Inspirasi Bisnis, Video UKM

Seni Aplikasi Perca Batik Kreasi Hijau Jalan Terus

kaos perca batikMembicarakan kreasi kerajinan batik memang seakan tak pernah ada habisnya. Tidak hanya kain batiknya saja yang sekarang ini banyak diburu para konsumen, namun kain percanya pun bisa dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk beragam jenis kebutuhan. Salah satunya saja seperti Wanti Wintolorini (29) yang belakangan ini mulai menginovasikan kain perca batik menjadi karya seni baru yang bernilai jual cukup tinggi di pasaran.

Mengusung “Hijau Jalan Terus” sebagai brand produknya, Rini yang ditemui tim bisnisUKM pada Selasa (18/12) di kediamannya yang berlokasi di daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta, mengungkapkan bahwa satu tahun belakangan ini Ia mulai aktif memproduksi kerajinan tangan unik dari bahan perca batik.

Ketika ditanya mengenai apa itu “Hijau Jalan Terus”? Rini mengungkapkan bahwa Hijau Jalan Terus adalah rumah produksi dari aplikasi perca batik yang sampai saat ini mengkhususkan untuk memproduksi aplikasi perca batik pada kaos. “Saat ini kami memproduksi kaos anak-anak dengan karakter sesuai dengan kesukaan anak, namun tidak menutup kemungkinan untuk memproduksi kaos dengan motif remaja, dan ada juga produk lain seperti misalnya kerudung, taplak meja, atau gorden, selain itu kami juga menerima pesanan yang rata-rata kami layani made by order sesuai dengan gambar dan nama yang diinginkan anak,” ungkap ibu satu putra tersebut.

kaos aplikasi batikSebelum aktif merintis usaha kerajinan aplikasi perca batik ini, awalnya Rini bekerja sebagai seorang pengajar TK dan Play Group. Namun ketika Ia hamil, Rini memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan mengisi waktu luangnya dengan belajar menjahit dan membuat kerajinan tangan dari perca batik. “Keterampilan tangan saya sangat suka, meskipun saya tidak ada background sama sekali untuk jahit menjahit, konveksi, ataupun fashion, tapi saya belajar otodidak dan belajar dari pengalaman dulu semasa sekolah ada pelajaran jahit menjahit kemudian saya membaca buku untuk meningkatkan kualitas, disamping itu saya juga sangat mencintai dunia anak sehingga saya senang ketika produk saya dipakai anak-anak” ujarnya.

Memanfaatkan bahan kain perca batik dari para pengrajin batik di sekitar Yogyakarta, setiap bulannya Rini bisa memproduksi sekitar 120 pcs kaos dengan kisaran harga mulai dari Rp38.500,00 sampai dengan Rp64.000,00 sesuai dengan ukuran dan desain aplikasi yang diinginkan konsumen. Biasanya untuk desain aplikasi Rini mendapatkan inspirasi dari buku, browsing di internet, atau membuat sketsa sendiri secara spontan. “Saya selalu menggunakan perca batik yang kualitasnya terjamin, tidak luntur dan ketika dicuci dengan cara apapun masih tetap awet dan kuat karena jahitan saya kuat dan rapi di dalam serta di luarnya,” jelas istri Ginanjar Dimas Agung.

Sedangkan untuk pemasaran produk, awalnya Rini hanya memproduksi sendiri untuk anak-anaknya dan ternyata banyak saudara dan teman yang tertarik dengan kaos aplikasi batik tersebut hingga kemudian mereka memesan dan menginformasikannya dari mulut ke mulut. Selain itu, Rini juga menggandeng beberapa reseller, serta aktif mengikuti beberapa pameran dan memanfaatkan media online seperti misalnya facebook, blog, dan lain sebagainya untuk memasarkan produk-produknya. Untuk jangkauan pasar, Rini mengungkapkan bahwa sampai hari ini produknya sudah menjamah pasar Riau, Subang, Klaten, Jakarta, Kalimantan, dan lain sebagainya.

SENI APLIKASI PERCA BATIK KREASI HIJAU JALAN TERUS

Dibantu oleh empat orang tenaga kerja yang Ia rekrut dari ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitarnya, saat ini bisnis Hijau Jalan Terus bisa mengantongi omzet sekitar Rp 300.000,00 sampai Rp 1 juta Rupiah setiap bulannya. Meskipun dalam menjalankan bisnis kerajinan kaos perca batik ini banyak kendala yang dihadapi, namun alumni Filsafat UGM angkatan 2001 ini terus optimis untuk membesarkan usahanya. “Kendala yang sering saya alami sampai saat ini yaitu kendala manajemen waktu karena sebagai seorang ibu rumah tangga dengan anak yang masih balita (2 tahun), untuk mengatur waktu memaksimalkan usaha ini masih sangat kurang,” katanya.

Di akhir pertemuannya dengan tim bisnisUKM, Rini berharap agar bisnisnya Hijau Jalan Terus bisa berkembang sesuai dengan namanya yang menyimpan makna agar bisa terus berjalan dan tumbuh serta berkembang sesuai dengan logo gambar pohon yang Ia gunakan. “Ketika usaha saya berkembang lebih besar, saya akan lebih banyak merangkul ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar saya dan kalau lebih besar lagi bisa bekerjasama dengan pihak-pihak yang tertarik dengan bisnis seperti ini agar saya bisa memberdayakan wanita-wanita yang ada di sekitar saya,” harapan Rini untuk bisnisnya.

Tim liputan bisnisUKM

SHARE YUK!