Terinspirasi Pedagang Pisang Aroma, Dian Raup Omzet Rp 80 Juta

Terinspirasi pedagang pisang aroma Dian raup omzet Rp 80 jutaMengawali karir sebagai seorang karyawan bank swasta, awalnya Dian Aryanti (32) tak pernah menyangka dirinya bakal banting stir menjadi seorang pengusaha dan kini menekuni profesi barunya sebagai pelaku bisnis camilan pisang roll.

Setelah merasa jenuh dengan rutinitasnya sebagai karyawan bank, ibu satu anak ini akhirnya memutuskan resign dari jabatannya meski ia telah menekuni profesi tersebut selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Langkah berat itu sengaja ia ambil karena Dian ingin lebih dekat dengan sang anak, dan tertantang untuk mencoba keluar dari zona nyaman.

Banyaknya waktu luang setelah jadi ibu rumah tangga, Dian manfaatkan untuk belajar membuat aneka makanan ringan. Saat itu Ia membuat camilan pisang roll setelah terinspirasi dari abang-abang pedagang pisang aroma di pinggir jalan.

Hasil kreasi pertamanya ia sajikan ke ibu-ibu pengajian yang ia ikuti, namun sayangnya hasil uji coba saat itu belum sempurna. Pisang roll buatan Dian masih sangat berminyak dan tampilannya kurang menarik. Sampai-sampai sang ibu pun melarang Dian untuk menyajikannya ke ibu-ibu pengajian.

Uji Coba Berulang Sampai Akhirnya Ketemu Sale Pisang

Bisnis camilan pisang roll

Merasa gagal menyajikan pisang roll buatannya ke teman-teman pengajian tak lantas membuat Dian patah semangat, Ia justru tertantang agar kedepannya bisa membuat pisang roll yang lebih kering dan jadi oleh-oleh khas Garut.

Berkat kegigihan dan uji coba yang terus-menerus, lama-lama pengusaha yang lahir di Garut 23 April 1984 ini menemukan resep dan cara pembuatan pisang roll yang lebih lezat dari pisang aroma dan bahkan camilan pisang tersebut bisa tahan lama. Memanfaatkan isian sale pisang yang bisa tahan lama hingga 3 bulan, Dian kemudian menambahkan dua rasa baru yakni cokelat dan keju, lalu membungkus sale tersebut dengan menggunakan kulit tepung.
“Selanjutnya camilan pisang roll digoreng dan dikemas dengan menarik dalam sebuah kotak yang saya beri label nama D’Harvest,” kata alumni Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Pesanan pun mengalir deras, mulai dari kerabat, teman-teman dekat, hingga para pecinta camilan di Nusantara. Tak butuh waktu lama bagi Dian untuk memperkenalkan bisnis camilan pisang roll yang Ia ciptakan. Dengan bantuan sosial media, sekarang ini D’harvest pisang rolltelah berkembang menjadi industri rumahan dengan ratusan reseller yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Tiap bulan omzet bisnis camilan pisang roll ditaksir bisa mencapai Rp 80 juta. Tak hanya itu saja, seiring dengan permintaan pasar, Dian pun mulai melengkapi usahanya dengan aneka camilan lainnya. Sekarang ibu muda asli Garut ini tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tapi juga mampu memberdayakan UKM, dan membuka lapangan usaha baru bagi siapa saja yang mau menjadi pengusaha.

Setelah aktif di komunitas bisnis yang ada di Garut, Dian pun tergerak untuk menghimpun rekan-rekan UKM-nya yang memiliki bisnis camilan untuk memasarkan produknya secara online. Melalui situs toko online yang dikelolanya, Dian memasarkan produk andalannya pisang rollĀ  dan beberapa produk camilan khas Garut hasil kreasi rekan-rekan UKM-nya yang juga diajaknya berjualan melalui situs tersebut.

1 Komentar

Comments are closed.