Segarnya Es Dawet Madiun

Di siang hari yang menyengat serta berada di bawah sinar matahari secara langsung, sudah tentu tubuh terasa panas dan dahaga. Tentunya saat tubuh mulai kehausan maka yang ingin dinikmati adalah minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokan. Salah satu yang mungkin bisa menjadi alternatif penghilang dahaga Anda di bawah teriknya sinar matahari adalah es dawet Madiun. Terbuat dari campuran bubur ketan hitam, bubur sumsun, tape, gula jawa, dan santan, es dawet Madiun bisa menjadi ‘obat’ pelepas dahaga yang memiliki karakter rasa khas dan unik.

penjual es dawet MadiunBelum lama ini, tim liputan bisnisUKM yang ‘terpanggang’ di bawah teriknya cuaca Yogyakarta sempat singgah pada salah seorang penjual es dawet Madiun yang menjajakan dagangannya di pinggiran Jalan Raya Magelang. Sembari berteduh di bawah pohon, penjual es dawet Madiun yang bernama Ibu Ndari tersebut bercerita kalau es dawetnya akan diserbu pengunjung saat jam istirahat siang. “Kondisi cuaca akhir akhir ini bagi kami penjual es sangat mendukung, apalagi jam-jam seperti ini (siang hari), banyak orang yang merasa kepanasan dan kehausan, mereka kadang singgah sebentar di sini untuk sekedar istirahat sembari melepas dahaga,” ujar Ibu Ndari sembari tertawa.

Kendati hanya bermodalkan gerobak dorong ukuran 2×0,5 meter, namun Ibu Ndari mengaku dalam sehari bisa menghabiskan rata-rata 50 porsi es dawet. Es dawet tersebut dijualnya dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp.3.000,00/ porsinya (mangkuk). Setiap harinya, Ibu Ndari membuka lapak dagangannya setiap pukul 10.00 s.d. 16.00 WIB. “Biasanya kami ‘ketiban rejeki’ seperti saat ini, yakni musim kemarau yang terik serta saat Bulan Ramadhan sebagai menu berbuka puasa,” imbuh Ibu Ndari. Jika Anda ingin menikmati segarnya es dawet Madiun Ibu Ndari silakan mampir di Jalan Magelang KM 7 Sleman Yogyakarta. Salam Sukses!

Tim liputan bisnisUKM

 

2 Komentar

Comments are closed.