Layanan pijat telah dikenal secara turun menurun dan digunakan oleh masyarakat untuk melepas lelah dan menjaga kesehatan tubuh. Di era modern ini, layanan pijat terbagi menjadi dua. Pijat tradisional, yang biasa dikenal dengan pijat capai atau pijat urut dan pijat refleksi, yaitu pijat saraf yang ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi penyakit seseorang.

Video Praktisi

Tips Memulai Bisnis Kerajinan

Hal itu yang diutarakan oleh Kiki Setiadi Marata, 28 tahun, pengusaha jasa pijat refleksi dan tradisional asal kota Tegal kepada tim bisnisukm. Berawal dari sakit paru-paru yang dideritanya, ditambah juga dengan ketidaknyamanan terhadap obat-obatan kimia dari dokter, akhirnya dia tertarik untuk menekuni usaha ini.

Asoka adalah nama jasa pijat miliknya yang telah berjalan selama 3 tahun. Waktu pertama kali membuka usaha ini, Kiki, panggilan akrab Kiki Setiadi Marata, memulainya dengan membeli franchise jasa pijat yang sudah terkenal di kota Jogja.

Karena kurang cocok dengan sistem manajemennya, sejak November 2008 dia beserta kakaknya memutuskan untuk membuka sendiri jasa layanan pijat tersebut dengan nama dan sistem manajemen yang berbeda.

Jasa Pijat Asoka

Berbeda dengan usaha jasa pijat yang lain, layanan pijat Asoka menggabungkan pijat tradisonal dengan pijat refleksi. Layanan jasa pijatnya sebagai berikut :

  1. Pijat Tradisional : pijat urut untuk menghilangkan penat dan lelah.
  2. Pijat Refleksi : pijat saraf untuk menghilangkan atau mengurangi penyakit yang diderita pasien.
  3. Pijat Kombinasi : gabungan layanan pijat tradisional dan refleksi.
  4. Totok Wajah : metode totok wajah untuk mengencangkan kulit muka, merilekskan kepala serta membuat awet muda dan cantik untuk pasien wanita.

Khusus pijat kombinasi, untuk satu kali pemijatan, porsi pemijatannya berbanding sama, artinya 50% pijat tradisonal dan 50% pijat refleksi. Tapi porsi itu tidaklah “saklek” alias kaku. Porsi layanan pijatnya bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Konsumen Asoka juga diperbolehkan memilih akan dipijat menggunakan krim menthol atau minyak zaitun. Krim panas hanya digunakan untuk pijat keseleo atau salah urat. Minyak dan krim tersebut biasa diperoleh Kiki dari suplier salon kecantikan.

Ruang Pijat

Ruangan pijat Asoka dibagi menjadi 3, yaitu ruang utama untuk tempat memijat yang berukuran 8x4m. Ruangan ini ber-AC, mempunyai 4 bed khusus yang digunakan sebagai tempat pijat, dispenser dan perlengkapan lainnya sebagaimana layaknya tempat pijat. Di ruangan ini juga disediakan tempat istirahat dengan dekorasi yang pas dan seting lampu yang sangat memanjakan konsumen.

Berikutnya adalah ruang ganti pakaian dan kamar mandi. Ruangan ini berukuran 4×3 m. Berfungsi sebagai tempat ganti pakaian sekaligus untuk membersihkan badan. ruang ini bersebalahan dengan kamar mandi yang merupakan fasilitas bagi para konsumennya.

Selanjutnya yang terakhir adalah ruangan lobi dan tempat tunggu. Fungsi ruangan ini adalah sebagai ruang tunggu pasien apabila mengantri, tempat pembayaran sekaligus ruang untuk mendapatkan informasi seputar jasa pijat Asoka.

Pemasaran

Target konsumen yang dipilih Kiki adalah mahasiswa. Dipilihnya target tersebut karena menurutnya, di masa sekarangini banyak kalangan mahasiswa mempunyai pola makan yang buruk serta malas untuk berolahraga, tetapi ingin badan yang sehat.

Pijat refleksi dianggap oleh beberapa konsumennya sebagai jalan pintas untuk memperoleh kesehatan tersebut. Rata-rata konsumennya adalah 60% mahasiswa putri dan 40% mahasiswa putra. Kebanyakan mahasiswa putri meminta jasa totok wajah agar tetap cantik dan awet muda, disamping hanya sekedar ingin melepas rasa penat dan lelah.

Asoka menggunakan beberapa media untuk memasarkan jasanya. Baliho digunakan di pinggir jalan depan ruang usahanya. Ukurannya relatif besar sehingga memudahkan untuk dibaca siapa saja yang lewat.

Brosur dan leaflet disebar di beberapa titik penting yang sudah disesuaikan dengan target marketnya. Papan penunjuk arah dipasang di beberapa tempat yang dekat dengan lokasi usahanya. Tujuannya adalah untuk mempermudah calon konsumennya datang ke tempatnya.

Sstem promosi yang diterapkan di Asoka adalah potongan harga sebesar 5 ribu untuk setiap hari Selasa dan Kamis. Tarif yang diberlakukan juga flat, 30 ribu siang dan malam. Sistem ini memang berbeda dengan kebanyakan jasa pijat lainnya yang memberlakukan harga yang berbeda untuk malam harinya.

Promosi yang lain yang tak kalah efektifnya adalah untuk setiap 6 kali pemijatan, Asoka memberlakukan gratis 1 kali pemijatan. Tetapi dari sekian sistem promosi yang digunakan, kepuasan konsumenlah yang paling efektif untuk mendatangkan pelanggan baru, katanya.

Kendala

Saat ini Kiki terkendala dengan kurang cepatnya karyawan dalam menyebarkan brosur. Dan repotnya, apabila brosur tersebut dititipkan ke orang seperti tukang parkir misalnya, kebanyakan tidak melaksanakan tugasnya dengan benar, walaupun sebenarnya mereka sudah dibayar.

Kiki juga masih terkendala dengan sempitnya ruang parkir di halamannya. Apabila dalam waktu bersamaan konsumen datang, maksimal hanya mampu menampung 3 buah mobil saja. “Itu belum termasuk motornya mas”, ujarnya.

Setiap 1 tahun sekali Kiki memperpanjang masa kontraknya. Sebenarnya di awal usaha, Kiki sudah melakukan kontrak permanen selama 10 tahun. Hal itu dilakukan mengingat ada kesalahan yang dilakukannya dalam merancang RAB yang menyebabkan pembengkakan dana pada renovasi kontrakannya. “Habis 37 juta mas untuk renovasi saja. Biar nanti nggak rugi, sekalian saja sewa 10 tahun”, begitu katanya sambil tersenyum kecut.

Simulasi Keuntungan Usaha Jasa Pijat Asoka dalam Sebulan

Pemasukan
Jasa Pijat Asoka : Rp. 7.500.000,00

Pengeluaran
Komisi Tukang Pijat : Rp. 2.550.000,00
Uang Makan Karyawan : Rp. 500.000,00
Listrik : Rp. 400.000,00
Krim & Minyak Zaitun : Rp. 200.000,00
Lain-lain : Rp. 150.000,00
Total Biaya : Rp. 3.800.000,00

Keuntungan Bersih
Rp. 7.500.000,00 – Rp. 3.800.000,00 = Rp.3.700.000,00