Petani Strawberry Garut Telan Kerugian

petani-stroberi-garut-telan-kerugianSedikitnya 324 orang petani strawberry di Desa Barudua dan Karang Mulya Kec. Malangbong, sejak memasuki musim hujan mengalami kerugian cukup besar. Sebagian besar tanaman strawberry mereka rusak parah akibat terjadinya pembusukan diterpa air hujan.

Seorang petani strawberry, Mulyadi (52) yang juga Ketua RW setempat mengatakan, strawberry merupakan salah satu jenis tanaman yang tidak tahan gempuran air hujan. Jangankan sudah berbuah, yang baru berbunga saja jika hujan turun tak hentinya, pohon itu langsung layu. Yang sudah menjadi buah juga bisa busuk.

Dia mengungkapkan, dari 18.000 batang tanaman strawberry miliknya yang tumbuh di lahan seluas 350 tombak atau setengah hektar, saat musim kemarau bisa menghasilkan keuntungan tak kurang dari Rp 10 juta. “Ya kalau kotornya sampai Rp 15 juta. Setelah dikurangi bekas pengeluaran pembiayaan keuntungannya tak kurang dari Rp 10 juta. Itu baru dari seluas 350 tumbak,” kata Mulyadi.

Namun lain lagi dengan sekarang ini, menurut Mulyadi, keuntungannya mengalami penurunan cukup drastis. Bahkan sampai ada para petani yang menelan kerugian cukup besar. “Kalau bagi saya rugi sih tidak. Hanya keuntungannya sangat tipis, yatu sebesar Rp 120.000,00. Jika dibandingkan pada musim kemarau jauh sekali. Itu sudah risiko bagi para petani strawberry,” ujar Mulyadi.

Pendapat yang sama juga diungkapkan petani asal Desa Karang Mulya, Yayan Sofiyan. Menurut dia, jumlah petani yang kini menekuni tanaman strawberry di desanya tak kurang dari 118 orang. Sedangkan lahan yang sudah baku ditanami tanaman primadona bagi warga Kec. Malangbong luasnya mencapai 25 hektare.
“Setiap musim kemarau dari seluas 25 hektare tanaman strawberry keuntungan yang diperoleh petani di Desa Barudua ini tak kurang Rp 500 juta,” ungkap Yayan.

Namun, karena buah strawberry mudah busuk ketika musim hujan, kata Yayan, para petani kini terancam kerugian yang cukup besar. “Jika buah Strawberry mampu bertahan dari terjangan air hujan, maka nasib kehidupan para petani yang berada di Desa Barudua ini akan lebih baik lagi dibandingkan warga lainnya di Kec. Malangbong. Pada musim hujan kita hanya bisa pasrah saja. Mau beralih menanam padi lagi sudah kurang tertarik,” ucapnya.

Camat Kec. Malangbong, Drs. Nadang Sulaksana, M.Si. membenarkan atas adanya keluhan para petani strawberry yang terdapat di Desa Barudua dan Karangmulya. “Dua hari kemarin kita dari Desa Barudua dan Karang Mulya. Para petani di sana mengeluhkan tentang tak mampu bertahannya buah strawberry pada musim penghujan sekarang ini,” tutur Nandang.

Dia mengaku sudah meminta kepada pihak BPP dan UPTD Pertanian yang berada di wilayah kerjanya untuk turun ke lapangan. “Hampir seluas 50 hektare lebih lahan tanaman strawberry yang terdapat di dua desa itu kini nyaris dilanda busuk. Sedangkan petaninya berjumlah sekitar 324 orang. Kita berharap dalam waktu dekat ini ada jalan keluar untuk menyelamatkan buah strawberry dari pembusukan,” ujar Nandang.

2 Komentar

  1. ђαϑϱђ (¬˛¬) ,, padahal saya mau pesan strowbery yg banyak,,, sabar ya teman2,,, sy turut berdo’a smoga smua ini ada solusinya agar strowbery tetap bisa panen banyak meski di musim penghujan.Amin 3x YRA({})

Comments are closed.