Inspirasi Bisnis, Video UKM

Menekuni Bisnis Produksi Roti Manis Sami Jaya Purwodadi

Sami Jaya BakeryPerkembangan industri bakery di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menunjukkan trend yang cukup menggembirakan. Indikasi tersebut ditandai dengan makin besarnya kapasitas produksi, serta cakupan area pemasaran yang semakin luas. Salah seorang pelaku usaha yang menjadi ‘saksi hidup’ pasang surutnya industri bakery di wilayah tersebut adalah Bapak Jasman (52). Pemilik Sami Jaya Bakery itu telah menekuni bisnis produksi aneka jenis roti selama kurang lebih 26 tahun. Selama kurun waktu tersebut, Pak Jasman mengalami sendiri pasang surutnya perkembangan industri bakery di wilayah Kabupaten Grobogan.  

Ditemui di rumahnya, Kamis (26/4), Pak Jasman mengungkapkan latar belakang dirinya menekuni usaha bakery hingga saat ini. “Sejujurnya dulu saya sempat berkerja di industri bakery Solo sebagai karyawan, kemudian setelah menikah saya berinisiatif untuk coba-coba membuka usaha sendiri (bakery), lambat laun usaha tersebut menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan, hingga akhirnya kami kembangkan sampai dengan saat ini,” terangnya kepada tim liputan bisnisUKM. Proses pembelajaran langsung yang diterima Pak Jasman selama menjadi karyawan membuatnya paham dengan seluk beluk produksi aneka jenis roti dan pemasarannya.

proses produksi Sami Jaya BakeryDengan dibantu 20 orang tenaga produksinya, saat ini Sami Jaya Bakery mampu memproduksi 30 sak tepung/ hari (±7,5 kwintal). Kapasitas yang bisa dikatakan cukup besar untuk skala home industri yang berlokasi di daerah. “Kebetulan kurang lebih dua tahun ini, kami bekerjasama dengan salah satu produsen tepung  terigu yang rutin menyuplai kebutuhan bahan baku, jadi secara tidak langsung kami terbantu dalam pemenuhan kapasitas produksi,” ujar Pak Jasman lantang.

Terdapat enam jenis roti yang diproduksi Sami Jaya Bakery, yaitu roti isi kelapa, roti isi nanas, roti isi coklat, roti isi pisang, roti isi tiga rasa, serta pia kacang. “Sebenarnya semua produk bakery saya pernah produksi, seperti donut, kue kukus, dan aneka kue kering, namun untuk saat ini kami fokus dalam produksi roti seperti ini,” imbuh Pak Jasman sambil menunjukkan produk roti manisnya. Dengan harga Rp.1.000,00-Rp.1.500,00/ pcs, Pak Jasman mengaku bisa memasarkan produknya hingga ke wilayah Semarang, Blora, dan Pati.

Strategi Pemasaran

kunjungan tim bisnisUKMSistem pemasaran yang diterapkan bapak tiga orang putra tersebut adalah sistem keagenan. Bahkan, seluruh hasil produksi dalam sehari sudah ludes diambil oleh agen yang tersebar ke beberapa wilayah. “Saya selama ini hanya fokus di produksi, untuk urusan pemasaran sudah ada yang melakukannya (agen), jumlahnya untuk saat ini ada 3 orang agen,” jelasnya. Salah satu agennya bahkan secara rutin mengambil 10.000 pcs/ hari. Untuk agen, Pak Jasman menerapkan harga khusus, yaitu Rp.650,00-Rp.800,00/ pcs. Dengan sistem semacam itu, Pak Jasman mengaku bisa memperoleh omzet rata-rata 12 juta Rupiah/ hari.

Sementara ketika ditanya tentang keunggulan produknya jika dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, Pak Jasman mengungkapkannya dengan lugas. “Isiannya murni, serta tidak menggunakan bahwan pengawet dalam proses produksinya,” ujarnya. Selain itu, penggunaan gula murni sebagai bahan pemanisnya juga menjadi kunci cita rasa produk bakeri Sami Jaya diminati banyak orang.

MENEKUNI BISNIS PRODUKSI ROTI MANIS SAMI JAYA PURWODADI

Peralatan yang masih manual menjadi salah satu kendala yang dihadapi Pak Jasman dalam menjalankan usahanya. Saat ini, pihaknya baru memiliki satu mesin divider dan kondisinya pun sedang rusak. “Adanya kendala dalam peralatan pastinya berpengaruh terhadap kapasitas produksi, sehingga dalam waktu dekat ini saya berupaya mendatangkan mesin yang sekiranya mampu membantu memperlancar proses produksi,” imbuh Pak Jasman. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya bantuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak terkait untuk sekiranya bisa membantu pengadaan mesin yang dibutuhkan dalam proses produksi itu.

Tim liputan bisnisUKM