Kerajinan Kulit Ikan Pari Dari Kabupaten Sleman

kerajinan kulit ikan pari
kerajinan kulit ikan pari

Kerajinan kulit merupakan lahan usaha yang cukup potensial untuk dijalankan. Berbagai produk yang dihasilkan dari bahan kulit menjadikannya selalu mempunyai pasar tersendiri. Salah satu kerajinan kulit yang menjadi potensi industri di Kabupaten Sleman adalah kerajinan kulit ikan pari. Kulit ikan pari memiliki nilai ekonomi tinggi karena coraknya yang eksotik, sehingga hasil kerajinan kulit ikan pari pun menjadi barang yang banyak digemari oleh konsumen.

Kerajinan kulit ikan pari menjadi salah satu produk di D.I. Yogyakarta yang dikembangkan melalui pendekatan one village on product atau OVOP. Dengan model pendekatan ini, untuk setiap wilayah diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas agar bisa merambah pasar dunia. Program OVOP di DIY sudah dimulai sejak 2008 dan pada tahun pertama, sejumlah industri kecil menengah telah mendapat pendampingan untuk mengikuti program OVOP Jepang.

Salah satu IKM dari Kabupaten Sleman yang mengikuti program tersebut adalah IKM yang mengolah kulit ikan pari menjadi berbagai produk kerajinan seperti dompet, tas, ikat pinggang, dan asesoris lainnya. Kulit ikan pari memiliki karakteristik yang berbeda dari kulit sapi. Ikan pari memiliki kulit yang sangat keras. Lapisan kulit terluar menyerupai bintik-bintk kristal yang berfungsi untuk melindungi tubuhnya. Inilah yang membuat tekstur ikan pari dianggap eksotik.

Proses Produksi Masih Sulit

Karena teknik pengerjaannya berbeda dengan kulit sapi, belum banyak pengrajin yang mampu mengolah kulit ikan pari menjadi produk yang berkualitas. Di Kabupaten Sleman sendiri, industri pengolahan kulit ikan pari ada di wilayah  Ngaglik dan Condong Catur.  Ikan  pari masih tergolong mudah didapatkan di daerah tropis sehingga para perajin kulit ikan pari tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan baku. Bahan kulit mentah tidak hanya didapat dari Pulau Jawa namun juga dari Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Proses pengolahan kulit pari dimulai dengan memisahkan kulit dari daging. Setelah terpisah, kulit harus diawetkan dengan penggaraman. Proses penggaraman ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam tahap proses penggaraman, kulit ikan pari pun mengalami proses penyamakan. Setelah semua proses penggaraman selesai, kulit setengah jadi bisa diwarnai dengan zat warna khusus yang dapat menyerap pada sisik padatnya. Proses berikutnya adalah pembuatan menjadi barang kerajinan. Dalam tahap ini, kesulitan yang dihadapi adalah penjahitan karena sisik ikan yang sangat keras.

Seluruh proses pengolahan kulit ikan pari, dari pengulitan hingga dihasilkan barang jadi memerlukan waktu sekitar satu setengah bulan. Rumitnya teknologi pengolahan kulit ikan pari membuat skala perajin tidak bisa menjadi masal seperti penyamakan kulit sapi atau kambing. Namun, potensi pasarnya masih sangat besar. Bahkan, para perajin kulit ikan pari di Kabupaten Sleman sudah mengekspor kerajinananya ke pasar Asia, Amerika, Eropa, dan Australia.

Harga kerajinan dari kulit ikan pari sangat bervariasi tergantung kualitas bahan yang digunakan. Misalnya saja dompet wanita dapat dibeli dengan dengan kisaran harga Rp 300.000 sampai Rp 700.000. Dompet pria memiliki harga yang lebih rendah, yaitu kisaran Rp 150.000 sampai Rp 400.000. Dengan harga jual yang tinggi, maka prestise barang kerajinan kulit ikan pari tidak kalah dengan barang-barang bermerek dari luar negeri.

Diolah dari berbagai sumber
Sumber gambar: http://1.bp.blogspot.com/_bn2NrS_Ypnk/TRlmI6neQFI/AAAAAAAAAFw/WHTsDSFZwa4/s1600/Dompet+kulit+ikan+pari.jpg

2 Komentar

Comments are closed.