tela-tela-fried-cassava-4Perkembangan Bisnis Franchise di Indonesia saat ini sudah mulai menjamur, mulai dari bisnis makanan, salon, bengkel sampai ke bidang pendidikan. Untuk biaya investasinya pun sangat beragam, mulai dari yang 2 jutaan, ratusan juta, hingga milyaran rupiah.

Video Praktisi

Kunci Sukses Memulai Bisnis Brownies Telo

Tela – Tela fried cassava adalah perusahaan pelopor dan pemimpin pasar dalam industri snack ketela. Tela (ketela ) atau singkong ( dalam bahasa jawa ) atau cassava ( bahasa Inggris ) diolah dengan bumbu kualitas terbaik, digoreng, dan disajikan hangat dengan berbagai pilihan rasa. Singkong yang digunakan dalam produk Tela – Tela adalah singkong dengan jenis kulit yang berwarna merah (meni), kulit merah muda (meni sukun) dan singkong berkulit putih (ketan), dengan diameter +- 7-10cm dan berumur panen sekitar 10-12 bulan.

Dengan kualitas bahan baku yang terpilih tersebut, Tela – Tela fried cassava menghadirkan produk ketela yang memiliki rasa bermacam – macam. Diantaranya : BBQ, balado, keju, ayam, kebab, jagung manis, jagung pedas, jagung bakar, pepperoni, pizza, pedas manis, pedas asin, super pedas, lado mudo, rujak dan rasa campur.

Memasuki tahun keempat ini, Usaha yang dimotori  4 anak muda dari Jogja ini sudah memiliki lebih dari 1500 outlet yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dengan total omset sebulan mencapai 3 Milyar. Selain itu juga Tela – Tela fried cassava ini telah mendapatkan berbagai penghargaan tingkat nasional ataupun daerah, diantaranya adalah penghargaan dari ISMBEA ( Indonesia Small and Medium Business Enterpreneur Award ) tahun 2008 sebagai entrepreneur muda Indonesia yang menghasilkan usaha baru yang inovatif.

Dalam tema kegiatan promosi terbarunya ini, Tela – Tela Fried Cassava mengambil Tagline ” Lebih Enak Makan yang Asli ” merupakan suatu bentuk perjuangan dalam menghadapi persaingan franchise tela-tela yang semakin menjamur di Indonesia. Dan terbukti bahwa franchise tela-tela adalah pelopor snack tela.

“ Kita ingin memberikan informasi bahwa produk kami adalah produk yang mengawali dari produk Tela – Tela, kan sekarang banyak juga tela – tela yang lainnya, sehingga masyarakat tidak tahu produk mana yang asli atau yang mengawali “ dijelaskan Eko Yulainto yang merupakan lulusan Ekonomi Manajemen UPN Yogyakarta.

Seiring perjalanan usahanya,  Tela – Tela telah mengalami perbaikan dan inovasi beberapa produk dan outletnya. Untuk gerobak Tela – Tela selalu mengalami perubahan setiap tahunya, ini dilakukan untuk menarik konsumen serta membantu para franchisee di seluruh Indonesia. Untuk inovasi produknya, pihak Tela – Tela telah menambah varian dari produknya berupa nugget. Nugget Tela ini dicetak dengan berbentuk stick dengan panjang 3cm dan ketebalan lebih dari 1cm, kemudian dilumuri dengan bahan pelapis untuk mendapatkan rasa crispy saat digoreng. Selai itu juga ada produk Bola Keju, Fla Tela dan Kentang.

Untuk menjalin kerjasama dengan Tela – Tela Fried Cassava ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil

1. Master Franchise adalah Pewaralaba yang diberi kewenangan untuk menangani / mengelola suatu wilayah Kabaputen, yang terdiri dari beberapa outlet.

Fasilitas Master Franchise :
– Mendapatkan training produksi
– Mendapatkan marketing support
– Mendapatkan share profit dari omset outlet – outlet yang ada di wilayahnya

Kewajiban :
– Melakukan pemasaran di wilayahnya.
– Melakukan investasi Rp 15.000.000 untuk mengelola 2 outlet di wilayahnya.

2. Franchise : pewaralaba yang mengelola satu outlet

Fasilitas :
– Mendapatkan Training Penjualan Outlet
– Mendapatkan 100% Profit dari outletnya

Kewajiban
– Melakukan investasi Rp 6.000.000 untuk satu outlet
– Melakukan pembayaran Royalti Fee setiap bulan sebesar 6% dari total omset

Pihak CV. Effa Indoboga sebagai manajemen Tela – Tela F.C memberikan suatu support sistem dan marketing untuk mendukung kegiatan berbisnis para pewaralaba. Dukungan tersebut berupa:
1. Support Sistem     : Pembukuan, Laporan, Stock Bahan Baku, dll
2. Support Outlet     : Pembuatan Stand/Gerobak, Pemilihan Lokasi, Kontroling Outlet, dll
3. Support Marketing    : Training Penjualan, Branding Product, Promosi, dll
4. Support Product    : Training produksi ( Master Franchise ), Pengelolaan produk, dll

Daerah yang masih Berpeluang

“ Kami selalu membantu para franchisee yang tersebar di Indonesia, bahkan kami kemarin melakukan peninjauan ke daerah – daerah di Jawa, Sumatera dan Bali untuk melihat permasalahan dan perkembangan outlet – outlet kami “ dijelaskan oleh Febri Triyanto yang bertugas sebagai Marketing Manager.

Master Franchise yang bertugas membantu manajemen tela – tela untuk mengembangkan setiap outletnya, sehingga master franchisee mendapatkan perhatian khusus dari pihak manajemen. Selain itu juga, penghasilan dari master franchisee sangatlah menggiurkan, karena mendapatkan share profit dari hasil omset di daerahnya.

” Indonesia bagian timur, meliput Irian Jaya masih sangat terbuka lebar, dan baru sebagian saja master franchisee kita disana ” ujar Febri.

Daerah – daerah yang masih berpeluang untuk menjadi Master Franchisee adalah : Klaten, Sragen, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Kebumen, Pekalongan, Purworejo, Tasikmalaya, Ciamis, Bontang, Flores, dll.

Analisa Keuangan

Investasi Awal Franchise    : Rp 5.500.000,00

Pendapatan / bln
50 paket x @ 3.500 x 30 hari    : Rp 5.250.000,00

Pengeluaran / bln
Harga Pokok Bahan ( 40% )    : Rp  2.400.000,00
Royalti Fee ( 6% )        : Rp    315.000,00
Sewa Tempat            : Rp    150.000,00
Gaji Karyawan            : Rp    500.000,00

TOTAL       Rp  3.365.000,00

Laba Bersih  = Rp 1.885.000,00 / bln

Proyeksi Balik Modal ( ROI )  = 3 bulan

sumber gambar: http://cdn.bisnisukm.com/2009/01/tela-tela-fried-cassava-4-300×199.jpg