Sinatria Farm, Pelopor Kandang Tanpa Bau Gunakan Sistem Terkoleksi

Kandang tanpa bau, begitulah sebuah konsep yang dibuat oleh Ibu yang satu ini ketika membangun peternakan domba. Pasti yang pertama kali terlintas dipikiranmu saat bicara kandang domba tentu identik dengan bau. Nah, Sinatria Farm berhasil menggebrak pemikiran itu dengan menjadi pelopor kandang tanpa bau. Kok bisa? Dan pasti kamu juga tertarik bisa punya kandang yang nggak bau. Kalau begitu, simak inspirasinya di sini, siapa tahu setelah ini kamu bisa jadi peternak sukses juga.

Sinatria Farm adalah sebuah peternakan domba yang menjadi pelopor kandang tanpa bau. Pemiliknya bernama Vita Krisnadewi yang beralamat di Dero Wetan, Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pada awalnya Sinatria Farm ini untuk mengatasi kelangkaan ternak domba yang mulai langka dan fokus pada penggemukan.

Pelopor Kandang Tanpa Bau

Pembibitan Domba

Keresahan berkurangnya bibit domba ini beliau mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membuat tempat pembibitan domba. Kemudian dalam perjalanannya beliau menemukan banyak hal yang menarik. Salah satu contohnya adalah jejaring, kemudian kendala di dalam ternak sendiri. Meskipun secara ilmu beliau sudah paham betul namun ternyata pada praktiknya tidak sesederhana yang ada dalam teori.

Dari sana mulailah berfikir dan mengajak para bangasa Indonesia untuk beramai – ramai untuk menyediakan bibit ternak. Para pelaku pembibitan rata – rata usia 50 tahun ke atas sudah mulai resign. Bahkan tahun ini sudah ada beberapa lagi yang menyatakan resign dan menjual murah ternak – ternaknya. Sehingga beliau mengajak khususnya para generasi muda untuk melakukan pembibitan.

Permasalahan Beternak

Dalam perjalanannya beliau menemukan beberapa permasalahan. Contohnya masalah keterampilan, bahkan yang sudah paham betul tentang ternak domba ini saja terkadang banyak mengalami trial dan error. Terutama bagi para teman – teman yang masih baru terjun dalam bidang ini. Ada banyak teman – teman yang berminat untuk beternak yang notabene mereka tidak punya basic ilmu dan pengalamannya. Nah dari sanalah kemudian beliau memiliki ide untuk membuat pelatihan yang gratis agar semua orang bisa mengikuti.

Dari pelatihan tersebut maka muncul para peternak – peternak baru. Basica yang dimiliki oleh beliau adalah nutrisi makanan ternak, lalu kenapa beliau memilih domba? Pada awalnya karena beliau adalah orang Jogja. Kebanyakan kuliner yang ada di Jogja ini olahan dari daging domba sebagai bahan bakunya. Kemudian beliau mencari tahu kebutuhan akan daging domba di Jogja ini seberapa banyak. Setelah beliau melihat kenyataannya ternyata kebutuhan akan daging domba ini luar biasa besar. Bahkan beberapa kuliner besar di Jogja ini pasokan daging domba diambil dari luar kota.

Peluang Ternak Domba

Bagi beliau hal tersebut adalah peluang dan kemudian berkeinginan untuk menyediakan stok daging domba. Tantangan pertama yang beliau alami adalah sebelumnya beliau memang memiliki ternak ternak terlebih dahulu sebelum memiliki Sinatria Farm tersebut. Rugi yang dialami beliau puluhan juta rupiah yang mana faktor utamanya di SDM (Sumber Daya Manusia) yang kurang serius dan disiplin.

Berangkat dari pengalaman tersebut beliau memiliki solusi untuk bisa mengembangkan ternak memang harus memilih SDM yang memang berkompeten dalam bidangnya. Selain itu juga SDM yang lebih fokus dalam mengelola ternak domba. Kemudian beliau memulai dengan Sinatria Farm dan beliau menemukan SDM yang bisa mengelola ternaknya tersebut. Tetapi bukan hal perkara mudah, SDM yang fokus sudah ada dan ilmu yang dimiliki sudah punya namun nantinya akan berhadapan dengan ritme atau pola kerja.

Pola Dalam Beternak

Ketika beliau terlibat langsung dalam Sinatria Farm dan melihat polanya sehari – hari ternyata belum sesuai. Hal tersebut yang menjadikannya cukup kesulitan. Tentu hal tersebut akan berimbas pada performa ternak akan turun. Nah itu tadi kendala pertama mengenai pemilihan SDM. Kaitannya tersebut dengan pembentukan pola kerja. Kemudian yang kedua adalah stok dari ketersediaan ternak tersebut. Pada saat itu beliau belum memiliki jejaring dan harga cukup tinggi. Apabila menjual pada saat itu pasti marginnya juga akan kecil sekali.

Pada saat awal memulai beliau pun masih cukup blank yang hanya memiliki teori diatas kertas. Pada akhirnya SDM yang sudah ada diasah keterampilannya, diperketat untuk hal kedisiplinannya. Kemudian masalah stok bibit harus mencari diluar daerah.

Ciri Khas Kandang Tanpa Bau Sinatria Farm

Untuk ciri khas dari Sinatria Farm adalah kandang tanpa bau. Karena pada awalnya membuat ternak ini sempat untuk membuat kandang di dusun lain. Namun pada saat itu ada 1 warga yang keberatan jika ada ternak di sekitar rumahnya. Sebagai seorang peternakan beliau sadar memang akan berdampak pada bau.

Dari sana beliau tertantang untuk menyelesaikan masalah bau pada peternakan. Masalah utama yang membuat kandang dan lingkungan bau adalah urin domba. Hal sederhana namun pastinya akan ribet jika harus mengumpulkan urin. Namun beliau kemudian mencari solusi untuk mengumpulkan urin tersebut.

Pada awalnya beliu berfikir jika yang akan tertarik beternak adalah orang seumuran beliau. Namun ternyata salah, banyak anak muda yang tertarik karena konsep kandang tanpa bau. Caranya dengan memisahkan urin, fases agar tidak jatuh ke tanah namun langsung masuk ke instalasinya. Beliau menamai sistem kandangnya ini adalah sistem kandang terkoleksi. Maksudnya adalah urin dan fases secara otomatis akan terkoleksi dengan sendirinya.

Konsep Kandang Tanpa Bau

Prinsipnya hal yang membuat bau di ternak adalah urin maka urin tersebut yang dikondisikan. Beberapa pemilik ternak sebelumnya memiliki ternak dengan bangunan permanen. Mereka pun juga membuat lantainya permanen. Nah ini bisa menjadi referensi bagi para peternak lain. Dari pada membuat lantai permanen dari semen lebih baik untuk membeli pakan ternak. Sehingga hal tersebut tidak dapat diaplikasikan. Sehingga beliau membuat instalasi yang mana lebih mudah diaplikasikan bahkan ketika dalam jumlah kecil maupun besar.

Sinatria Farm ini pada awalnya rencana integrated farming. Namun karena dapat lahannya hanya 4000 meter. Akhirnya fokus pada domba. Untuk kedepan Integrated Farming tetap menjadi isu utama yang dilakukan Sinatria Farm kedepannya. Beliau ingin memanfaatkan setiap potensi peternakan itu agar semua termanfaatkan dan tidak ada yang terbuang.

Satu Komoditas Domba Semua Bisa DIjual

Untuk supplier pada biasanya masuk ke hotel – hotel namun sejak pandemi ini kebanyakan hotel tutup dan terpaksa harus dihentikan. Nah ketika kita berbicara soal domba, dari 1 komoditas domba bisa menjual berbagai macam hal antara lain domba bibit, indukan, sewa pejantan dan lain sebagainya.

Selama ini mindset para peternak selalu menjual domba dalam keadaan hidup. Padahal sebenarnya bisa dijual dalam bentuk olahan yang mana daging sudah dipotong, diberi bumbu, siap saji yang kemudian dikemas dalam frozen food. Sebenarnya dari beternak domba ini banyak sekali peluangnya. Tidak hanya menjual domba hidup namun juga olahan daging frozen food yang sudah siap masak.

Hasil Sampingan

Belum banyak yang melakukan hal tersebut, padahal beberapa hal ini bisa dilakukan oleh para peternak domba. Kemudian dari hasil sampingan dari ternak domba ini seperti fases, urin, pupuk ini bisa dijual. Dari hasil samping ini saja sudah luar biasa semua bisa dimanfaatkan. Terutama jika fases tersebut diolah menjadi pupuk maka nilai jualnya akan lebih tinggi lagi. Bahkan untuk urin dari domba ini sendiri pernah diminta untuk diolah kembali di Sinatria Farm. Namun kendalanya adalah keterbatasan SDM.

Sarana atau prasarana produksi adalah sesuatu hal yang luar biasa. Di Sinatria Farm ini juga banyak yang belajar, mulai dari memberi pakan, mencukur bulu, memotong kuku, memandikan, karena perawatan tersebut ketika nanti memelihara domba ini harus dilakukan. Sehingga harus dibiasakan untuk belajar. Banyak hal yang bisa dijual dari ternak domba di Sinatria Farm ini. Bahkan nilainya lumayan cukup besar dan banyak yang bisa dimanfaatkan.

Keuntungan Hasil Ternak

Keuntungan yang diperoleh dari menjual hasil dari domba saja bisa digunakan untuk menggaji karyawan. Contohnya saja dari menjual pupuk, urin atau fases saja bisa untuk mengaji SDM. Sehingga keuntungannya cukup berlipat – lipat hanya dengan memanfaatkan 1 komoditas domba ini. Bahkan beliau juga menyatakan bahwa sebenarnya bisa juga menjual desain kandang.

Namun memang sejauh ini beliau belum melakukanya. Akan tetapi permintaan untuk membuatkan desain kandang pun masih terus ada. Bahkan dengan berkonsultasi masalah ternak dan lain sebagainya pun bisa menjadi sebuah peluang. Jadi akan ada banyak item penjualan yang bisa dijual dari berternak domba ini.

Begitulah adalah pengalaman dari pengalaman mengelola ternak yang dilakukan oleh Sinatria Farm. Keberhasilan beliau dalam membuat konsep sistem kandang tanpa bau menggunakan sistem terkoleksi mampu menjadikanya pelopor kandang tanpa bau pertama. Menarik sekali bukan pengalaman yang dibagikan beliau? Tentunya sangat menarik dan bisa menjadi referensi bagi para peternak lainnya. Semoga bermanfaat

Tonton juga video liputan Sinatria Farm konsep kandang tanpa bau ini hanya di channel youtube TVBisnis, dan tonton juga video liputan menarik lainnya seperti berikut ini.

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba