan. Penjual bisa menggunakan tempat atau cerita yang berbeda setiap live shopping. Dengan begitu penonton akan mendapatkan suasana baru ketika live shopping.

Keuntungan keempat, konsumen dapat melihat secara langsung barang yang dijual. Jika berjualan secara online, kesulitan konsumen adalah mereka-reka bagaimana bahan, warna hingga ukuran produk yang ditawarkan. Lewat live shopping, pembeli bisa meminta penjual memperlihatkan detail produk.

Selain itu live shopping akan membantumu menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus meningkatkan pengikut akunmu. Semakin terkenal live shopping dan barang jualanmu, maka engagement yang kamu dapatkan juga semakin besar. Maka live shopping merupakan kesempatan untuk mengenalkan toko onlinemu secara luas.

Konsep Jadi Kunci Agar Live Shopping Ramai

Bisakah seseorang langsung mengadakan live shopping? Jawabannya aadalah bisa. Namun pertanyaan selanjutnya, apa yang ingin diraih dari live shopping itu sendiri? Pelaku usaha harus memiliki tujuan pasti ketika ingin mempromosikan produknya. Oleh karena itu, memulai live shopping pun harus punya konsep yang jelas.

Ada beberapa catatan penting bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan fitur ini dalam mengenalkan produknya:

1. Tujuan Live Streaming Jelas

Bahkan ketika mengadakan siaran belanja, pastikan kamu punya tujuan jelas supaya banyak orang tertarik. Tujuan dibentuk dari tema yang ingin kamu ambil. Misal minggu ini kamu ambil tema thrift shop, maka tujuanmu adalah menjual baju-baju second yang berkualitas tinggi. Bagi konsumen yang ingin membeli baju berkualitas dengan harga terjangkau tentu akan sangat tertarik.

2. Buat Publikasi Jauh-Jauh Hari

Perencanaan yang matang adalah kunci dari keberhasilan live shopping. Buat publikasi beberapa hari sebelumnya. Masukkan konsep kegiatan, jam live siaran belanja, serta jenis produk yang ingin dijual. Dengan begitu pentonton yang hadir dalama siaran adalah konsumen potensial.

3. Gunakan Latar Video yang Baik

Pencahayaan adalah kunci ketika kamu membuat video live. Dengan pencahyaan yang baik, penonton juga bisa melihat produk secara lebih jelas. Kamu bisa memberikan gambaran warna dan bentuk produk yang pas dengan cahaya yang cukup. Selain itu, latar belakang video yang baik akan menampilkan kesan dirimu yang menarik juga.

4. Bangun Interaksi

Salah satu perbedaan antara belanja online dan offline adalah interaksi. Hadirkan pengalaman komunikasi dengan konsumen yang menarik. Selain penjelasan yang cukup, kamu juga bisa membangun keakraban dengan penonton lewat candaan-candaan yang sederahan. Jadi live shoppingmu tidak membosankan ya.

5. Dari Diskon hingga Promosi

Tidak ada salahnya memberikan diskon kepada konsumen kan? Kalau kamu baru saja membuka usaha, dikson dan promo bisa jadi kunci untuk mengenalkan produkmu lebih luas nih. Selain itu promosi dan diskon bisa menarik pengunjung untuk datang keakunmu.

Sebagai catatan, tidak perlu terus-menerus mengadakan diskon dan promosi. Adakan saja beberapa waktu sekali, beri jangka waktu, dan jangan lupa evaluasi agar kamu tahu seberapa jauh efek keduanya dalam perjalanan usahamu.

Jangan lupa juga ketika melakukan live shopping, kamu bisa melakukan tanya jawab dengan penonton. Dari situ penonton akan mendapat penjelasan lebih panjang, kamu juga bisa membangun interaksi yang baik dengan calon konsumen potensial.

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha UMKM lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment