Berawal dari keikutsertaan mereka dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti tahun 2012, Yulita Suryantari (21) dan kedua orang temannya yakni Fatih Fardian dan Ratri Wulandari berhasil ‘menyulap’ botol bekas menjadi kreasi produk yang bernilai jual tinggi yang diberi nama Krebo (Kreasi Botol Unik). Kendati tidak sampai menjadi pemenang dalam kompetisi tahunan Ditjen Dikti tersebut, namun visi misi dari ketiganya untuk “menjaga alam dan mengurangi limbah plastik yang membahayakan bumi” sedikit banyak mulai tercapai.

Video Praktisi

Inovasi Produk Gudeg Jogja

KreboHal tersebut diwujudkan dengan melakukan edukasi ke beberapa elemen masyarakat seperti karang taruna, ibu-ibu PKK, dan teman-teman terdekat untuk peduli terhadap lingkungan, khususnya sampah dari botol plastik. “Dari Krebo itu pula kami beberapa kali diundang untuk memberikan edukasi atau pembelajaran ke beberapa pihak dalam kaitanya dengan pemanfaatan sampah botol plastik menjadi kreasi unik yang bisa dikomersilkan, hasilnya mereka mulai mandiri melakukan pengolahan sampah itu sendiri,” jelas Lita kepada tim liputan bisnisUKM, Selasa (3/9).

Diakui mahasiswi Teknologi Pendidikan UNY tersebut, tujuan awal dirinya dan rekan-rekannya mengembangkan Krebo adalah untuk misi sosial, yakni menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang botol plastik sembarangan. “Awal mulanya sebenarnya sederhana, kebetulan di kos dan kampus setiap hari banyak sekali sampah botol plastik, dari situ saya mulai berfikir untuk mengkreasinya menjadi menjadi kerajinan daripada diserahkan ke pemulung,” ujar cewek yang kini sibuk dengan skripsi tersebut.

Lita dan tim KreboLampion, boneka, dompet, lampu tidur, dan celengan menjadi kreasi Krebo yang kini mulai dikomersilkan Lita dan teman-temannya. “Kebetulan dari apa yang saya kreasi tersebut banyak teman-teman yang suka, sehingga kami berinisiatif mulai mengenalkan produk kami tersebut melalui media online, hasilnya di luar perkiraan, ternyata banyak masyarakat yang menyukai produk Krebo karena dinilai unik dan memiliki nilai seni tinggi,” lanjutnya. Semenjak itulah Lita dan teman-temannya mulai mengkomersilkan produk Krebo khususnya melalui media internet.

Sampai saat ini, Lita dan teman-temannya sudah memiliki lebih dari 80 item produk kreasi dari sampah botol plastik yang sedikit banyak mulai memberikan tambahan penghasilan bagi mereka. “Untuk konsumen bisa custom order, artinya produk seperti apa yang dikehendaki nanti kita bisa produksi,” jelasnya. Kendati begitu, Lita tidak menampik adanya kendala permodalan dalam pengembangan usahanya tersebut. Ditambah lagi, saat ini ketiganya sedang menjalani serangkaian kegiatan perkuliahan seperti KKN dan skripsi yang membuat fokus pengembangan usaha tersebut sedikit terganggu.

Tim liputan bisnisUKM

Foto : koleksi pribadi narasumber