Perkuat Digitalisasi UMKM Sekarang, Apa Keuntungannya?

Digitalisasi UMKM menjadi semakin relevan karena penggunaan gawai di kalangan masyarakat, terutama selama pandemi, meningkat tajam. Digitalisasi yang dimaksud di sini adalah fokus penjualan secara daring (online) dan tidak hanya mengandalkan interaksi fisik atau tatap muka (offline). Strategi memusatkan penjualan secara online ternyata membuat UMKM bisa bertahan selama krisis. Menurut data, 42% pemilik usaha berhasil meningkatkan penjualan dengan menggunakan media sosial sebagai lahan promosi.

Peluang besar digitalisasi UMKM dapat dilihat dari fakta bahwa pada beberapa kelompok masyarakat, kecenderungan untuk melakukan pembayaran secara nontunai (cashless) selama pandemi naik sekitar 33,8%. Diprediksi tren penggunaan nontunai akan tetap besar di tahun-tahun selanjutnya. Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan momen ini dengan mulai menggencarkan penggunaan platform digital sebagai tempat berjualan.

Untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang sejalan dengan perkembangan teknologi, pemerintah juga mengadakan beberapa program. Poin utama dari program ini adalah pelatihan UMKM yang fokus pada pengembangan pemasaran secara online. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa di tahun-tahun selanjutnya UMKM memang didorong ke arah pembentukan ekosistem digital. Agar lebih jelas, yuk simak platform digital yang bisa kamu manfaatkan sekaligus keuntungannya!

Perkuat Digitalisasi UMKM Sekarang, Apa Keuntungannya
mediaindonesia.com

Manfaatkan Market Place

Mulai tahun 2020, pola perilaku konsumen ketika berbelanja mengalami perubahan. Banyak kelompok masyarakat mulai terbiasa mengakses produk lewat aplikasi marketplace, termasuk untuk pemenuhan barang kebutuhan sehari-hari. Digitalisasi UMKM bisa dimulai dengan kamu bergabung di marketplace sebagai cara untuk menjangkau pelanggan lebih luas.  Data sekarang mencatat, dari 64 juta pelaku usaha UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang tergabung dalam marketplace.

Ada beberapa keuntungan yang kamu dapat ketiga bergabung dengan Market Place:

Tidak Perlu Modal Besar

Kalau kamu tidak memiliki anggaran untuk membangun toko online maupun menyewa tempat untuk toko offline, market place bisa jadi jalan keluar. Cara pendaftarannya pun mudah, cukup dengan menggunakan data pribadi tanpa perlu izin usaha jika bisnismu masih kecil. Kamu mungkin akan dikenai biaya ‘sewa’ dari pihak marketplace terutama jika kamu ingin menjadi ‘star seller’, tapi biayanya tidak sebesar kalau kamu menyewa tempat secara offline. Pembayaran per penjualan produk juga sama dengan harga yang sudah ditetapkan, tanpa potongan apapun.

Mudah Memantau Perkembangan Bisnis

Marketplace punya fitur yang digunakan untuk memantau perkembangan bisnismu. Fitur insight ini akan memperlihatkan data pengunjung toko, berapa jumlah orang yang membeli produkmu, seberapa tingkat intensitas komunikasi, hingga efektifitas kerjamu  sebagai pengelola.

Selain itu, ada fitur pemberian bintang sebagai bentuk interaksi konsumen dengan penjual. Kinerjamu dapat dilihat dari berapa jumlah bintang yang kamu dapat, semakin besar pemberian bintang maka berarti konsumen semakin puas dengan pelayanan dan produkmu.

Konsumen Sudah Tersedia

Marketplace adalah pertemuan anatar penjual dengan konsumen, artinya tempat ini sudah didesain untuk mereka yang datang dengan tujuan berbelanja. Konsumen yang banyak dan beragam ini bisa menjadi keuntungan, dan di sisi lain menjadi tantangan, karena dalam prinsip ekonomi semakin banyak supplai maka harga akan ikut turun. Maka akan muncul persaingan harga antar penjual untuk jadi yang paling murah.

Buka Akun Bisnis di Instagram

Instagram menjadi salah satu platform yang paling cepat untuk mengenalkan produkmu. Sebanyak 63 juta penduduk Indonesia memasang aplikasi ini di gawai mereka. Salah satu fitur Instagram yang dapat kamu manfaatkan adalah akun bisnis, dengan beberapa keuntungan sebagai berikut:

a. Memberi metrik secara realtime tentang kinerja postingan, cerita, dan iklan sepanjang hari.

b. Melihat detail informasi terkait pengikut dan bagaimana interaksi mereka pada postingan bisnismu

c. Memberikan tempat untuk menaruh kontak seperti email, lokasi, hingga nomor telepon.

d. Kamu dapat menaikan produkmu di halaman depan dengan membayar pihak Instagram untuk mempromosikan postinganmu di aplikasi.

