Payung Hias dari Juwiring

payung-hias-khas-juwiringMendengar nama kecamatan Juwiring, rasanya memang tidak pernah terlintas kekayaan dan keunikan didalamnya. Tidak ada yang unik saat hanya menyebut nama lokasi tersebut, tanpa menyusuri secara dalam rekam jejak kultural didalamnya.

Juwiring adalah salah satu kecamatan di kabupaten Klaten yang keberadaannya menarik, karena menjadi sentra pengrajin payung hias sebagai perangkat upacara, peneduh dari terik matahari atau hujan dengan bahan baku bambu.

Para pengrajin umumnya tinggal di desa Kewarasan, Tanjung dan Kaniban. Ketiga desa tersebut memiliki warga yang tergantung dengan usaha kerajinan payung.

Kerajinan payung hias ini merupakan seni warisan pada era 1800-an, para pengrajin menjadikan payung hias sebagai tulang punggung ekonomi dan pernah menjadi bagian utama dalam kehidupan di tiga desa tersebut.

Usaha kerajinan payung hias Juwiring tersebut masih ada tanda-tanda kehidupan. Langganan masih ada dimana-mana termasuk langganan besar, keraton Solo dan keraton Yogyakarta.

Tinggal 11 Pengrajin
Waktu kadang menjadi penanda kehancuran, degup kemajuan mulai menggerus kerajinan payung hias Juwiring. Pelan-pelan payung produksi pabrik besar mulai menggerogoti keberadaannya.

Sisa-sisa kedigdayaanya masih terasa di tiga desa tadi, meski tak semarak beberapa tahun silam, kini hanya tinggal 11 perajin. Kemana lainnya? Sebagian besar banting setir menjadi pedagang dan petani atau pengrajin sangkar burung.

Salah seorang pengrajin mengatakan bahwa alasan utama dia masih bertahan adalah karena merasa warisan leluhur yang harus diteruskan dan dilestarikan. Kepercayaan keraton menjadi spiritnya.

Pemilik sanggar payung wisnu mengaku saat ini masih mampu memproduksi 300 unit per bulan, dengan harga berkisar antara 50.000-3,5 juta/unit. Harga per unit tergantung dari ukuran, kalau yang kecil biasanya di jual per kodi dengan harga 100.000. Karya seni asal Klaten ini pun melanglang sampai Bali bahkan menjadi bagian utama dalam ritus Ngaben. Tak ada payung Juwiring ritus itu tak lengkap.

Ada juga pengrajin yang menggunakan bahan dasar kertas semen dalam membuat payung hias, meski rangkanya tetap menggunakan bambu. Seminggu mereka bisa menghasilkan lima kodi.

Proses pembuatan payung hias cukup sederhana, proses paling rumit hanyalah saat memberi ornamen atau melukis bagian atas payung yang terbuat dari kertas semen. Tetapi beberapa pengrajin lebih sering memasarkan payung buatannya tanpa hiasan. Produk tanpa hiasan biasanya dipakai oleh produsen besar.

Meski keberadaanya mulai terpinggirkan, juwiring tetaplah memiliki sebuah catatan sejarah. Bahwa di wilayah ini dulu amat beken dengan payung hiasnya.

Data dan fakta
1.   Warisan seni budaya sejak 1800
2.   Tiga desa di Juwiring masih memproduksi payung hias
3.   Produksi masih dipesan Keraton Jogja dan Solo
4.   Ritus ngaben di Bali tak lengkap tanpa payung Juwiring
5.   Tinggal 11 perajin karena banyak yang beralih profesi

Sumber gambar : Jabar.go.id

30 Komentar

  1. Mohon minta contact pengrajin payung dari juwiring..
    Sy dari bali,, sy tertarik utk memasarkan di daerah bali.. Ini no hp sy 082144728444

  2. saya adalah pengrajin PAYUNG WISNU (payung hias)
    silakan hub:081329061161,085867918577.
    terimakasih atas kerja samanya…….

    • kalo yang kecil ukuran diameternya berapa ?
      saya mau pesan yang kecil yang belum di lukis untuk di jual lagi
      harganya berapa per kodinya ?
      terima kasih

  3. semoga model model payung yang yang dulu diciptakan bapak kami dapat bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi ladang amal bagi bapak kami disisiNYA….
    Bapak kami adalah pemilik dan pencipta “Payung WISNU” payung kreasi baru yang sekarang banyak beredar di pasaran,yang saat ini masih dilanjutkan kakak kami…

  4. kak,.. saya minta no.tlp pengrajin payungnya yg bs saya hubungi ya kak, saya berminat membantu memasarkannya disini.. makasi ya kak, contact person saya di 085250008850 / 05417799035.

  5. hi.. boleh minta contact pengerajin payung nya..

    supaya saya bisa pesan..

    mohon di info ya.. by email : grace.nathalia@gmail.com

    Thank’s

    regards,
    grace

  6. Saya mau beli lusinan harganya berapa ya? bisa email ke saya tidak ya harganya..saya buat jual lagini…buat cari makan….
    Terima Kasih atas perhatiannya…& GBU…..

  7. Dimana dapat memperoleh rumbai brayen (hiasan pinggiran payung) cap truck atau yang lain
    Produsen nya dan alamat, no telp
    Terimakasih

  8. mohon di infokan contact person dan alamatnya pengrajin
    ada rencana kami untuk memesan dalam jumlah banyak
    bisa hubungi kami di :
    0878 6021 4470

    makasih

  9. mohon info nomor telp pengrajin,dan alamatnya sy mau pesan untuk acara bazar di sekolah anak saya terimakasih Hp 44665541 rmh 7405168

  10. Mohon info nomor tlp pengrajin payung hias . karna kami butuh beberapa payung hias untuk dekorasi kami …..
    oh ya… bisa request tangkainya lebih panjang ya…..
    telp. 0761 7718291
    hp 081275531929 / 08197669127

    mohon infonya
    trims

  11. Mohon info no telp pengrajin maupun alamat yng bisa dihubungi untuk produsen payung hias tersebut saya mau beli cukup banyak…..
    Achmad Mirza
    081330087557
    03191388557

  12. tolong minta alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi… tolong dijawab ke email saya ya..terima kasih banyak….saya tunggu segera

  13. saya memerlukan nomor kontak perajin yang menjual payung juwiring. saya perlu payung juwiring untuk kelompok tari kami. terimakasih

  14. tolong minta no telp pengrajinnya….saya perlu banget karena stok payung pengantin habis

Comments are closed.