Inspirasi Bisnis

Sedapnya Bisnis Makanan Rumahan, Bento dan Puding ala Mama Akma

Sedapnya Bisnis Makanan Rumahan, Bento dan Puding ala Mama Akma

Bisnis makanan rumahan mengantarkan kesuksesan ibu rumah tangga yang satu ini. Berawal dari ide isengnya yang mencoba membuat olahan makanan dan mempostingnya melalui blog. Berbagai tawaran membanjiri dan membuatnya kewalahan.

Martha (32) sebelumnya tak pernah menyangka dirinya bisa memasak dan membuat aneka ragam menu masakan. Tak hanya itu, ia mampu membuat nasi bento dan puding yang lezat dengan ragam bentuk yang unik dan menarik sebagai langkah awal memulai bisnis makanan.

Ibu muda  asal Kudus, bernama lengkap Rahayu Eka Martha Ningtias ini mengaku, kemampuannya memasak bermula sejak mengandung putra pertamanya Safaraz Akma Fadhil Zareta yang kini berusia 3 tahun.

Kisah Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Menekuni Bisnis Makanan Rumahan

Bisnis rumahan makanan yang ditekuni saat ini awalnya tak pernah terfikirkan karena berawal dari ide isengnya. Pada masa kehamilannya, Martha tiba-tiba saja muncul keinginan memasak. Dan jika Akma sekolah nanti, ia ingin membawakan bekal untuk putranya tersebut dari hasil racikannya. Mengingat jajanan sekolah yang kini banyak yang tidak sehat.

Bento dan Puding ala Mama Akma”Sejak hamil mulai beli cetakan makanan, alat masak. Sampai suami bilang itu buat apa? Karena suami tahu saya sangat tidak suka memasak, dan tidak mau memasak,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, untuk mewujudkan keinginannya itu Martha browsing aneka resep di internet dan melihat tahapan memasak lewat youtube. Sesekali di sela kesibukannya yang saat itu masih bekerja di suatu perushaan leasing di Semarang, ia mencoba praktik memasak.

Melahirkan dan akhirnya Martha lebih memilih mengasuh putranya sendiri. Ia pun resign dari tempatnya bekerja. Selain mengurus buah hati, wanita kelahiran Kudus ini masih mengasah hobi barunya. Ia mencoba aneka resep hasil searchingnya di internet.

”Idenya iseng bikinin Akma makanan apa saja, dan dibentuk-bentuk sendiri. Mulai dari nasi kuning bento, tumpeng, nuget baru ke puding,” tutur wanita berkacamata ini.

Pemasaran

Ia melanjutkan, setelah nasi kuning bento jadi kemudian ia share ke sosmed, yaitu facebook dan bbm. Kemudian banyak yang respon. Wanita lulusan S1 Manajemen Unisula Semarang ini pun semakin termotivasi membuat aneka bentuk bento dan puding yang lain.

”Waktu Akma ultah, saya buatkan bento nasi kuning dan juga puding. Nah saya bikin puding bentuk ikan koi untuk pertama kalinya. Tetapi gagal, buntut koinyanya pada lepas,” ungkapnya.

Bisnis Makanan Rumahan, Bento dan Puding ala Mama Akma

Martha yang juga hobi ngeblog ini pun memosting setiap pengalaman membuat bento dan pudingnya di blognya. Hal itu juga sebagai sarana promosinya, selain ia juga mulai memosting di Instagram.

”Dari situ banyak respon, bahkan hingga ke luar Jawa. Tapi masakan yang saya buat ini tidak bisa bertahan lama. Hari itu buat, hari itu juga harus dikonsumsi. Selain itu jika dikirim, juga masih kesulitan pengemasannya dan cara pengirimannya,” paparnya.

Pengembangan Bisnis

Seiring berjalannya waktu bisnisnya ini terus mengalami peningkatan permintaan. Martha mengungkapkan, sering ada pemesan dari Jakarta. Tapi itu diperuntukkan untuk keluarga atau anaknya yang berdomisili di Kudus. Ada lagi yang pesan dari Sumatera untuk diberikan ke rekannya yang bekerja di Kudus.

Ada lagi dari Tangerang hingga datang ke Kudus dan mencari alamat rumah Martha rela naik ojek untuk memesan nasi bento yang dibuat menara Kudus, untuk ulang tahun putranya yang mondok pesantren di Kudus. Hingga saat ini bento dan puding Mama Akma mencakup wilayah Kudus, Pati, dan Jepara.

”Itu tantangan baru lagi, buat nasi bento bentuk Menara Kudus. Wah sulit sekali banyanginnya. Tapi terus saya coba cari caranya, saya gambar dulu, disket di kertas terus di blat. Untuk masalah rasa, semua hanya feelling saja dan kreativitas main warna dan bahan makanan,” terangnya.

 Bisnis Makanan Rumahan, Bento dan Puding ala Mama Akma!

Martha mengaku tidak ada kesulitan yang berarti dalam menjalankan usahanya. Semua ia jalani bermodal restu sang suami dan izin sang anak. ”Saya sudah tidak bisa apa-apa kalau Akma sudah rewel apalagi sakit. Semua orderan terpaksa saya tinggalin,” katanya.

Harga Jual

Untuk harga nasi bento, usaha rumahan yang Martha beri nama ”Mama Akma” ini mematok harga mulai Rp 6500, untuk puding yang ukuran kecil dalam cup mulai harga Rp 2000. Untuk puding seukuran baki harga mulai Rp 50 ribu, untuk yang berdiameter 18 cm diharga Rp 70 ribu. Tergantung tingkat kesulitannya, semakin sulit harga juga menyesuaikan.

Untuk tumpeng, Mama Akma membandrol harga mulai Rp 150 ribu, ada pun tumpeng mini dengan harga Rp 50 ribu, tapi minimal order 3 buah. Dalam setiap bulan, Mama Akma bisa menerima 20 order bahkan lebih.

”Banyak yang ingin kursus sama saya, tapi saya belum bisa membagi waktu. Dan saya tidak ada bakat untuk mengajari, karena saya juga belajar secara otodidak,” tuturnya.

Kelebihan Produk

Bisnis rumahan makanan ala Mama Akma ini tentu memiliki kelebihan dibandingkan dengan kuliner makanan lainnya. Kelebihan produk Mama Akma pastinya sehat, tanpa bahan pengawet, gula asli, agar-agar, dan susu. Satu tahun berwirausaha, ragam komentar berdatangan. Mulai rasa enak yang berbeda, hingga tampilan bentuk makanan yang unik dan kreatif.

”Dalam belajar dan menjalankan usaha ini memang harus telaten dan sabar,” imbuhnya.

Demikian inspirasi dari seorang ibu rumah tangga yang sukses menekuni bisnis makanan rumahan nasi bento dan puding. Baca juga peluang usaha rumahan yang menjanjikan dengan segmen anak.

Simak juga beberapa inspirasi bisnis untuk pemua dan inspirasi bisnis dari para pengusaha sukses berikut ini. Sedikitnya ada 50 lebih pegusaha cafe, restoran, rumah makan, tips dan trik membangun bisnis dari nol. Untuk mengetahui lebih lengkapnya bisa mengunjungi video dari bisniskuliner.id atau bisa KLIK DISINI.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Ayu)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Kudus