Berbeda dengan marketplace, pengguna instagram tidak melulu memiliki motivasi belanja ketika membuka aplikasi satu ini. Sebagian besar pengguna justru menggunakannya untuk melihat postingan teman atau kerabat. Oleh karena itu, kau perlu membangun interaksi dengan para pengikut supaya semakin banyak orang yang tertarik untuk melihat postingan produkmu.

Membuat konten instagram tidak bisa sembarangan, dua poin yang perlu ditekankan ketika membuat postingan adalah visualisasi dan narasi. Kedua unsur saling melengkapi, dengan foto yang bagus dan jelas maka gambaran yang diterima pengguna juga kan baik. Narasi digunakan untuk memperjelas produkmu, mulai dari jenis, bahan yang digunakan, dan lain-lain. Kamu juga bisa membangun interaksi dengan calon konsumen lewat pertanyaan-pertanyaan, dan lain-lain.

TikTok Bantu Perkuat Penjualan

Digitalisasi UMKM juga bisa dilakukan melalui media baru satu ini. Kamu bisa memanfatkan TikTok for Business agar pemasaran lebih maksimal. Dengan jumlah pengguna mencapai 30.7 juta kamu bisa secara leluasa mengenalkan produkmu lewat video berdurasi satu menit. Dalam peluncuran fitur ini pada 2020, TikTok For Business memang diluncurkan salah satunya untuk mempermudah UMKM go digital.

Fitur TikTok for Business yang dapat kamu manfaatkan adalah:

a. Creative tools

Serangkaian tool yang memungkinkan pemasaran secara kreativitas. Di sini kamu dapat mengenalkan produkmu, atau menceritakan perjalanan pengemasan produk yang nanti dipoles dengan layanan Video Creatin Kit, Smart Video Soundtrack, dan TokTok Adstudio.

b. Flexible budgets

Kamu selaku pelaku usaha bisa mengiklankan produk sesuai dengan anggaran yang kamu punya. Iklan tersebut nantinya akan muncul di For Your Page (fyp). Dengan begitu, berbagai jenjang bisnis dapat mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenalkan produknya.

Dengan layanan ini kamu punya kesempatan untuk meningkatkan penonton videomu, pengunjung website, atau menaikkan pengikut. Biaya minimal yang perlu kamu keluarkan dalam sehari adalah Rp15.000, semakin besar biaya yang dianggarkan, maka akan semakin besar audiens yang melihat produkmu.

c. Performance targeting

Produkmu ingin menyasar siapa? kamu bisa pilih berdasarkan gender, tema produk, dan jenjang umur. TikTok akan menghubungkanmu dengan penonton yang match dengan isi produkmu.

d. Augmented Reality

Supaya video bisnismu semakin menarik, gunakan fitur Augmented Reality (AR) yang dapat memberi realitas tambahan.

Kuliner Rumahan, Bergabunglah di Layanan Pesan-Antar

Tidak memiliki anggaran lebih untuk membuka toko online? Solusi bagi kuliner UMKM adalah dengan bergabung  dengan layanan pesan antar. Pada tahun 2021, diprediksikan bahwa usaha kuliner rumahan akan meningkat dengan jumlah konsumen yang bertambah. Untuk mempermudah pelanggan memesan makanan, kamu bisa mendaftarkan usahamu ke dalam aplikasi ini.

Mari kita data beberapa keuntungan yang akan kamu dapatkan jika bergabung dengan aplikasi ini:

1. Jangkauan konsumen lebih luas.

Biasanya ada jarak dan minimal order jika jangkauan pemesanan sangat jauh, dengan tergabung dengan layanan pesan antar, sudah ada kurir yang mengantar langsung kepada pelanggan. Jadi kamu dapat menambah daftar pelanggan sekaligus memudahkan urusan pengiriman makanan.

2. Membantu mengenalkan UKM kuliner baru.

Jika kualitas makanan dan pelayananmu baik, aplikasi ini dapat memasukkanmu ke dalam fitur suggest atau restoran yang direkomendasikan. Ini memperlebar kesempatanmu untuk memperoleh keuntungan, karena kamu bisa membuka pesanan dari lingkungan sekitar dan pesanan dari jarak jauh tanpa perlu repot-repot melakukan promosi.

Nah di atas adalah beberapa pilihan aplikasi untuk digitalisasi UMKM, yang oleh Pemerintah diberi slogan #UMKM go digital. Sekarang ini perubahan pola perilaku konsumen terjadi dalam waktu yang singkat. Dengan penggunaan teknologi yang masif, diharapkan UMKM juga siap beradapatasi dengan platform digital. Tentu ada keuntungan dan tantangan yang akan dihadapi pelaku usaha UMKM, tetapi setiap bisnis memang harus melalui trial dan eror sebelum sukses.

Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk membagikannya kepada teman-teman yang lain, supaya semakin banyak UMKM yang go digital. Sekarang, apakah kamu sudah siap untuk memiliki toko digital sendiri?

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha UMKM lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment