Inspiratif! Inilah Kisah Sukses 3 Pengusaha Kopi Indonesia

Pengusaha kopi di Indonesia semakin bertambah jumlahnya. Hal ini juga seiring dengan tren budaya minum kopi yang masih bertahan sampai sekarang. Semua kalangan dari remaja, dewasa, sampai orang tua menjadi bagian dari pecinta kopi di Indonesia. Begitu juga ketersediaan komoditas kopi di Indonesia yang memiliki kualitas tinggi.

Inilah Sepak Terjang 3 Pengusaha Kopi Indonesia
Sumber : pinterest.com

Maka tidak heran kalau banyak pemula yang memulai bisnis kopi yang tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tren bisnis kopi pada dasarnya berdampak positif untuk perekonomian. Sebab akan meningkatkan kesejahteraan banyak orang. Mulai dari petani, pengolah, hingga masyarakat umum yang bisa direkrut menjadi karyawan pada sebuah kedai kopi.

Kisah sukses dari pengusaha kopi di Indonesia juga makin tersebar luas. Hal ini ibarat berita baik yang juga bisa menginspirasi pengusaha lainnya untuk terus berkembang dalam meraih kesuksesan. Tanpa ide cemerlang dan kerja keras yang nyata rasanya kesuksesan dalam sebuah bisnis itu sulit diraih.

Begitu juga dengan beberapa pengusaha kopi di Indonesia dengan cerita kesuksesannya masing-masing. Berbekal dengan melihat peluang dan strategi bisnis yang baik para pengusaha kopi ini bisa meraih omzet yang menjanjikan. Bahkan bisa membuka cabang serta franchise di beberapa wilayah Indonesia.

Berikut kisah sukses beberapa pengusaha kopi di Indonesia yang bisa kamu jadikan inspirasi.

1. Kopi Kenangan

Sumber : liputan6.com

Salah satu kopi kekinian yang banyak diminati oleh generasi milenial ini punya cerita yang inspiratif di balik kesuksesannya. Cynthia Chaerunnisa sebagai salah satu pendiri Kopi Kenangan menceritakan bahwa bisnis ini diawali dari skala kecil. Namun sejak bisnis itu dimulai, Kopi Kenangan sudah memiliki mimpi yang besar. Seperti salah satunya yaitu membawa produk kopi Indonesia ke tingkat internasional.

Kedai Kopi Kenangan pertama kali dibuka di wilayah Jakarta Selatan tepatnya di Rumah Mantan Menara Standard Chartered di tahun 2017. Pendirinya adalah Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa. Kedai pertama yang dibuka ukurannya kecil hanya 5×2 meter persegi. Hingga kemudian mereka berani untuk mengembangkan bisnis dengan membuka 10 gerai.

Sampai saat ini gerai Kopi Kenangan sudah tersebar di delapan kota Indonesia dengan jumlah 324 gerai. Menu yang disediakan juga bukan hanya kopi saja dengan ciri khas nama uniknya. Tapi juga ada menu teh dan camilan yang disediakan. Selain itu aplikasi selulernya juga menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh dalam kategori makanan dan minuman di Indonesia.

Pendanaan Kopi Kenangan

Sekarang Kopi Kenangan sudah mendapatkan investor besar untuk makin melebarkan sayap. Dengan memperoleh pendanaan Seri B yaitu senilai USD 109 Juta dengan pimpinan investor perusahaan Sequoia Capital. Terdapat juga Investor baru pada pendanaan tersebut yaitu Horizons Ventures, Sofina B, Capital, Verlinvest, Kunlun, serta Alpha JWC yang telah menjadi investor Kopi Kenangan sejak awal.

Rencana yang dibuat oleh Kopi Kenangan berkaitan dengan pendanaan tersebut adalah untuk memperkuat operasinya di Indonesia, investasi teknologi, meluncurkan produk baru, dan mensejahterakan karyawannya. Kopi Kenangan juga berencana menawarkan ragam produk makanan dan minuman dari pedagang lokal dan mengembangkan cloud kitchens.

