jasa-layanan-cuci-motor-5Anda pasti pernah tahu jasa pencucian motor. Walaupun usaha ini sudah banyak pemainnya, namun prospeknya masih terbuka lebar. Kenapa? Karena jumlah sepeda motor yang ada semakin banyak, terutama di kota-kota pelajar. Motor merupakan sarana yang efisien untuk transportasi pelajar & mahasiswa.

Video Praktisi

Membuat Konsep Produk Coklat

Setidaknya seperti yang diutarakan Joko & Dyah, pasangan suami istri yang menggeluti usaha ini sejak 2001. Bermula dari usaha pemancingan yang terletak di pinggir jalan tepi selokan mataram, Joko & Dyah, beralih usaha ke jasa pencucian motor.

Awalnya keluarga Joko sering mengeluh karena aliran selokan yang mengaliri pemancingannya sering berhenti, sehingga menyebabkan usaha pemancingan terganggu. Dengan jeli Mujiono, ayah kandung Joko melihat sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan apabila usaha pemancingannya berhenti.

Pak Mujiono berpikir, lokasi pemancingannya sangat strategis, yaitu tepi jalan yang sering dilewati oleh kendaraan bermotor. Dia berpikir bahwa usaha cuci motor sangatlah pas dijalankan mengingat lokasi pemancingannya sangat menguntungkan.

Bermodal 1,5 juta, keluarga Mujiono nekad membuka usaha jasa pencucian motor. Kebetulan tanah yang dipakai adalah tanah kas desa yang sangat murah sewanya. Jasa pencucian motornya dinamai Nugroho Motor, diambil dari nama anak bungsu Mujiono.

Pada awalnya, keluarga Mujiono yang langsung terjun mencuci motor para langganannya. Mereka belum mampu menggaji karyawan dikarenakan modal usahanya yang sangat terbatas. Setelah 3 bulan usahanya mulai menampakkan hasil, barulah Mujiono mulai mempekerjakan 2 orang karyawan.

Genap 1 tahun berjalan, keluarga Mujiono membuka 1 cabang baru yang diberi nama Nugroho II. Pertengahan tahun 2003 mereka berhasil membuka 3 cabang. Hingga tahun 2009, mereka mampu membuka 7 cabang dan mempekerjakan 27 karyawan dengan mempunyai rata-rata omset total adalah 50-80 juta per bulan. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan.

Sekilas Tentang Usaha Pencucian Nugroho Motor

Secara garis besar, alat yang digunakan untuk jasa pencucian motor adalah kompresor, mesin semprot, dan tabung sabun. Untuk ruangan usaha pencucian motor, terbagi menjadi 5 buah. Ruang utamanya adalah tempat pencucian motor, kemudian terdapat tempat tunggu pelanggan, tempat pembayaran, kamar tidur karyawan dan gudang tempat menyimpan perlengkapan cuci motor. Sumur merupakan elemen penting, karena air yang digunakan lebih bagus sekaligus lebih irit apabila berasal dari sumur.

Bahan baku untuk proses pencucian motor adalah sebagai berikut :

  1. Sabun, digunakan sebagai bahan baku utama untuk membersihkan motor.
  2. Bensin & oli, digunakan sebagai campuran sabun untuk membersihkan kotoran yang membandel.
  3. Solar, digunakan untuk bahan bakar kompresor.
  4. Vaselin, digunakan untuk membersihkan dan mengkilapkan body motor
  5. Silikon, digunakan untuk membersihkan dan mengkilapkan ban motor.

Kebanyakan bahan bakunya diambil dari “home industry”. Tingkat kesulitan pencuciannya terbagi menjadi 3, yaitu ringan, sedang dan berat. Dan satu-satunya kendala dalam proses pencuciannya adalah apabila motor yang dicuci termasuk kategori tiga, kategori berat, perlu tambahan orang untuk mengerjakannya.

Untuk harga jasa layanan cuci motornya, Nugroho Motor memasang tarif flat, yaitu 5 ribu rupiah per sekali cuci. Filosofi yang dipakai adalah : cepat pencuciannya, bersih hasilnya dan ramah pelayanannya.

Selain jasa pencucian motor, Nugroho Motor juga membuka jasa pencucian karpet. Harga yang ditetapkan adalah 2.000 rupiah untuk karpet yang tipis, dan 2.500 rupiah untuk yang tebal. Omset rata-rata per hari untuk jasa layanan pencucian karpetnya adalah 30 – 40 ribu per hari.

Pemasaran

Sampai sekarang, Nugroho Motor tidak pernah menggunakan media promosi apapun. Nugroho Motor hanya mengandalkan getok tular alias kepuasan konsumen. Hal ini terbukti dengan usaha mereka telah memiliki 7 cabang, sekaligus telah membuat nama usaha mereka menjadi brand tersendiri di kalangan pelanggannya.

Pemilihan lokasi juga dijadikan taktik jitu untuk menggaet calon konsumen. Target utama mereka adalah mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa lebih suka mencucikan motornya daripada mencuci sendiri. Biayanya murah, hasilnya lebih bersih dan tidak repot-repot mencuci sendiri. Dengan kondisi daerah yang notabene sebagai kota pelajar, membuat target market yang mereka bidik menjadi sangat tepat.

Kuantitas motor yang selalu bertambah juga merupakan salah satu sebab mereka terus mengembangkan usaha ini. Yang perlu diperhatikan adalah, apabila sedang musim hujan dan  hujan terus-menerus sepanjang hari, omset bisa menurun hingga 60%. Hal ini disebabkan karena perilaku konsumen yang merasa sayang apabila motor baru dicuci kemudian kotor lagi karena terkena cipratan genangan air.

Untuk meyakinkan konsumennya, Nugroho Motor memasang sebuah artikel koran lokal yang terkenal yang telah mengulas usahanya. Tujuannya adalah supaya orang yang membeli jasanya yakin bahwa usaha ini dijalankan secara profesional dengan mengutamakan kepuasan konsumen.

Sebagai pelengkap, Nugroho Motor menambahkan aneka minuman dengan harga miring untuk para konsumennya yang sedang menunggu motor kesayangannya dicuci. Selain sebagai nilai tambah, cafetaria kecil ini juga dapat berfungsi sebagai penambah omset dan keuntungan.

Untuk meningkatkan produktifitas karyawannya, Nugroho Motor menerapkan sistem profit sharing. Jumlahnya adalah 1% dari omset total Nugroho Motor dikali jumlah karyawannya yang dibagikan setiap bulan setelah 3 bulan masa training.

Simulasi Keuntungan per Bulan Usaha Cuci Motor & Karpet

Pendapatan
Jasa Pencucian Motor:Rp. 5.000×100 motorx30 hari= Rp. 15.000.000
Jasa Pencucian Karpet:Rp. 2.500×14 karpetx30 hari = Rp.    1.050.000
Total Pendapatan                                                           =  Rp. 16.050.000

Pengeluaran
Gaji Karyawan : Rp. 400.000 x 6 orang                         = Rp. 2.400.000
Uang Makan     : Rp. 5000 x 3 kali x 30 hari x 6 orang= Rp. 2.700.000
Bahan Baku (sabun, silikon, bensin, solar, dsb)             = Rp. 3.000.000
Sharing Profit: 1% x 16.050.000 x 6 orang karyawan = Rp.      963.000
Total Pengeluaran                                                            = Rp. 9.063.000

Keuntungan
Laba Bersih= Rp. 16.050.000 – Rp. 9.063.000 = Rp. 6.987.000