Berbisnis dengan dasar hobi pastilah menyenangkan. Apalagi usaha itu dijalankan di rumah sendiri, hmmmm…pastilah sebuah usaha yang nyaman ketika bisa dikerjakan dengan keluarga sendiri. Kerajian kain vooring salah satunya, dengan mengembangkan kreativitas dalam membuat berbagai macam souvenir dari kain vooring, kita bisa membuatnya menjadi peluang usaha rumahan yang  potensial. Hal itu pula yang dijalankan oleh Warsito, bapak yang satu ini bersama dengan istri mengembangkan ketrampilan mereka dalam membuat aneka souvenir dari kain vooring untuk menjadi komoditas usaha. Tas berbagai jenis dan dompet menjadi andalan usaha bapak Warsito yang mereka beri nama Kanaya Collection.

Dengan diproduksi oleh 6 orang setiap harinya, Kanaya Collection mampu memproduksi lebih dari 500 buah tas setiap harinya. Sebuah industri produktif yang luar biasa untuk usaha skala industri rumahan. Saat ini Pak Warsito selain memproduksi souvenir dari kain vooring juga memproduksi souvenir berbahan dasar kuningan dan logam. Namun, karena tenaga yang mengerjakan souvenir-souvenir tersebut terbatas, maka saat ini beliau masih konsentrasi di souvenir tas dari kain vooring.

Teknik pemasaran yang dijalankan oleh Pak Warsito sendiri tergolong modern, yaitu menggunakan media online atau internet. Dan selama ini Pak Warsito merasa sangat efektif dan terbantu dengan teknik pemasaran melalui intenet. “Melaui intenet walaupun penuh resiko namun sangat efektif karena bisa menjangkau tempat yang tidak terbatas,” begitu kata Pak Warsito ketika ditemui di rumahnya Godean, Sleman, Yogyakarta. Sebuah pemikiran yang sangat maju ketika dikaitkan dengan usaha yang dijalankan masih skala rumahan.

Selama ini Pak Warsito beserta istri dan dibantu tenaga-tenaga dari tetangga sendiri masih mengerjakan kerajinan tas tersebut ketika ada pesanan. Area pemasaran meliputi Jakarta, Riau, Kerawang, dan Wonosobo.  “Untuk saat ini kami baru menerima orderan skala nasional, belum untuk skala ekspor”, dijelaskan Pak Warsito ketika ditanyakan tentang area pemasaran. Namun kedepannya, tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengembangkan ke arah ekspor. Sebuah cita-cita yang luar biasa jika menilik usaha yang dijalankan baru usaha rumahan.

Dengan harga produk yang relatif terjangkau antara Rp. 2.500,00 s.d. Rp. 10.000,00, Pak Warsito dan Istri merasa yakin usahanya tersebut akan semakin dimintai oleh masyarakat.  “Untuk omzet saat ini masih berkisar Rp. 500.000,00 – Rp. 750.000,00, namun besarnya omzet memang tidak pasti karena hanya menjalankan sesuai dengan pesanan,” imbuh Pak Warsito mengenai omzet pendapatannya. Untuk kedepannya, beliau berharap agar usahanya mampu berkembang menjadi industri yang besar dan makin diterima oleh masyarakat. Pak Warsito merupakan salah satu contoh pengusaha yang membuka peluang sukses dengan bisnis rumahan. Bagi yang sedang mencari peluang usaha baru, mungkin bisnis rumahan dapat menjadi pilihan Anda. Salam sukses selalu………..!!!!!!!

sumber : Tim Bisnis UKM