Lucunya Kreasi Produk Aplikasi Motitupo

Kreasi case laptop motitupoStatus sebagai sarjana tidak menjamin seseorang untuk bisa langsung berhasil dalam persaingan dunia kerja. Bahkan setiap tahunnya, banyak lulusan perguruan tinggi ‘harus rela’ menjadi pengangguran karena kalah bersaing ditengah sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Dasar itulah yang kemudian melatarbelakangi Jati Palupi Indartono (27) lebih memilih dunia wirausaha dengan mendirikan usaha kreatif yang dinamai Motitupo.

Pengalaman sebagai seorang job seeker selama beberapa waktu ternyata mampu membuka pikiran Jati untuk lebih memilih membuka lapangan kerja sendiri di rumahnya Purwodadi Grobogan.

Ditemui Jumat (9/3), lulusan Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta tersebut mengakui jika pada awalnya hanya iseng menciptakan produk-produk aplikasi di sela kesibukannya mencari kerja. “Kebetulan sepupu juga memiliki usaha konveksi, dan di situ ternyata banyak kain sisa yang tidak terpakai, kemudian iseng merangkainya menjadi produk aplikasi (mukena dan sarung anak), malah jadi ketagihan sampai sekarang,” ujar Jati kepada tim liputan bisnisUKM. Dengan modal pinjaman sebesar 5 juta Rupiah, Jati mulai merubah pola hidupnya dari seorang job seeker menjadi entrepreneur.

Kreasi Bantal MotitupoMotitupo menjadi ‘bendera’ Jati dalam mengembangkan jiwa entrepreneurnya. Dukungan penuh dari keluarga membuat sulung dari tiga bersaudara itu semakin mantap dalam meniti langkah usahanya. “Motitupo sendiri merupakan gabungan nama dari mom (ibu), saya (Jati), dan kedua saudara saya (Jatu dan Poenang), sehingga bisa dikatakan usaha ini merupakan bisnis keluarga juga,” terangnya sembari tersenyum. Dengan dibantu 3 orang tenaga kerjanya, saat ini Motitupo mampu mengkreasi beragam produk aplikasi, diantaranya berbagai macam bantal, case laptop, goodie bag, tas main, play mate, tutup galon, tutup kulkas, dll.

Bahan baku utama yang digunakan dalam kreasi produk tersebut adalah kain katun. Sementara untuk proses produksinya tidak memerlukan perlakuan khusus, hanya diperlukan ketelatenan dan kecermatan dalam mengikuti alur pola. “Untuk kreasi bantal misalnya, proses pertamanya pastilah pembuatan desain/ gambar sesuai dengan pola yang sudah ada, hasilnya kemudian dipotong mengikuti rangkaian pola, setelah itu dijahit, dibordir, terakhir tinggal finishing,” jelas Jati. Jati menambahkan jika pihaknya juga selalu terbuka menerima masukan ataupun usulan desain dari para pelanggannya.

Strategi Pemasaran Motitupo

Kreasi tas motitupoTarget pasar utama dari produk Motitupo sendiri adalah kalangan remaja putri, namun tidak menutup kemungkinan juga kalau produknya bisa digunakan oleh anak-anak maupun dewasa. Untuk media pemasaran, Motitupo lebih mengandalkan media online, yaitu melalui jejaring sosial maupun blog pribadi. “Terkadang kami juga mengikuti bazar yang digelar di beberapa tempat untuk memperkenalkan produk kami langsung ke masyarakat,” imbuhnya. Dengan harga Rp.150.000,00 s.d. Rp.200.000,00/ pcs, Jati mengaku bisa memperoleh omzet rata-rata 10 juta rupiah setiap bulannya (keuntungan 20-30%).

Keunikan produk Motitupo ternyata juga menarik hati para reseller untuk ikut serta menjualkan produk mereka. Tercatat tidak kurang 5-10 orang reseller yang saat ini sudah menjalin mitra kerjasama dengan Motitupo. Kondisi demikian makin memicu Jati dan timnya untuk lebih meningkatkan kreativitas dan inovasi produk mereka agar makin bersaing di pasaran. “Untuk itu, dalam waktu dekat saya punya keinginan untuk memiliki workshop yang bisa dijadikan sentra pemasaran produk-produk kreasi kami ini,” tambahnya.

LUCUNYA KREASI PRODUK APLIKASI MOTITUPO

Di akhir wawancaranya, Jati berharap usahanya tersebut akan semakin meningkat, baik dari segi kualitas, inovasi, dan kuantitasnya. Terlebih, dengan usahanya yang sekarang, dirinya tidak perlu bingung-bingung lagi mencari kerja seperti ketika awal lulus kuliah dulu.

Tim liputan bisnisUKM

31 thoughts on “Lucunya Kreasi Produk Aplikasi Motitupo”

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba