Kain Perca Batik, Bisa jadi Tas Cantik

tas perca batik

Wah…memang batik tak pernah mati gaya, tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian saja tetapi juga bisa dijadikan berbagai macam kerajinan. Misalnya saja tas perca dari kain batik. Sisa kain batik yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian ternyata juga bisa dimanfaatkan menjadi sebuah tas cantik yang diminati para wisatawan yang berkunjung ke kota Yogyakarta.

Konsumen
Tas batik banyak dijadikan sebagai oleh – oleh para wisatawan yang berkunjung di kota Jogja. Selain para wisatawan,tas perca batik juga digemari para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tinggal di kota pelajar dan sekitarnya.

Info bisnis
Meningkatnya minat para konsumen akan batik, menjadi salah satu peluang dalam menjalankan usaha ini. Tas batik yang terbuat dari potongan – potongan kain perca batik yang disambung dengan jahitan yang unik, ternyata diminati banyak konsumen. Kecantikan yang dimiliki tas batik mampu menarik para wisatawan, sehingga menjadikan tas batik sebagai salah satu pilihan oleh – oleh khas dari Jogja. Berbagai bentuk tas, dari mulai tas cewek dengan berbagai ukuran, tas ransel, hingga tas laptop pun terlihat cantik walaupun terbuat dari kain perca.

tas batik

Selain kecantikan beragam warna dan corak batik yang tergabung pada tas tersebut, produk tas perca batik juga memiliki harga yang relatif murah. Untuk produk tas cewek biasanya dihargai antara Rp 15.000,00 hingga  Rp 25.000,00. Sedangkan untuk tas ransel berkisar antara Rp 30.000,00 sampai 45.000,00, dan tas laptop dibandrol dengan harga Rp 50.000,00. Dengan harga yang dipatok, pemasaran tas perca batik tidaklah susah. Produk tersebut laris manis di pasaran, terutama di tempat – tempat wisata seperti yang ada di Malioboro.

Kelebihan bisnis
Bisnis kerajinan kain perca merupakan bisnis dengan modal kecil, hanya bermodalkan kain perca batik yang mudah didapatkan saja bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Dari potongan kain batik yang tidak berharga, bisa diciptakan kerajinan tas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu keunikan tas perca batik juga digemari banyak konsumen lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah. Sehingga peluang mendapatkan keuntungan besar, sangat terbuka lebar.

Kekurangan bisnis
Seiring dengan berkembangnya permintaan pasar akan tas perca batik, saat ini banyak bermunculan pengrajin tas tersebut. Sehingga persaingan bisnis antar pengrajin, sudah sangat ketat.

Pemasaran
Untuk memasarkan produk tas perca batik, biasanya para pengrajin menitipkannya di kios – kios kerajinan yang ada di sekitar lokasi wisata. Selain itu para pengrajin juga menitipkan tas perca batik di beberapa toko batik, atau pasar tradisional yang menjual batik ( misalnya saja di pasar Bringharjo. Bahkan ada beberapa pengrajin yang sengaja mengikuti berbagai pameran kerajinan, untuk mengenalkan tas perca batik kepada khalayak ramai. Tak heran jika saat ini tas kerajinan batik banyak digunakan masyarakat baik di Jogja maupun di luar Jogja.

Para pengrajin juga banyak yang memasarkan produknya melalui media online, seperti menggunakan blog dan website untuk membuka toko online. Sehingga konsumen banyak konsumen dari luar daerah yang memesan produk tersebut, ada pula yang memesan dan dipasarkan kembali di daerahnya. Ini sangat menguntungkan para pengrajin batik, karena pemasaran produknya semakin meluas dan permintaan pasar juga semakin meningkat.

Kunci sukses
Kunci kesuksesan dalam menjalankan bisnis kerajinan yaitu peningkatan kreativitas dan selalu memberikan inovasi baru bagi produknya. Ini sangat diperlukan guna menumbuhkan minat masyarakat dan menjadi salah satu cara untuk memenangkan persaingan pasar.

Dengan kreatifitas yang dimiliki para pengrajin tas batik, kain perca batik bisa jadi tas cantik. Bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha kreasi kain perca batik, berikut kami berikan analisa ekonomi yang dapat dijadikan sebagai gambaran usaha tersebut.

Analisa Ekonomi

Modal Awal
Mesin jahit                                 Rp 2.000.000,00
Peralatan                                   Rp   200.000,00
Bahan –bahan`                               Rp   500.000,00+
Total                                       Rp 2.700.000,00

Biaya operasional
Gaji karyawan                               Rp  500.000,00
Perawatan mesin jahit                       Rp  100.000,00
Bahan kain perca batik                      Rp  200.000,00
Bahan lain
(benang, ritsleting, spon, vuring, dll)     Rp  200.000,00
Listrik                                     Rp  100.000,00
Transportsi dan komunikasi                  Rp  100.000,00
Biaya iklan                                 Rp  100.000,00+
Total                                       Rp 1.300.000,00

Omset per bulan
Rp 15.000,00 x 20 tas srempang              Rp   300.000,00
RP 25.000,00 x 20 tas besar                 Rp   500.000,00
Rp 40.000,00 x 20 tas ransel                Rp   800.000,00
Rp 50.000,00 x 15 tas laptop                Rp   750.000,00+
Total                                       Rp 2.350.000,00

Laba bersih per bulan
( Rp 2.350.000,00 – Rp .1300.000,00 )    =  Rp 1.050.000,00

Sumber gambar : Tim Bisnis UKM

19 Komentar

  1. q pengen ikut pelatihan atau info-info mengenai cara memproduksi dengan tangan kita sendiri . . .
    mkasi

  2. Ada yang tahu tidak dimana bisa mendapatkan kain perca batik yg murah? tolong infonya ke email saya : cimut_75@yahoo.com. tengkyu.

  3. salam jika kita bisa membuat tp tidak tahu cara memasarkannya apakah ada ukm yg menampungnya t;g dong infonya thanks.

  4. salam,boleh tidak saya tahu cara membuatnya? jika boleh tolong email saya…terimakasih….

Comments are closed.