Pemilik dari Kedai kopi ini pada awalnya hanyalah berkeinginan untuk membuat suatu usaha, sama seperti pemuda yang lain ketika menginjak masa wisuda di perkuliahan. Namun keinginan tersebut, ia laksanakan dengan rekan – rekannya untuk membuat sebuah perencanaan usaha ( proposal bisnis ) .
Semangat dalam membangun usaha sudah ia miliki ketika menjadi mahasiswa di Jurusan Manajemen Internasional Univ. Islam Indonesia ( UII ). Dengan ilmu yang diperoleh, ia mengetahui bagaimana membangun dan mengembangkan sebuah usaha, termasuk bagaimana melakukan sebuah penelitian sebelum memutuskan suatu kebijakan.
Penelitian ini merupakan modal yang sangat penting bagi pelaku usaha, dimana kita dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan para konsumen. Hal ini juga yang menjadikan usaha Kedai Kopi Expresso Bar memiliki keunggulan bersaing di ketatnya bisnis Coffe Shop sekarang. ”
Dulu kita lakukan test market produk kopi yang kita olah sebelum kita launching, dari 500 orang yang kita lakukan test akhirnya kita mengetahui bahwa masyarakat Indonesia itu tidak begitu suka dengan kopi yang terlalu kuat. Dengan begitu akhirnya kami menemukan suatu formulasi kopi yang disukai oleh konsumen ” ungkap Tedi.
Kegemaran Tedi terhadap dunia Informasi Teknologi membuat Teddie juga mendirikan usaha Bakoel Komputer. Dengan menempati ruang usaha sebesar 3 x 5 m di Plaza Seturan Yogyakarta, usahanya kini menangani berbagai kebutuhan komputer dan termasuk service komputer.
Kegemaran ini sudah dialami Tedie ketika waktu masih SD. ” Dulu Ayah saya yang memperkenal dunia komputer kepada saya ketika berumur 10 th. Sejak saat itu saya semakin menyukai dunia komputer dan Teknologi Informasi. Keliatannya keren ” kenangnya.
Ketika ditanya mengapa tidak ambil jurusan Informatika saja ketika kuliah, Tedie menjelaskan ” Jika hobby pasti akan selalu saya pelajari terus dan tidak akan pernah luntur. Namun ketika itu ( lulus SMU ) saya membutuhkan sesuatu keahlian yang tidak saya miliki. Dan akhirnya saya memilih Manajemen Internasional ”
” Hingga sekarang saya terus memperhatikan dan mempelajari dunia Informasi Teknologi, karena bidang ini sangat membantu dalam pengelolaan sebuah usaha. Informasi Teknologi sangat – sangat mempermudah, efektif dan membantu kita dalam menangani usaha ” jelasnya.
Selain 2 usaha tersebut, pemuda asli Semarang ini juga memiliki usaha bengkel Motor. Usaha bengkel motornya ini merupakan wujud bakti dari seorang anak terhadap orang tuanya. ” Pada waktu itu saya berpikir usaha apa yang cocok untuk dikerjakan selepas ayah saya pensiun, Dan kebetulan ayah saya ini senangnya utak – atik motor. Ya sudah, setelah saya berembuk dengan orang tua, akhirnya saya mendirikan bengkel motor ” jelasnya.
Bengkel Motornya ini dulu memiliki 2 outlet, yang satu di Jogja, yang satu lagi di Semarang, dekat dengan tempat tinggal orang tuanya. Namun karena ada permasalahan dengan pemilik tempatnya, untuk sementara outlet tersebut ditutup.
Saat ini Tedie memiliki 3 unit usaha, dimana setiap usahanya memiliki omset penjualan yang lumayan besar. Usaha tersebut antara lain: Kedai Kopi yang kini memiliki 4 outlet, Bakoel Komputer, dan 2 outlet Bengkel Motor.
Pengalaman – pengalaman Tedie ketika masih baru menggeluti usaha dijadikan sebuah pandangan dalam membantu para calon pebisnis lainnya. Melalui kedai kopinya,Tedie kini aktif membantu para komunitas bisnis dalam melakukan pembelajaran atau diskusi mengenai bisnis.
” Saya juga merasakan seperti mereka, ketika pertama kali kesulitan dalam mempelajari bisnis. Sekarang ketika saya sudah bisa dan memahami, saya juga tidak sungkan – sungkan untuk memberitahu dan membantu jika ada yang bertanya ” jelasnya.
Setidaknya bantuan Tedie melalui kedai kopi ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam merangkul komunitas. Dengan menawarkan free tempat dan free drink dengan segala fasilitasnya ( projector dan layar lebar ), kedai kopi akan menjalin kerjasama dengan beberapa komunitas lainnya.




