Pengolahan karagenan masih jarang dilakukan. Padahal alternatif lain bisnis pengolahan rumput laut ini prosesnya hampir sama dengan pengolahan agar-agar. Jika pada waktu ekstrasi untuk mendapatkan agar-agar memakai asam, maka untuk mendapatkan karagenan memakai basa. Bila penanganan pascapanen telah sempurna, proses selanjutnya dapat dilakukan secara sederhana untuk skala rumah tangga dan dapat  juga dilakukan untuk skala industri.

Video Praktisi

Inovasi Produk Gudeg Jogja


A. Produksi Karaginan untuk Skala Rumah Tangga

  1. Rumput laut direndam dalam air tawar selama 12 – 24 jam, kemudian dibilas dan ditiriskan.
  2. Setelah bersih rumput laut direbus dalam air dengan perbandingan rumput laut dengan air sebesar 1 : 15, suhu 120 C selama 15 menit. Perebusan memakai pressure cooker, selanjutnya dilakukan perebusan lagi tanpa tekanan pada suhu 10 C selama 2 – 3 jam.
  3. Rumput laut yang lunak dihancurkan dengan blender dan ditambahkan air panas (90 C). Perbandingan 1 : 30. Hasilnya disaring dengan kain kasa halus.
  4. Filtrat diendapkan menambahkan metil alkohol dengan perbandingan 2,5 : 1, bisa juga dengan menambahkan alkohol 90 % atau membekukannya pada suhu -10 C- 6 C selama 24 – 48 jam.
  5. Endapan yang bercampur alkohol disaring dengan kain kasa. Hasil saringan masih berupa keraginan basah. Filtrat yang beku perlu dicairkan dahulu untuk selanjutnya disaring lagi.
  6. Karagenan basah dikeringkan selama 3 – 4 hari. Tepung karagenan dapat diperoleh setelah proses penggilingan.

B. Produksi Karagenan Untuk Skala Industri

  1. Rumput laut dicuci dengan air tawar kemudian dikeringkan sampai kadar air menjadi 15 – 25 %.
  2. Rumput laut kering diesktraksi dengan ditambah air panas dan kalsium hidroksida atau natrium hidrosida. Selama ekstraksi terjadi penghancuran dan hasilnya berupa pasta. Penghancuran ini bertujuan untuk memperluas permukaan rumput laut sehingga proses pelarutan karaginan akan lebih mudah.
  3. Pasta selanjutnya dimasukkan ke tangki atau bejana dan dipanaskan selama 24 jam pada suhu 90 – 95 C.
  4. Setelah itu pindahkan ke tangki lain atau bejana dan dipanaskan selama 24 jam pada suhu 90 – 95 C.
  5. Setelah mendidih disaring dengan filter aid atau tanah diatomea. Hasilnya disaring lagi dengan filter press.
  6. Filtrate yang dihasilkan dipompa ke dalam tangki yang berisi propil alkohol dan akan didapatkan serat karaginan.
  7. Serat karagenan dipress, kemudian dicuci dengan alkohol segar dan dipress lagi.

Lembaran karagenan yang didapat dikeringkan dengan rotary dryer. Untuk mendapatkan tepung karaginan lembaran tersebut digiling.

C. Standar Mutu
Indonesia belum mempunyai standar mutu karaginan. Standar mutu yang dikenal adalah EEC Stabilizer Directive dan FAO/WHO Specification. Tepung karagenan mempunyai standar 99 % lolos saringan 60 mesh, tepung yang terendap alcohol 0,7 dan kadar air 15 % pada RH 50 dan 25 % pada RH 70.
** Informasi berikutnya tentang rumput laut, Produk Rumput Laut. **

======================================================================

www.anekaindustri.com =>

Jasa Pembangunan Industri Pengolahan Rumput Laut secara komprehensif mulai konstruksi pabrik, mesin proses hingga instalasi pengolahan limbah, dengan kualitas produk hasil sesuai standar export.

sumber gambar: http://www.trobos.com/images/artikel/September%202009/primadona-rl-1.gif