Manajemen UKM

Usaha Kamu Masuk Kategori Bisnis UKM atau Start Up?

Usaha Kamu Masuk Kategori Bisnis UKM atau Start Up?

Pemerintah menargetkan 2% UKM Indonesia dan 1.000 START UP dapat di capai di tahun 2020.
Namun ternyata, tidak semua orang tahu bahwa keduanya ini berbeda, meski sama-sama usaha rintisan.

Nah, menurut kamu, usaha kamu ini Kategori UMKM atau START UP?

Simak penjelasannya berikut ini:

Secara sederhana, keduanya memiliki persamaan dari segi finansial, tidak memiliki modal atau memulai usaha dengan mencari modal pinjaman.

Lain dari itu biasanya manajemen bisnisnya masih sangat sederhana, dikelola secara personal atau bisa juga dibantu orang terdekat seperti kawan, kerabat atau keluarga.

Lantas apa perbedaannya?

Ternyata yang paling mudah adalah melihat dari produknya. Bisnis UKM biasanya lebih fokus pada produk barang, sedangkan START Up cenderung mengarah pada produk jasa.

Produk UMKM semisal pakaian, kuliner, karya seni. Sedangkan START UP lebih kearah aplikasi atau software, digital marketing agency, dan semacamnya.

Perbedaan Kedua yaitu pada penggunaan internet dalam operasional bisnisnya. Pelaku UMKM biasanya menggunakan internet hanya sekedarnya saja, biasnaya dalam proses pemasaran.
Sedangkan pada pelaku bisnis START UP, koneksi internet ini ibarat jantungnya bisnis. kalau gak ada internet ya bisnsi gak bisa jalan.

Ketiga, dalam hal produksi. Kalau UKM, skala produksinya masih terbatas karena biasanya tergantung pada bahan baku dan sumber daya tenaga kerja. Sedangkan START UP tidak tergantung pada bahan baku maupun SDM yang terlalu banyak.

Nah, sudah jelas bukan sekarang? Jadi, Usaha Kamu Masuk Kategori Bisnis UKM atau Start Up?

SHARE YUK!