Pemasaran Jamur Dengan Strategi Baru

jamur tiramSampai hari ini potensi pasar bisnis jamur masih terbuka lebar. Kondisi ini tentunya mempermudah para pelaku bisnis budidaya jamur untuk memasarkan produk mereka kepada khalayak ramai. Selain memasarkan jamur dalam keadaan segar di pasar tradisional maupun supermarket, kini para pengusaha jamur mulai memperluas jangkauan pasar mereka dengan membangun usaha restoran atau rumah makan serba jamur.

Strategi ini sengaja dipilih para pelaku usaha untuk memperluas pemasaran bisnis jamur serta mengenalkan nikmatnya aneka macam olahan jamur kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan ternyata strategi pemasaran tersebut cukup efektif untuk mengambil hati calon konsumen, sehingga banyak restoran dan rumah makan serba jamur mulai kebanjiran konsumen dari berbagai kalangan masyarakat.

Beberapa contoh pelaku budidaya jamur yang kini sukses mengembangkan usahanya ke bisnis kuliner antara lain Jejamuran Resto, Kebun Jamur, serta rumah makan jamur Artha Sifantara. Ketiga usaha kuliner tersebut sengaja dibangun para pemiliknya guna meningkatkan pemasaran jamur yang mereka panen setiap harinya. Jadi selain mendapatkan untung besar dari bisnis budidaya jamur, mereka juga mendapatkan income tambahan dari bisnis kuliner jamur yang dikembangkannya. Sangat menguntungkan bukan?

Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis jamur, tidak ada salahnya bila Anda meningkatkan kepuasan para konsumen dengan membuka restoran atau tempat kuliner olahan jamur. Sehingga tidak hanya produk jamur segar saja yang bisa memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga berbagai macam menu makanan nikmat serba jamur bisa memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Berikut ini kami informasikan 3 tips pemasaran jamur yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen.pemasaran jamur

  1. Ciptakan kepuasan pelanggan dengan menawarkan beragam inovasi produk kuliner serba jamur. Anda bisa menciptakan menu-menu nikmat yang semuanya diolah dari jamur, seperti menu makanan sehat sate jamur, nugget jamur, burger jamur, keripik jamur, bakso jamur, yoghurt jamur, serta beberapa menu kreatif lainnya yang bisa memuaskan para konsumen.
  2. Tawarkan pelayanan khusus yang bisa menarik minat konsumen. Selain menawarkan aneka macam olahan jamur, Anda juga bisa membuka paket wisata agribisnis jamur sebagai daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan mengajak pengunjung restoran Anda untuk melihat langsung kebun jamur yang Anda miliki. Jadi selain puas menikmati menu jamur yang Anda sajikan, mereka juga mendapatkan pengalaman baru di kebun jamur yang akan membuatnya kembali ke restoran Anda.
  3. Berikan layanan khusus delivery order (pesan antar) bagi konsumen dalam kota. Untuk membangun loyalitas konsumen, Anda perlu melakukan strategi jemput bola sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh dari para konsumen. Salah satunya dengan menawarkan layanan khusus delivery order bagi konsumen dalam kota. Strategi ini terbilang cukup efektif untuk meningkatkan loyalitas para konsumen, sehingga penjualan produk jamur pun ikut meningkat setiap harinya.

Semoga tips pemasaran jamur dengan strategi baru ini bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca yang tertarik menekuni dunia jamur. Percayalah bahwa selalu ada peluang bila Anda jeli dengan potensi di sekitar Anda. Teruslah berkarya, jangan pernah lelah untuk mencoba karena setiap orang memiliki peluang yang sama. Salam sukses.

3 Komentar

    • Terimakasih atas respon yang disampaikan, kebetulan setiap bulannya tim training bisnisUKM.com mengadakan pelatihan bisnis budidaya jamur dari mulai membuat bibit, proses budidaya jamur hingga panen jamur, sampai membuat aneka kuliner olahan jamur dan cara memasarkannya. Informasi selengkapnya mengenai pelatihan bisnis budidaya jamur bisa diakses melalui tim training kami (0274) 3000-422 atau SMS 0852-9000-7054. Semoga bisa membantu dan salam sukses!

  1. mantap, info yang sangat menarik.sangat berguna bagi siapapun yang ingin MAJU dgn keuletan dlam balutan bisnis, ditopang para pioner yang berbagi pengalaman.sekali lagi hormat.

Comments are closed.