Pemasaran

Cara Marketing Yang Bisa Kamu Terapkan Pada Bisnismu

6-cara-marketing-yang-bisa-kamu-terapkan-pada-bisnismu

sumber gambar: Unsplash.com/Diggity Marketing (https://unsplash.com/photos/s8HyIEe7lF0)

Cara marketing yang tepat, bisa menunjang penjualanmu lho! Siapa sih yang tidak bahagia jika penjualan bisa meningkat setiap harinya? Kamu tentu penasaran, apa saja yang bisa dilakukan supaya pemasaran yang dilakukan bisa berjalan optimal? Berikut ini kami akan mengulas sejumlah cara yang bisa kamu terapkan pada bisnismu.

Cara Marketing Yang Harus Kamu Tahu

Beberapa pengusaha memiliki marketer yang sudah ahli di bidangnya untuk menangani penjualan produk atau jasa mereka. Ada pula yang mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya dengan cara belajar. Belajar marketing bisa dari mana saja. Keberadaan Internet sekarang memudahkan siapa saja untuk bisa menjadi ahlli di bidang apapun, termasuk masalah pemasaran.

Nah, pada kesempatan kali ini, merujuk pada hasil liputan tim BisnisKuliner.ID, kami akan mengulas cara-cara yang bisa kamu adaptasi untuk bisnismu buat pemasaran.

1. Pelajari dan kenali dulu karakter konsumenmu

Dalam hal ini, ketika kamu memulai sebuah bisnis atau usaha, pasti ada orang-orang yang kamu sasar sebagai target pasarmu, kan? Nah, kamu perlu mempelajari karakter target pasarmu terlebih dahulu. Usia-usia tertentu punya kebiasaan tersendiri, dalam penggunaan media sosial misalnya sehingga kamu perlu memahami perbedaan karakter masing-masing pribadi.

Sebagai informasi, kamu tidak bisa menerapkan satu startegi untuk satu kalangan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, strategimu harus yang spesifik. Inilah mengapa kamu perlu riset supaya tidak salah mengambil langkah.

Kemajuan teknologi sudah sangat memberi kemudahan bagi kita semua untuk melakukan riset, jadi jangan malas ya! Cara marketing yang tepat sangat dibutuhkan, tapi jangan pernah kelewatan mempelajari konsumenmu.

2. Awal pemasaran, offline marketing tidak masalah

Perlu diketahui bahwa baik cara marketing online maupun offline marketing sama-sama memberikan dampak bagi suatu usaha. Ketika kamu masih baru, tidak masalah jika kamu ingin terjun langsung ke lapangan, dengan membagikan brosur misalnya. Karena dengan begitu, orang-orang akan lebih yakin dengan eksistensi bisnismu.

Membidik usaha yang baru berdiri dengan media online mungkin akan kurang efektif. Mengapa? Bayangkan saja, orang-orang hanya melihat eksistensimu melalui dunia maya, bisa saja itu hanya usaha fiktif. Nah, kalau kamu bisa meyakinkan terlebih dahulu bahwa usahamu itu real, itu bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha yang sedang kamu jalankan, bukan? Nanti kalau usahamu sudah mulai punya konsumen, kamu baru bisa-bisa saja mulai marketing online secara utuh.

3. Perlu menyusun strategi, jangan langsung ke teknisnya

Masih berkaitan dengan poin pertama, poin berikut ini menegaskan bahwa tidak perlu terburu-buru dalam menjalankan usaha. Pikirkan segalanya dengan matang, termasuk soal strategi. Siapa pun bisa saja kalau mau tergesa, tapi untuk hasil yang maksimal tentu diperlukan proses, jadi tidak perlu khawatir. Segala sesuatu itu memang memakan waktu, tidak ada yang instan.

“Kita ga muluk-muluk di awal, gimana caranya orang tahu dulu Waiki (usaha kita). Nah, makanya pada saat kita soft opening, kita gratisin semua.” tutur Tama, selaku owner Waiki Boneless Chicken saat ditemui tim BisnisKuliner.ID. Dalam hal ini, yang bisa kita ambil pelajaran adalah take it slow, yang penting konsepnya dimatangkan dulu, kalau sudah matang baru eksekusi cara marketing nya.

