Usaha Laundry Ramah Lingkungan Dilengkapi IPAL

green laundryPertumbuhan usaha laundry di kota-kota besar hingga pelosok daerah tentunya menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha. Namun tahukah Anda bahwa dibalik besarnya keuntungan yang dihasilkan dari bisnis laundry, ternyata memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitar lokasi usaha. Penggunaan deterjen yang mengandung fosfat tinggi dan kurangnya kepedulian pelaku usaha untuk melengkapi bisnisnya dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), bisa menghambat pemurnian air sehingga membuat air tanah dan air sumur di sekitar lokasi tercemar oleh limbah chemical (kimia).

Green Laundry

Dari sekian banyak usaha laundry yang tersebar di seluruh negeri, ada salah satu usaha laundry yang mulai memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya. Berlokasi di Kampung Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, ada sebuah laundry yang dikelola oleh Koperasi Desa Sukadanau (KDS) telah dilengkapi dengan IPAL. Melihat perkembangan bisnis laundry yang semakin menjanjikan, pengurus Koperasi Desa Sukadanau berinisiatif untuk menggandeng pihak Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) guna membantu pembangunan IPAL usaha Green Laundry tersebut.

Dayung pun bersambut, melalui kegiatan CSR yang diselenggarakan oleh pihak Coca-Cola Amatil Indonesia, usaha laundry yang dirintis sejak tahun 2008 tersebut kini telah memiliki IPAL untuk menghindari pencemaran tanah dan air di sekitar lokasi usaha. Memanfaatkan teknologi yang cukup sederhana, IPAL milik Green Laundry dibuat dengan menggunakan beberapa bak pengendapan. Salah satu bak dijadikan sebagai filter limbah yang diisi batu kerikil, pasir, dan serabut kapas. Cara tersebut sengaja dilakukan untuk menyaring buangan limbah cucian, sehingga air yang dibuang ke lingkungan sudah bebas bahan kimia maupun kandungan lainnya yang bisa mencemari lingkungan.usaha laundry

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, air limbah yang dihasilkan oleh green laundry ternyata memiliki kandungan BOD dan minyak yang sangat rendah. Sehingga air limbah yang mereka hasilkan tentunya sudah aman untuk dibuang ke alam bebas. Bahkan saat ini air limbah laundry yang telah melalui proses IPAL dimanfaatkan untuk menyiram tanaman-tanaman hijau yang sengaja dikembangkan di sekitar lokasi usaha. Kedepannya, pengelola Green Laundry ramah lingkungan ini berencana untuk memanfaatkan buangan air limbah tersebut untuk membudidayakan ikan lele.

Dengan pemanfaatan deterjen yang ramah lingkungan, melengkapi IPAL sederhana bagi setiap bisnis laundry, serta memilih lokasi usaha yang jauh dari pemukiman warga. Diharapkan usaha laundry yang saat ini dijalankan di berbagai daerah tidak hanya memberikan untung besar bagi pelakunya, namun juga memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Semoga informasi tentang usaha laundry ramah lingkungan dilengkapi IPAL ini bisa memberikan inspirasi baru bagi para pembaca yang tertarik menekuni bisnis laundry. Salam sukses.

Sumber gambar : http://78.136.29.156/media/images/771_Environmentally_friendly_washing_machine_300.jpg dan http://www.laundryex.com/images/clothes.jpg

5 Komentar

  1. saya tertarik dengan Laundry Go Green, mohon sharing knowledge mengenai IPAL sederhana yang telah diterapkan ini

  2. saya ingin sekali membuka jasa loundry .berapa modal hematnya? dan beli peralatanya di mana ? lokasi saya di jakarta timur .

  3. saya sangat tertarik dengan artikel ini.tolong informasi lebih detailnya serta perincian biaya yang dibutuhkan untuk IPAL laundry.terima kasih

  4. apa cara ipal nya hanya menggunakan batu kerikil,pasir, dan serabit kapas aja? ato masih ada bahan2 yg lainnya? Setuju banget dgn ipalx. GO GREEN

Comments are closed.