Bentuk warungnya sederhana, suasana ruangannya lebih terkesan apa adanya. Namun jika anda duduk sambil ngobrol – ngobrol di ruangan ini, anda akan merasa betah untuk berlama – lama. Daya tarik dari luar jalan yang terlihat menarik membuat orang ingin mencoba untuk bersinggah ke warung makan ini.

Video Praktisi

Latar Belakang Menjalankan Bisnis Kerajinan

Itulah Sego Macan, terinspirasi dari warung angkringan yang dipadukan dengan konsep yang lebih nyantai dalam sebuah tempat makan. Sehingga para pelanggan dapat menikmati ngobrol – ngobrol ditemani dengan minuman yang khas dan makanan yang ringan. Sego macan merupakan perpaduan antara angkringan dan tempat nongkrong.

” Ketika itu Jogja baru rame – ramenya untuk mendirikan cafe, sehingga saya dibantu beberapa teman ingin membuat usaha cafe juga tapi untuk konsumen menengah kebawah. Makanya kami mendirikan Kopi Klotok ” jelas Kancir sebagai pengelola usaha ini.

Kopi klotok merupakan kopi yang dipanaskan hingga mendidih, sehinga butiran – butiran kopinya terasa di minumannya. Selain itu juga ada rasa yang berbeda dengan campuran kopinya, sehingga lebih terasa nikmat dilidah.

Pada awal usahanya, Kopi Klotok atau Sego Macan ini juga mengalami berbagai kendala. Diantaranya adalah sepi pengunjung. Namun, berkat usaha mas kancir dengan memanggil beberapa teman – temannya untuk singgah dan nongkrong, akhirnya hingga saat ini warung kopi klotok atau sego macan ini bisa menghasilkan 150 – 250an pengunjung setiap harinya.

” Warung Makan ini berdiri bulan Januari 2007, namun pada awalnya warung makan ini diberi nama kopi klotok. Setelah 4 bulan, sekitar bulan Mei 2007, sego macan baru kami buat ” kenang Nasrurohman nama asli dari Kancir. Hingga kini baik kopi klotok ataupun sego macan, sudah terkenal dan memiliki cabang didaerah Timoho Jogja, sebelah Utara Balaikota.

“Sebenarnya Sego Macan itu yang khasnya adalah nasinya bakar dan sambalnya yang super pedas. Dan komposisi lauk pauknya seperti nasi kucing, namun porsinya lebih besar, makanya kita namakan sego macan ( nasi macan )” jelasnya.

Warung makan tempat tongkrongan ini selalu ramai dikunjungi oleh para mahasiswa pada malam hari, rata – rata pengunjung disini menikmati minum sambil ngobrol – ngobrol. Minuman yang disajikan pun sangat beragam, mulai dari kopi, susu, minuman instan seperti milkshake, es blender, minuman rempah (kayu manis, jahe) dll. Sedangkan untuk jenis makanan yang ditawarkan adalah jenis makanan angkringan, seperti sate usus, tempe bakar, ceker, mie rebus, dll.

Dikarenakan setiap harinya pengunjung selalu ramai, Sego Macan melakukan penambahan tempat di sekitar usahanya. Salah satunya dengan memberikan tikar di pinggiran trotoar, dengan diberi pembatas kayu pada tepi sungai, pengunjung dapat ngobrol – ngobrol santai.

Jika anda berkunjung pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka warung makan ini terlihat sangat ramai. Namun untuk hari – hari biasa, warung makan ini tidak begitu ramai sehingga anda bisa menikmati ngobrol dengan teman hingga Pkl. 02.00 WIB.

Kini sego macan yang beroperasi Pkl. 16.00 WIB telah masuk sebagai daftar wisata kuliner di pemda Yogyakarta, dan juga telah diliput dari berbagai media lokal dan nasional, seperti Jogja TV, Indosiar, TVRI dan beberapa koran lokal, sebagai tempat wisata kuliner yang menarik untuk dikunjungi.

Proyeksi Keuangan Sego Macan

Investasi Awal               : Rp 30.000.000
Pendapatan
Rp 800.000 x 30 hari         : Rp 24.000.000
Bahan Baku (40% )            : Rp  9.600.000
Laba Kotor                   : Rp 14.400.000

Biaya Operasional
Gaji 6 Pegawai               : Rp  3.000.000
Sewa Tempat                  : Rp  1.500.000
Biaya Lain - lain            : Rp  2.000.000
TOTAL                        : Rp  6.500.000
Laba Bersih / bln            : Rp  7.900.000

sumber gambar: http://cdn.bisnisukm.com/2009/01/warung-makan-sego-macan-7-300×225.jpg & http://farm3.static.flickr.com/2333/2219398090_7a537981fb.jpg?v=0