Sukses Menjadi Pengusaha Dengan Membuat Tepung Talas

talasMelimpahnya potensi umbi-umbian di Indonesia, ternyata tidak hanya memperkaya keanekaragaman tanaman pangan di negara kita namun juga mendatangkan peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pelakunya. Selain ubi rambat dan ubi kayu yang cukup populer di kalangan masyarakat luas, umbi talas merupakan salah satu produk komoditas pangan yang belakangan ini mulai diolah menjadi beragam jenis panganan siap konsumsi maupun bahan baku industri. Salah satunya saja seperti diolah menjadi tepung talas yang menjanjikan  omzet hingga miliaran rupiah setiap bulannya.

Dibawah naungan CV. Agro Lawu International, Paulus Andi Christianto mencoba menginovasikan talas satoimo atau talas bithek menjadi produk tepung yang bisa diolah menjadi beragam jenis makanan ringan. Misalnya saja diolah menjadi kue basah, roti kering, mie talas, kulit pizza, es krim talas, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan tanaman pangan lainnya, tanaman talas memiliki banyak manfaat seperti untuk kebutuhan industri farmasi ataupun kosmetik. Melihat banyaknya potensi talas di Indonesia dan besarnya manfaat yang terkandung dalam umbi talas, Paulus mencoba memproduksi tepung talas yang belum pernah ada sebelumnya di pasaran.

tepung talasDengan merintis bisnis budidaya talas Jepang sejak tahun 2005 silam, sekarang ini sedikitnya ada sekitar 70 hektar (ha) kebun talas yang tersebar di daerah Magetan (Pulau Jawa), Bali, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. Dengan menjalin kerjasama dengan para petani setempat,  setiap bulannya kebutuhan bahan baku tepung talas bisa dipenuhi Paulus dengan baik dan bisa memproduksi sebanyak 100 ton tepung talas yang dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp 30.000,00/ kg. Sedangkan untuk harga ekspor, Paulus mematok harga tepung sebesar ¥ 300 per kg.

Mengingat sampai saat ini permintaan tepung talas masih sangat besar. Paulus mendapatkan pesanan rutin dari industri kue di Daerah Jawa, Pulau Sumatera, serta beberapa perusahaan di Negara Jepang. Selain menjual tepung talas, Paulus juga menjual talas satoimo beku dengan omzet hingga Rp 6 miliar setiap bulannya. Sedangkan dari penjualan tepung talas, Paulus bisa mendulang omzet sebesar Rp 4 miliar. Alhasil setiap bulannya, Paulus bisa menikmati omzet hingga Rp 10 miliar dari bisnis olahan talas yang Ia jalankan.

Semoga informasi kisah sukses menjadi pengusaha dengan membuat tepung talas ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera terjun mengikuti jejak kesuksesan Paulus. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://www.ajibdelivery.com/wp-content/uploads/2012/12/talas.jpg
2. http://dparamitadewi.files.wordpress.com/2013/04/tepung-sagu-sago-starch-0.jpg

34 Komentar

  1. pk paulus sy klmpk tani jampang tengah mau memasyarakatkan talas satoimo sdh jenuh dg tnm singkong.krna hrg yg tdk stabil. luas klmpk kmi lbh dr 2000 ha. dimana sybisa mendptkn bibitnya. berapa pnrimaannya? trms raditya

    Reply
  2. Dimana saya bisa menghubungi pak Paulus atau penampung talas lainnya? saya tinggal di Medan dan punya talas dalam kategori banyak. Saya hendak memasarkan talas tapi tidak tahu harus kemana. mohon bantuannya, trimakasih sebelumnya

    Reply
    • Maaf mbak rima di medan dimn ya?saya tertarik membuat usaha dari talas jepang,mbak talas nya talas jepang kan?saya bisa hub mbak dimn?

      Reply

Leave a Comment