Berawal dari kepeduliannya akan nasib para penyandang cacat khususnya tuna daksa, yang selalu tersisihkan dimata masyarakat. Seorang ibu rumah tangga di daerah Surabaya mencoba membuka peluang usaha dengan modal kecil yang Ia miliki. Hanya dengan modal uang Rp 500.000,00 yang saat itu dimilikinya, serta sebuah alat mesin jahit. Pada tahun 1995 Titik Winarti mendirikan sebuah toko aksesoris, tas dan juga baju.

Awalnya merupakan suatu hobby saja, ditengah waktu luangnya Ia mencoba memproduksi aneka wadah cantik yang terbuat dari daur ulang toples bekas yang ada di rumahnya. Namun hobby yang Ia tekuni mampu menghasilkan pendapatan yang cukup bagus, hingga mampu menghasilkan uang tambahan untuk perekonomian keluarganya. Berkat tekad dan keyakinan yang Ibu Titik miliki, tak lama setelah dirintis usaha tersebut mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dan berkembang dengan fokus di pengolahan kain / tekstil meliputi berbagai macam produk. Antara lain perlengkapan bayi, aksesoris perlengkapan rumah tangga, keperluan pengantin, tas berbagai acara, hingga busana anak dan dewasa pun telah berhasil Ia produksi.

Hingga Beliau mampu merekrut karyawan untuk membantu usaha yang dijalankannnya. Ibu Titik sengaja memilih untuk mempekerjakan kaum tuna daksa dari yasayan penyandang cacat, karena keprihatinannya akan nasib penyandang cacat yang selalu dipandang sebelah mata membuat mereka kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak sama dengan orang normal lainnnya.

Selain penyandang cacat, Ibu Titik juga merekrut remaja putri yang putus sekolah. Kini seiring dengan ramainya toko yang Ia miliki, serta banyaknya pesanan yang masuk ke Tiara handycraft membuat Ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menambah jumlah karyawan yang ada. Total karyawan yang Ia miliki sekarang mencapai 60 orang, dan memperoleh fasilitas asrama yang telah didirikan khusus oleh Ibu Titik.

Berkat kepeduliannya akan nasib penyandang cacat, wanita asal Surabaya tersebut telah memperoleh banyak penghargaan. Hingga PBB pun mengundang Ibu Titik ke markas besar PBB untuk menerima penghargaan khusus, karena prestasinya yang telah memberdayakan penyandang cacat. Selain itu masih banyak lagi penghargaan yang ditrimanya, baik dari prestasi sosial Beliau maupun dari prestasi usaha yang telah Ia kembangkan.

Berkat ketulusan, keuletan serta kerja kerasnya dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya. Sekarang produk-produk Tiara Handicraft telah menembus pasaran Dunia, seperti  Brasil, Spanyol,dan Belanda. Dari cerita profil pengusaha Tiara handycraft yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi ini, semoga mampu memberikan tambahan inspirasi dan motivasi bagi kita semua dalam memulai ataupun menjalankan usaha yang ada.

sumber gambar : http://tiara-handicraft.com/ dan indraharsaputra.blogspot.com/200…ive.html