4. Lebih banyak mengandalkan online marketing

Di era yang sudah sangat maju ini dan populasi manusia yang didominasi oleh generasi milenial, cara marketing dengan online sangat dianjurkan. Sekarang, milenial apa-apa sumbernya dari internet, termasuk media sosial. Jadi, kamu juga harus bisa memanfaatkan media sosial sebaik mungkin. Kamu bisa belajar banyak dari internet soal digital marketing.

5. Ramah pada konsumen menjadi teknik marketing terdepan

Kamu sebagai pelaku usaha, pasti juga pernah berada di posisi sebagai konsumen, kan? Pasti kamu akan sangat senang kalau mendapatkan pelayanan yang baik ketika sedang ke tempat makan atau di mana pun itu. Nah, ramah pada konsumen bisa kamu jadikan jurus jitu strategi marketing yang bisa menarik kembali konsumenmu. Kalau konsumen puas dengan pelayanan, dia pasti tidak akan segan untuk datang kembali bahkan merekomendasikan usahamu ke teman-temannya. Asyik banget kan cara marketing yang satu ini?

6. Hindari pemasaran yang sifatnya memaksa

Memasarkan boleh, memaksa jangan! Kamu kalau ketemu sama orang yang menawarkan produk atau jasa dengan ngotot pasti sebel kan? Biasakan untuk menempatkan diri sebagai calon konsumen sebelum eksekusi cara marketing dalam usahamu. Karena cara ini memang paling ampuh.

Ketika kamu sedang menawarkan produkmu, pastikan menggunakan cara-cara yang tidak mengintimidasi. Kalau memang target dari awal sudah kelihatan tidak tertarik padahal kamu sudah mengeluarkan segala jurus, ya sebaiknya mundur teratur. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang suka kalau dipaksa, ingat itu ya. Kamu harus menghargai juga keputusan target marketmu, jangan egois.

Eits, Ternyata Faktor Harga Juga Memengaruhi Loyalitas Konsumen Lho!

Kamu pasti akan kaget kalau tempat yang biasanya jadi langgananmu, tiba-tiba harganya berubah. Dan seringnya perubahan harga apalagi kalau naik, itu bisa membuat konsumen pikir dua kali untuk kembali lagi keesokan harinya. Jadi, hati-hati soal harga.

Dalam usaha, kamu perlu menjaga kualitas produkmu, pokoknya apapun alasannya, kualitas produk tetap jadi perhatian utama. Jangan sampai konsumen kecewa dengan kualitas yang menurun. Pastikan kamu bisa menjaga kualitas, kalau perlu ya ditingkatkan sesuai masukan dari konsumen.

Kedua, kuantitas  produkmu juga harus diperhatikan. Konsumen itu juga sangat detil ketika menerima sesuatu yang mereka beli, perkara jumlah misalnya. Jadi, kamu juga harus jeli untuk urusan kuantitas ya!

Ketiga, jangan terlalu banyak mengubah harga. Sebaiknya ya kalau memang butuh naik harga jangan langsung dalam jarak dekat, harus ada jeda supaya konsumen tidak kaget. Tapi yang perlu diperhatikan, ketika kamu menaikkan harga diikuti dengan kenaikan kualitas, itu masih bisa diterima.

Siapkan Customer Service Yang Terbaik

Oleh karena customer service merupakan garda terdepan usahamu, kamu harus pastikan bahwa mereka yang menjadi customer service adalah orang-orang terpilih. Seorang CS harus bisa memberikan servis terbaik kepada calon konsumen. Terkadang, masalah yang dihadapi CS adalah banyaknya pertanyaan yang masuk. Pertanyaannya mungkin sama, oleh orang yang berbeda. Ini mungkin menjadi hal yang menyebalkan bagi beberapa orang, tapi karena sudah menjadi tugasnya, seorang CS harus bisa mengatasi rasa jenuh atau kesalnya dengan profesional.

Sekarang coba bayangkan, kamu sedang butuh informasi dari seorang CS, tapi CS tidak memberikan respons yang baik, pasti kamu pikir dua kali untuk melanjutkan sampai tahap deal. Pelayanan yang tidak baik bisa membuat proses penjualan jadi gagal.

Baiklah, semoga ulasan kami tentang cara marketing kali ini bisa memberikan wawasan baru bagi kamu, ya. Kamu bisa memulai semuanya dengan mengenali dulu karakteristik target pasarmu, melakukan riset, serta mematangkan konsep. Selamat mencoba!