Perkembangan properti di Kalimantan paling pesat terjadi di Kalimantan Timur. Maklum saja, provinsi yang luasnya satu setengah kali Pulau Jawa ini merupakan salah satu daerah terkaya di Tanah Air dengan produk domestik regional bruto (PDRB) lebih dari Rp 87 triliun.

Video Praktisi

Melihat Peluang Bisnis di Sekitar Kita Lumica Jogja

Sumbangan terbesar antara lain berasal dari minyak bumi yang produksinya mencapai 79,7 juta barrel per tahun dan kemudian gas alam yang produksinya sekitar 1.650 miliar meter kubik per tahun.

Kontribusi ini masih ditambah lagi dengan batu bara yang produksinya sekitar 52 juta meter kubik per tahun, emas dengan produksi 16,8 ton setahun, serta perak dan kayu yang produksinya sangat melimpah.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, pendapatan per kapita rata-rata penduduk Kalimantan Timur juga relatif cukup tinggi. Tidak heran dengan tingginya pendapatan per kapita ini, minat masyarakat untuk membeli rumah, kantor, maupun pusat perbelanjaanpun sangat tinggi.

Jadi, keliru besar jika menganggap Kalimantan Timur masih ditumbuhi hutan belantara sehingga sektor properti kurang diminati. Justru di provinsi yang berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa ini, sektor properti berkembang pesat dan tak kalah dengan kota-kota di Jawa.

Mulai dari pembangunan pusat perbelanjaan, perumahan, rumah toko (ruko), hingga rumah kantor (rukan) semuanya berkembang luar biasa. Bukan cuma pusat perbelanjaan atau rumah sederhana yang berkembang, namun pusat perbelanjaan mewah dengan arsitektur menawan juga mengalami pertumbuhan yang sangat mencengangkan.

Perkembangan Sektor Properti di Samarinda

Di Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, misalnya, tidak kurang dari empat pusat perbelanjaan mewah yang akan dibangun. Padahal, saat ini di kota berpenduduk sekitar 520.000 jiwa ini sudah tersedia dua pusat perbelanjaan mewah.

Di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur ini, perkembangan properti meningkat signifikan. Dan yang paling terasa pertumbuhannya adalah di sektor perumahan menengah dan menengah keatas.

Tak hanya ditingkat lokal, pesona properti di ibukota Kalimantan Timur tersebut juga terbukti mampu menarik perhatian para pengembang papan atas di Tanah Air. Hal ini mengindikasikan bahwa di Samarinda juga menyimpan potensi dan peluang properti yang menjanjikan.

Kemajuan itu bisa dilihat pada segmen rumah menengah dan menengah ke atas. Hal ini juga diperkuat dengan masuknya beberapa pengembang nasional ke Samarinda. Ini mengindikasikan bahwa Samarinda memiliki potensi properti yang menjanjikan.

Selain karena Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur, dari segi geografisnya, lokasi Samarinda seolah menjadi muara dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Timur seperti Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan lain sebagainya.

Samarinda menjadi pusat traffic Kalimantan Timur. Artinya Samarinda memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi peredaran uang di seluruh Kaltim, sekitar 60%-nya beredar di Samarinda. Selain itu, potensi batubara juga menjadi faktor penarik pelaku bisnis datang ke Samarinda.

Ini yang membuat pasar properti di segmen menengah dan menengah atas lebih tumbuh dan berkembang cukup baik.

Perkembangan Sektor Properti di Balikpapan

Perkembangan properti di Balikpapan juga demikian halnya. Wajah Balikpapan di era otonomi daerah semakin sumringah. Pertumbuhan ekonomi kota di Kalimantan Timur itu berkembang pesat.

Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya perusahaan minyak asing, pertambangan, kelapa sawit, dan kehutanan yang bercokol di kota seluas 503,3 km2 itu. Semua Kantor Wilayah (Kanwil) Pemda Kalimantan Timur pun berada di Balikpapan.

Tentu semua itu tidak lepas dari faktor keamanan Balikpapan yang sampai saat ini terjaga baik. Situasi kondusif ini tentunya berimbas positif pada subsektor properti. Subsektor properti yang paling melaju adalah perumahan dan ruko.

Meski harganya tidak bisa dibilang murah, hal itu tidak menjadi halangan. Bayangkan saja, pertokoan dengan harga sewa sekitar Rp 21.000 per meter persegi per bulan menjadi rebutan banyak kalangan.

Begitu pula di sektor perumahan. Rumah seharga Rp 300 jutaan untuk ukuran 68/120 meter persegi seperti di Perumahan Balikpapan Baru laris manis bak kacang goreng. Dari segi desain dan arsitektur, rumah-rumah di Balikpapan tidak kalah dengan di Jawa.

Permintaannya membludak namun pengembang kerepotan memasoknya. Permintaan rumah terjadi di semua segmen, mulai dari kelas RS/RSS sampai rumah mewah. Sejak tahun 2003 saja berdiri dua pusat perbelanjaan mewah dengan hampir 400 gerai.

Bahkan, seperti di kompleks Balikpapan Baru tersedia beragam pilihan, mulai dari Pesona Kyoto, Orlando, dan sekarang akan dibangun San Fransisco, dengan ciri khas dan kelebihan masing- masing. Hal ini juga terjadi di kompleks-kompleks perumahan lainnya. Minat masyarakat untuk membeli perumahan sangat tinggi.

Saking tingginya minat terhadap rumah dan ruko di Balikpapan, perbukitan hijau yang menjadi ciri khas Kota Balikpapan juga diratakan satu per satu. Kini sebagian perbukitan menjadi gundul dan di atasnya dibangun kompleks-kompleks perumahan dan perkantoran.
Anda berminat?

(Dari berbagai sumber)