Sejauh ini Kopi Kenangan telah memiliki 3.000 tenaga kerja atau karyawan. Harapannya adalah bisa menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan di banyak wilayah Indonesia. Sebab pada akhir 2020 Kopi Kenangan berencana menambah lagi gerainya sampai 500 di akhir tahun 2020. Dengan ini harapannya dapat memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan di kota dan kabupaten di Indonesia seiring pembukaan toko baru. Kopi Kenangan mengestimasikan untuk membuka sampai 500 toko pada akhir 2020. Bahkan akan berkespansi ke wilayah Asia Tenggara dalam dua tahun ke depan.

2. Janji Jiwa

Sumber : beritasatu.com

Dimulai sejak bulan Mei tahun 2018 kopi Janji Jiwa merupakan salah satu brand lokal yang berkontribusi dalam mempopulerkan coffee culture di Indonesia. Sejak tahun 2015 budaya minum kopi sudah mulai populer. Hingga menjadi tren yang masih bertahan dan akan terus berkembang sampai saat ini.

Kopi Janji Jiwa sejauh ini bisa memperluas bisnis kedai kopinya sampai 700 gerai. Kedai kopi Janji Jiwa sudah tersebar di 50 kota Indonesia. Berdasarkan hal itu kopi Janji Jiwa mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI dengan kategori sebagai “Pertumbuhan Kedai Kopi Tercepat Dalam Satu Tahun.

Pendiri dan CEO dari kopi Janji Jiwa adalah Billy Kurniawan. Sejak awal memulai bisnis Billy telah berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi seluruh pecinta kopi Indonesia dengan sajian segelas kopi lokal terbaik.

Konsep yang diusung bisni ini terbilang cukup unik. Seperti nama brand dan taglinenya yang unik yaitu Janji Jiwa #kopidarihati. Nama tersebut diciptakan bukan tanpa alasan. Tercetus nama Janji Jiwa menjadi sebuah brand merupakan sebuah janji Billy sebagai owner untuk membuat brand kopi lokal terbaik di Indonesia. Begitu juga dengan taglinenya yang menggambarkan passion Billy dalam dunia kopi. Setiap satu gelas akan disajikan dengan passion dan skill yang dari hati sebab sesuatu yang dimulai dari hati akan kembali ke hati.

3. Coffee Toffee

Sumber : coffeetoffee.co.id

Kalau yang satu ini bisa dibilang sebagai salah satu senior dalam dunia bisnis perkopian di Indonesia. Pada tahun 2006 pasangan suami istri Odi Anindito dan Rakhma Sinseria memulai bisnis Coffee Toffee. Sebuah bisnis yang menjual minuman dengan bahan dasar kopi, cokelat, dan teh.

Bisnis Coffee Toffee dimulai di garasi rumah mereka yang berada di kota Surabaya. Awalnya garasi kendaraan tersebut disulap menjadi tempat bersantai untuk menikmati secangkir kopi bersama rekan mereka.  Ide bisnis kemudian muncul dari sang suami yang pernah bekerja paruh waktu di kedai kopi yang ada di Melbourne Australia semasa berkuliah. Di tempat itu Odi mengetahui bahwa 12 dari 30 menu kopi yang disajikan ternyata berasal dari Indonesia. Modal awal yang dikeluarkan adalah Rp 5 juta. Tercetus nama Coffee Toffe alasannya karena ketika diucapkan mempunyai irama yang pas.

Saat ini sudah ada 113 gerai Coffee Toffee yang telah tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan dengan omzet miliaran rupiah tiap bulan. Tidak heran kalau Coffee Toffee mendapatkan nominasi pada Indonesia Franchise Start Up Award 2009 versi majalah Info Franchise. Kemudian Pemenang I Wanita Wirausaha Femina-BNI tahun 2010, dan sebagai The Best in Business Concept Indonesia Franchise Start Up Award 2010 versi majalah Info Franchise. Itulah beberapa penghargaan yang merupakan bagian dari bukti kerja keras pasangan Odi dan Rakhma dalam membangun dan mengembangkan bisnis Coffee Toffee.

Itulah tiga kisah perjalanan pegusaha kopi di Indonesia. Ada yang dibentuk perseorangan, pasangan, hingga kolaborasi dengan rekan bisnis. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kamu untuk terus berproses dalam meraih kesuksesan ya! Teruslah berkembang untuk menjadikan bisnis kamu #NaikKelas!

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba